Warga protes bau busuk dari pabrik
Sabtu, 17 Februari 2018 16:50 WIB
Arsip- Pabrik belum memiliki fasilitas instalasi pengolahan limbah (Ipal) (ANTARA News Sumsel/M Fikri/17)
Sungailiat (ANTARA News Sumsel) - Warga memprotes atas bau busuk yang ditimbulkan pabrik pengelola ubi casesa berlokasi di Desa Kenanga, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kami sudah adakan pertemuan dengan pihak pabrik, mereka diwajibkan bisa menyelesaikan masalah dalam waktu paling lama empat bulan," ujar Sekretaris DPC PKB Bangka yang juga tokoh masyarakat Kenanga, Subhan di Sungailiat, Sabtu.
Menurutnya jadwal penyelesaian mulai Oktober 2017 lalu hingga akhir Februari ini, mestinya sudah tidak jadi persoalan di masyarakat.
"Tapi sampai hari ini masih ada bau busuk limbah pengolahan yang ditimbulkan pabrik," katanya.
Subhan mengatakan keputusan sebelumnya hasil kesepakatan bersama lurah, perwakilan pabrik dan tokoh masyarakat. Pihak pabrik diberikan waktu hingga 25 Februari ini.
Sementara Ketua DPRD Bangka, Parulian,mengungkapkan tidak bisa berbuat banyak lagi. Karena untuk menyelesaikan masalah ini sudah beberapa kali duduk bersama dengan pemerintah daerah.
"Usul dan saran sudah kita sampaikan ke pemerintah daerah. Tapi sampai sekarang warga masih protes," kata Parulian.
Ia menambahkan kebijakan ada di tangan pemerintah daerah, mulai dari izin pendirian, aktifitas pabrik hingga pencabutan izin serta penutupannya.
"Kebijakan ada di pemerintah daerah, kalau pun harus ditutup itu kebijakan pemerintah. Kami sudah berusaha meneruskan keluhan warga selama ini, kita tunggu saja hingga akhir bulan bagaimana proses selanjutnya," jelasnya.
(T.KR-KMN/M. Yusuf)
"Kami sudah adakan pertemuan dengan pihak pabrik, mereka diwajibkan bisa menyelesaikan masalah dalam waktu paling lama empat bulan," ujar Sekretaris DPC PKB Bangka yang juga tokoh masyarakat Kenanga, Subhan di Sungailiat, Sabtu.
Menurutnya jadwal penyelesaian mulai Oktober 2017 lalu hingga akhir Februari ini, mestinya sudah tidak jadi persoalan di masyarakat.
"Tapi sampai hari ini masih ada bau busuk limbah pengolahan yang ditimbulkan pabrik," katanya.
Subhan mengatakan keputusan sebelumnya hasil kesepakatan bersama lurah, perwakilan pabrik dan tokoh masyarakat. Pihak pabrik diberikan waktu hingga 25 Februari ini.
Sementara Ketua DPRD Bangka, Parulian,mengungkapkan tidak bisa berbuat banyak lagi. Karena untuk menyelesaikan masalah ini sudah beberapa kali duduk bersama dengan pemerintah daerah.
"Usul dan saran sudah kita sampaikan ke pemerintah daerah. Tapi sampai sekarang warga masih protes," kata Parulian.
Ia menambahkan kebijakan ada di tangan pemerintah daerah, mulai dari izin pendirian, aktifitas pabrik hingga pencabutan izin serta penutupannya.
"Kebijakan ada di pemerintah daerah, kalau pun harus ditutup itu kebijakan pemerintah. Kami sudah berusaha meneruskan keluhan warga selama ini, kita tunggu saja hingga akhir bulan bagaimana proses selanjutnya," jelasnya.
(T.KR-KMN/M. Yusuf)
Pewarta : Kasmono
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia dan Rusia jajaki peluang investasi pabrik pupuk di Vladivostok
04 September 2026 10:30 WIB
Bulog targetkan groundbreaking pabrik padi Banyuasin dimulai September 2026
31 August 2026 18:51 WIB
Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan listrik, sebut Indonesia "Rising Giant"
09 April 2026 17:23 WIB
Pupuk Indonesia usulkan bangun dua pabrik metanol dukung program Biodiesel B50
03 April 2026 7:12 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB