PT Bukit Asam resmi melakukan "stock split"
Kamis, 14 Desember 2017 14:05 WIB
Dokumentasi- Warga mengecek perdagangan saham di Jakarta. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) di Bursa Efek Indnesia (BEI) dengan dibuka menguat 1,33 persen menjadi Rp2.270 per saham.
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dalam seremoni pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa langkah "stock split" untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia serta memperluas distribusi kepemilikan saham dengan menjangkau berbagai lapisan investor.
"Dengan 'stock split', juga untuk mendukung program BEI yakni 'Yuk Nabung Saham'," ujarnya.
Ia mengemukakan bahwa PTBA melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio satu berbanding lima (1:5) sesuai dengan keputusan RUPSLB PT Bukit Asam Tbk pada 29 November 2017 lalu. Setelah stock split, nominal saham Bukit Asam berubah dari Rp11.200 per saham (harga saham pada penutupan perdagangan 13 Desember 2017) menjadi Rp2.240 per saham.
Serenomi pembukaan perdagangan PTBA itu sekaligus menandai 15 tahun PT Bukit Asam Tbk melantai di BEI. Pada 23 Desember 2002 lalu, PTBA mencatatkan sahamnya sebesar Rp575 per saham. Seiring berjalan waktu, PTBA mampu mencatatkan harga saham tertingginya hingga sebesar Rp24.900 per saham pada 4 Januari 2011, dan harga rata-rata tertimbang sebesar Rp7.256 per saham.
Dalam kesempatan itu, Arviyan Arifin juga mengatakan bahwa pihaknya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018 sebesar Rp6,5 triliun untuk kebutuhan ekspansi tahun depan.
Ia menyampaikan bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan belanja modal pada tahun depan itu , PTBA membuka peluang untuk menerbitkan surat utang (obligasi) pada triwulan pertama 2018.
"Kalau pun kita harus menerbitkan obligasi, akan dimulai persiapannya awal-awal triwulan pertama, agar bisa finalisasi di semester kedua," katanya.
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dalam seremoni pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa langkah "stock split" untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia serta memperluas distribusi kepemilikan saham dengan menjangkau berbagai lapisan investor.
"Dengan 'stock split', juga untuk mendukung program BEI yakni 'Yuk Nabung Saham'," ujarnya.
Ia mengemukakan bahwa PTBA melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio satu berbanding lima (1:5) sesuai dengan keputusan RUPSLB PT Bukit Asam Tbk pada 29 November 2017 lalu. Setelah stock split, nominal saham Bukit Asam berubah dari Rp11.200 per saham (harga saham pada penutupan perdagangan 13 Desember 2017) menjadi Rp2.240 per saham.
Serenomi pembukaan perdagangan PTBA itu sekaligus menandai 15 tahun PT Bukit Asam Tbk melantai di BEI. Pada 23 Desember 2002 lalu, PTBA mencatatkan sahamnya sebesar Rp575 per saham. Seiring berjalan waktu, PTBA mampu mencatatkan harga saham tertingginya hingga sebesar Rp24.900 per saham pada 4 Januari 2011, dan harga rata-rata tertimbang sebesar Rp7.256 per saham.
Dalam kesempatan itu, Arviyan Arifin juga mengatakan bahwa pihaknya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018 sebesar Rp6,5 triliun untuk kebutuhan ekspansi tahun depan.
Ia menyampaikan bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan belanja modal pada tahun depan itu , PTBA membuka peluang untuk menerbitkan surat utang (obligasi) pada triwulan pertama 2018.
"Kalau pun kita harus menerbitkan obligasi, akan dimulai persiapannya awal-awal triwulan pertama, agar bisa finalisasi di semester kedua," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Bukit Asam perkuat kolaborasi bangun Flyover Simpang Belimbing dan Ujan Mas
08 July 2026 10:12 WIB
Film "The Mind Journey" potret operasional tambang MIND ID dari Sumatera hingga Papua
02 April 2026 6:57 WIB
PT SBS salurkan bantuan bedah rumah, renovasi Pustu, pembangunan drainase hingga bantuan paving blok di Tanjung Enim
20 September 2025 15:33 WIB, 2025
PTBA dukung hilirisasi ketahanan energi melalui "Artificial Graphite"
22 January 2025 6:47 WIB, 2025
Wujudkan Indonesia Maju, PTBA dukung pemberantasan buta membaca dan matematika
13 December 2024 10:01 WIB, 2024
Berdayakan masyarakat, Bukit Asam sulap lahan tidak produktif di Sukamoro
21 November 2024 11:45 WIB, 2024
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB