Pertamina Gelar PEF 2017
Selasa, 5 Desember 2017 16:37 WIB
Pertamina (ANTARA Sumsel)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Energy Forum (PEF) 2017 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Pertamina Ke-60 dengan mengusung tema Striving Towards Sustainable Energy.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar dalam rilis di Jakarta, Selasa mengatakan kegiatan PEF akan berlangsung selama dua hari yakni 12 -13 Desember 2017.
"Memasuki tahun keempat, PEF 2017, sengaja mengusung tema energi berkelanjutan seiring dengan mulainya pergeseran peta industri energi dunia ke arah pemanfaatan energi berkelanjutan. Di Tanah Air, tuntutan pengembangan potensi sumber energi terbarukan juga kian meningkat, seiring dengan makin menurunnya cadangan energi fosil," katanya.
Menurut dia, Pertamina yang mendapatkan tugas dalam mendorong kemandirian energi Indonesia, senantiasa berupaya melakukan inisiatif dengan menggali permasalahan yang menghambat pencapaian tersebut dan mengadirkan solusi bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Syahrial menambahkan arti strategis PEF 2017 adalah memberikan masukan bagi pengambil kebijakan, pelaku bisnis, akademisi dan pemegang saham, untuk memberikan perhatian pada perkembangan energi berkelanjutan.
"Apalagi, cadangan energi fosil makin menipis dan volatilitas di bisnis migas belum usai," katanya.
PEF 2017, lanjutnya, merupakan salah satu sarana Pertamina menyampaikan aspirasi korporasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Forum tersebut sekaligus menjadi ajang diskusi untuk bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis energi agar jeli melihat peluang pengembangan energi terbarukan.
"Ini penting agar ke depannya tidak hanya menjadi konsumen akhir, tetapi juga menjadi pemain dari mata rantai bisnis energi berkelanjutan tersebut," jelasnya.
Syahrial juga mengatakan selama dua hari PEF 2017 akan membahas beragam informasi aktual mengenai perkembangan energi berkelanjutan.
Forum akan membedah berbagai potensi dan inisiatif pengembangan energi berkelanjutan yang dapat dikembangkan secara masif di seluruh Indonesia.
"PEF kali ini juga diharapkan menjadi masukan bagi Pertamina dan pelaku bisnis energi dalam merencanakan pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Pada hari pertama, PEF 2017 akan menggelar tiga sesi diskusi dengan mengangkat tema The Shift In Global Energy Business, Is It Really Happening? Is Goverment Going Along The Renewable Energy Trend? dan di sesi terakhir dibahas topik New Energy On The Road: Capturing The Opportunities.
Pada hari kedua, diskusi juga dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama mengangkat topik Best Practices In Large-Scale Sustainable Power Development, sesi kedua dengan bahasan Community Involvement To Capture Sustainable Ideas. Sesi terakhir akan diisi dengan topik Formulating The Business Model In Renewable Industry.
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci.
Sementara, pembicara lainnya merupakan ahli energi dari dalam dan luar negeri dari berbagai lembaga di antaranya Kementerian ESDM, International Energy Agency, Center for Strategic & International Studies US, Shell, Panasonic, Marubeni Corporation, Boston Consulting Group, Patriot Energi, Mitsubishi, dan Toyota.
Dengan mengikuti PEF 2017, menurut Syahrial, diharapkan para peserta mendapatkan nilai dan informasi terbaru perkembangan energi berkelanjutan termasuk sumber energi terbarukan dari para pelaku bisnis, investor, akademisi, regulator, NGO, dan narasumber lainnya.
PEF 2017 akan digelar di The Raffles Hotel Jakarta dengan perkiraan diikuti lebih dari 400 peserta diskusi sekaligus melihat pameran perkembangan bisnis Pertamina.
Pendaftaran peserta dilakukan secara daring dengan mengakses www.pertamina.com/pef2017.
(W. Indrawan)
Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar dalam rilis di Jakarta, Selasa mengatakan kegiatan PEF akan berlangsung selama dua hari yakni 12 -13 Desember 2017.
"Memasuki tahun keempat, PEF 2017, sengaja mengusung tema energi berkelanjutan seiring dengan mulainya pergeseran peta industri energi dunia ke arah pemanfaatan energi berkelanjutan. Di Tanah Air, tuntutan pengembangan potensi sumber energi terbarukan juga kian meningkat, seiring dengan makin menurunnya cadangan energi fosil," katanya.
Menurut dia, Pertamina yang mendapatkan tugas dalam mendorong kemandirian energi Indonesia, senantiasa berupaya melakukan inisiatif dengan menggali permasalahan yang menghambat pencapaian tersebut dan mengadirkan solusi bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Syahrial menambahkan arti strategis PEF 2017 adalah memberikan masukan bagi pengambil kebijakan, pelaku bisnis, akademisi dan pemegang saham, untuk memberikan perhatian pada perkembangan energi berkelanjutan.
"Apalagi, cadangan energi fosil makin menipis dan volatilitas di bisnis migas belum usai," katanya.
PEF 2017, lanjutnya, merupakan salah satu sarana Pertamina menyampaikan aspirasi korporasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Forum tersebut sekaligus menjadi ajang diskusi untuk bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis energi agar jeli melihat peluang pengembangan energi terbarukan.
"Ini penting agar ke depannya tidak hanya menjadi konsumen akhir, tetapi juga menjadi pemain dari mata rantai bisnis energi berkelanjutan tersebut," jelasnya.
Syahrial juga mengatakan selama dua hari PEF 2017 akan membahas beragam informasi aktual mengenai perkembangan energi berkelanjutan.
Forum akan membedah berbagai potensi dan inisiatif pengembangan energi berkelanjutan yang dapat dikembangkan secara masif di seluruh Indonesia.
"PEF kali ini juga diharapkan menjadi masukan bagi Pertamina dan pelaku bisnis energi dalam merencanakan pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Pada hari pertama, PEF 2017 akan menggelar tiga sesi diskusi dengan mengangkat tema The Shift In Global Energy Business, Is It Really Happening? Is Goverment Going Along The Renewable Energy Trend? dan di sesi terakhir dibahas topik New Energy On The Road: Capturing The Opportunities.
Pada hari kedua, diskusi juga dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama mengangkat topik Best Practices In Large-Scale Sustainable Power Development, sesi kedua dengan bahasan Community Involvement To Capture Sustainable Ideas. Sesi terakhir akan diisi dengan topik Formulating The Business Model In Renewable Industry.
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci.
Sementara, pembicara lainnya merupakan ahli energi dari dalam dan luar negeri dari berbagai lembaga di antaranya Kementerian ESDM, International Energy Agency, Center for Strategic & International Studies US, Shell, Panasonic, Marubeni Corporation, Boston Consulting Group, Patriot Energi, Mitsubishi, dan Toyota.
Dengan mengikuti PEF 2017, menurut Syahrial, diharapkan para peserta mendapatkan nilai dan informasi terbaru perkembangan energi berkelanjutan termasuk sumber energi terbarukan dari para pelaku bisnis, investor, akademisi, regulator, NGO, dan narasumber lainnya.
PEF 2017 akan digelar di The Raffles Hotel Jakarta dengan perkiraan diikuti lebih dari 400 peserta diskusi sekaligus melihat pameran perkembangan bisnis Pertamina.
Pendaftaran peserta dilakukan secara daring dengan mengakses www.pertamina.com/pef2017.
(W. Indrawan)
Pewarta :
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pertamina EP Prabumulih Field olah limbah sabut kelapa jadi alat penanggulangan tumpahan minyak
13 September 2026 14:00 WIB
Lewat Batik Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field berdayakan perempuan di Muara Enim
11 September 2026 20:44 WIB
Pertamina EP Adera Field temukan lapisan produktif baru di Sumur BNG-082 PALI Sumsel
09 September 2026 14:33 WIB
Rangkaian AJP 2026, Kilang Plaju sambut puluhan jurnalis Sumsel lewat kunjungan lapangan
08 September 2026 11:14 WIB
Pertamina perkuat pengelolaan tenaga kerja alih daya lewat lokakarya kepatuhan
08 September 2026 11:03 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB