LIPI budi daya bunga sakura di Papua
Minggu, 16 Juli 2017 16:32 WIB
Wamena (Antarasumsel.com) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang membudidayakan tanaman khas dari Jepang, yakni bunga sakura (prunus serrulatadi) di Kebun Raya Biologi Wamena, Provinsi Papua.
Peneliti LIPI yang juga Pendamping Kebun Raya Biologi Wamena, Soekarno di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan budi daya bunga sakura hanya bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat Papua tentang tumbuhan itu.
"Proses budi daya di pembibitan sudah 50 persen tumbuh. Untuk ditanamnya belum kami coba. Pembibitan dari luar Papua dan kita datangkan ke pembibitan masih di dalam polibag, kata Soekarno.
Menurut dia, pada saat tertentu seluruh daun tumbuhan sakura akan gugur dan hanya tersisa bunga yang sangat indah.
"Beberapa jenis tumbuhan yang kami bawa ke Wamena itu lebih ke spesifik tanaman hias yang tidak ke invasif, misalnya sakura," katanya.
Selain sakura, LIPI juga mengembangkan beberapa tanaman luar Papua misalnya anggur Brazil (myrciaria cauliflora) dan kayu hitam (diospyros celebica).
"Bunga Sakura itu kan dari Jepang, tetapi yang kami bawa itu hasil budi daya dari Cibodas, Jawa Barat. Sementara tanaman dari Indonesia yang kami kembangkan di sini juga ada, misalnya kayu hitam," katanya.
Menurut dia, LIPI selalu berhati-hati agar tanaman yang dibawa dari luar Papua tidak berdampak negatif terhadap tumbuhan khas setempat.
"Ada beberapa contoh jenis tanaman dari luar yang coba kami budi daya di sini, tetapi tidak dalam tujuan khusus karena takutnya menjadi tumbuhan invasif. Maksudnya tumbuhan luar yang merasuki tumbuhan di sini untuk mematikan tumbuhan yang ada di sini," katanya.
Peneliti LIPI yang juga Pendamping Kebun Raya Biologi Wamena, Soekarno di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan budi daya bunga sakura hanya bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat Papua tentang tumbuhan itu.
"Proses budi daya di pembibitan sudah 50 persen tumbuh. Untuk ditanamnya belum kami coba. Pembibitan dari luar Papua dan kita datangkan ke pembibitan masih di dalam polibag, kata Soekarno.
Menurut dia, pada saat tertentu seluruh daun tumbuhan sakura akan gugur dan hanya tersisa bunga yang sangat indah.
"Beberapa jenis tumbuhan yang kami bawa ke Wamena itu lebih ke spesifik tanaman hias yang tidak ke invasif, misalnya sakura," katanya.
Selain sakura, LIPI juga mengembangkan beberapa tanaman luar Papua misalnya anggur Brazil (myrciaria cauliflora) dan kayu hitam (diospyros celebica).
"Bunga Sakura itu kan dari Jepang, tetapi yang kami bawa itu hasil budi daya dari Cibodas, Jawa Barat. Sementara tanaman dari Indonesia yang kami kembangkan di sini juga ada, misalnya kayu hitam," katanya.
Menurut dia, LIPI selalu berhati-hati agar tanaman yang dibawa dari luar Papua tidak berdampak negatif terhadap tumbuhan khas setempat.
"Ada beberapa contoh jenis tanaman dari luar yang coba kami budi daya di sini, tetapi tidak dalam tujuan khusus karena takutnya menjadi tumbuhan invasif. Maksudnya tumbuhan luar yang merasuki tumbuhan di sini untuk mematikan tumbuhan yang ada di sini," katanya.
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hindari tabrakan di laut KM Sakura Expres menghindar meski harus kandas, 151 penumpang dievakuasi
14 July 2023 8:01 WIB, 2023
Keiko Kitagawa, Sho Sakura akan hadiri perdana" The After-Dinner Mysteries"
24 July 2013 18:35 WIB, 2013
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
Tim Gabungan berhasil kendalikan karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani NTB
09 August 2026 10:53 WIB
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB
Pakar IPB imbau pemerintah antisipasi risiko karhutla terkait Super El Nino 2026--2027
28 July 2026 16:46 WIB