Jamaah calon haji gunakan gelang pendeteksi
Kamis, 3 Agustus 2017 10:16 WIB
Dokumen foto jamaah haji beribadah mengelilingi Kabah di Masjidil Haram menjelang puncak ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. (ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Jamaah calon haji dari Sumatera Selatan diberi gelang pendeteksi untuk mengetahui keberadaan dan data jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Gelang yang diberi memiliki kode batang (barcode) itu dapat mengetahui keberadaan jamaah calon haji, kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumsel M Alfajri Zabidi melalui Kasubag Humas Saefuddin di Palembang, Kamis.
Menurut dia, nantinya setiap calon haji akan diberi gelang khusus supaya keberadaan mereka selalu terpantau.
Pemberian gelang tambahan itu merupakan program Pemerintah Arab Saudi, namun pembuatannya di Indonesia.
Menurut dia, gelang tersebut sebagai indentitas jamaah karena terkoneksi dengan panitia sehingga keberadaanya dapat dilihat.
Jadi jamaah yang memakai gelang tersebut bisa dilihat asalnya dari mana, kelompok terbang berapa termasuk pemondokan, ujar dia.
Gelang itu berfungsi dan dapat mengontrol keberadaan jamaah calon haji, kata dia.
Dia mengatakan, untuk Sumsel sendiri sekarang ini sudah selesai tiga kelompok terbang dan pembuatan terus berlanjut hingga semuanya rampung.
Yang jelas gelang tersebut untuk memudahkan petugas dalam memantau keberadaan jamaah, ujar dia.
Dengan adanya tambahan gelang itu berarti setiap calon haji ada dua gelang karena yang manual rutin dipakai selama ini tetap digunakan, kata dia.
Gelang yang diberi memiliki kode batang (barcode) itu dapat mengetahui keberadaan jamaah calon haji, kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumsel M Alfajri Zabidi melalui Kasubag Humas Saefuddin di Palembang, Kamis.
Menurut dia, nantinya setiap calon haji akan diberi gelang khusus supaya keberadaan mereka selalu terpantau.
Pemberian gelang tambahan itu merupakan program Pemerintah Arab Saudi, namun pembuatannya di Indonesia.
Menurut dia, gelang tersebut sebagai indentitas jamaah karena terkoneksi dengan panitia sehingga keberadaanya dapat dilihat.
Jadi jamaah yang memakai gelang tersebut bisa dilihat asalnya dari mana, kelompok terbang berapa termasuk pemondokan, ujar dia.
Gelang itu berfungsi dan dapat mengontrol keberadaan jamaah calon haji, kata dia.
Dia mengatakan, untuk Sumsel sendiri sekarang ini sudah selesai tiga kelompok terbang dan pembuatan terus berlanjut hingga semuanya rampung.
Yang jelas gelang tersebut untuk memudahkan petugas dalam memantau keberadaan jamaah, ujar dia.
Dengan adanya tambahan gelang itu berarti setiap calon haji ada dua gelang karena yang manual rutin dipakai selama ini tetap digunakan, kata dia.
Pewarta : UU5
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Laba bersih Bank Permata tumbuh 16,6 persen jadi Rp920 miliar pada Kuartal I 2026
27 April 2026 20:14 WIB
BMKG: Ternate, Bitung, dan Halmahera berstatus siaga tsunami usai gempa Magnitudo 7,6
02 April 2026 7:12 WIB
Gempa M 7,6 berpotensi tsunami, warga Manado berhamburan ke luar rumah akibat guncangan kuat
02 April 2026 7:04 WIB
Cedera bahu kambuh, Maverick Vinales mundur dari MotoGP Amerika Serikat 2026
28 March 2026 10:06 WIB
Kuota mudik gratis kapal cepat rute Jangkar-Sapudi tersedia 5.000 kursi, cek cara daftarnya
12 March 2026 11:10 WIB
Pekerja migran asal Palembang tewas di Kamboja, BP3MI Sumsel tunggu hasil autopsi
06 March 2026 16:38 WIB