DKP OKU Uji Sampel Buah Dan Sayuran
Sabtu, 16 Desember 2017 21:15 WIB
Dokumentasi- Sayuran. (ANTARA/Lucky.R)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan melakukan uji sampel pada buah dan sayuran yang diambil dari dua toko berbeda di wilayah itu guna memastikan aman dikonsumsi masyarakat.
"Uji sampel ini untuk memastikan buah dan sayuran yang dijual tidak mengandung zat berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat konsumen," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ogan Komering Ulu (OKU), Jhon Herly di Baturaja, Sabtu.
Dia mengatakan, uji sampel untuk mengantisipasi adanya kandungan zat berbahaya pada buah dan sayuran itu dilakukan pihaknya di Laboratorium Pusat Pengujian Mutu dan Promosi Hasil Pertanian Jakarta.
"Tahun ini sudah kedua kalinya kami melakukan uji sampel buah dan sayuran yakni pemeriksaan pertama pada Februari lalu sebagai upaya pemerintah mewujudkan masyarakat sehat dan bergizi," ungkapnya.
Dia mengemukakan, pemeriksaan itu juga dalam rangka menciptakan masyarakat yang sehat, bergizi dan terjamin dari pencemaran kimia atau biologi sehingga aman dan layak dimakan," katanya.
"Sample sayur yang diambil antara lain cabai merah besar, cabai hijau, sawi dan buncis, sedangkan untuk jenis buah yang diambil di antaranya melon, anggur, jeruk dan apel impor hijau," kata dia.
"Degan uji sampel laboratorium ini dapat diketahui apakah sayur dan buah yang dijual pedagang layak atau tidak untuk dikonsumsi. Terlebih lagi (Pangan Segar Asal Tumbuhan) (PSAT) beresiko tinggi mengandung zat berbahaya seperti residu pestisida, mikotoksin dan logam berat.
"Jika terdapat kandungan zat itu maka sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia jika mengkonsumsinya," jelasnya.
Untuk itu, Jhon mengimbau agar masyarakat di wilayah itu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci sayuran untuk dimasak serta mengupas kulit buah sebelum mengkonsumsinya.
Hasil pemeriksaan pada bulan ini baru bisa diketahui pada akhir Januari 2018," ujarnya.
"Uji sampel ini untuk memastikan buah dan sayuran yang dijual tidak mengandung zat berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat konsumen," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ogan Komering Ulu (OKU), Jhon Herly di Baturaja, Sabtu.
Dia mengatakan, uji sampel untuk mengantisipasi adanya kandungan zat berbahaya pada buah dan sayuran itu dilakukan pihaknya di Laboratorium Pusat Pengujian Mutu dan Promosi Hasil Pertanian Jakarta.
"Tahun ini sudah kedua kalinya kami melakukan uji sampel buah dan sayuran yakni pemeriksaan pertama pada Februari lalu sebagai upaya pemerintah mewujudkan masyarakat sehat dan bergizi," ungkapnya.
Dia mengemukakan, pemeriksaan itu juga dalam rangka menciptakan masyarakat yang sehat, bergizi dan terjamin dari pencemaran kimia atau biologi sehingga aman dan layak dimakan," katanya.
"Sample sayur yang diambil antara lain cabai merah besar, cabai hijau, sawi dan buncis, sedangkan untuk jenis buah yang diambil di antaranya melon, anggur, jeruk dan apel impor hijau," kata dia.
"Degan uji sampel laboratorium ini dapat diketahui apakah sayur dan buah yang dijual pedagang layak atau tidak untuk dikonsumsi. Terlebih lagi (Pangan Segar Asal Tumbuhan) (PSAT) beresiko tinggi mengandung zat berbahaya seperti residu pestisida, mikotoksin dan logam berat.
"Jika terdapat kandungan zat itu maka sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia jika mengkonsumsinya," jelasnya.
Untuk itu, Jhon mengimbau agar masyarakat di wilayah itu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci sayuran untuk dimasak serta mengupas kulit buah sebelum mengkonsumsinya.
Hasil pemeriksaan pada bulan ini baru bisa diketahui pada akhir Januari 2018," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ratu Dewa ajak warga Palembang tanam buah di rumah, tingkatkan kemandirian pangan
05 June 2025 14:49 WIB, 2025
Eliano Reijnders dipastikan absen perkuat Timnas di kualifikasi Piala Dunia, sedang menanti kelahiran buah hati
29 May 2025 20:39 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB
Unsri dan KKP terapkan teknologi IoT untuk pembenihan ikan betok di Palembang
15 August 2026 21:00 WIB