Lembaga Al Quran siapkan 10.000 Dai berdakwah
Minggu, 11 Juni 2017 21:06 WIB
Ilustrasi (ANTARA)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Sebuah lembaga Al Quran menargetkan sebanyak 10 ribu dai ke seluruh Indonesia untuk menyebarkan dakwah di berbagai medan baik di perdesaan maupun perkotaan.
"Untuk tahap awal kami akan menyiapkan sekitar 400 santri dai dan pendidikan Quran," kata Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ust Fatih Karim pada acara peletakan batu pertama pendirian Cinta Quran Center Tahfidz & Dai Institute di Jakarta, Minggu.
Dikatakannya, salah satu permasalahan serius yang dihadapi umat Islam di Indonesia adalah belum meratanya dakwah Islam ke seluruh penjuru nusantara.
"Masih banyak wilayah di Tanah Air yang belum tersentuh dakwah. Baik di perkotaan, terlebih di pelosok perdesaan. Penyebabnya tidak lain karena belum tercukupinya dai yang siap berdakwah di berbagai medan," katanya.
Ust Fatih Karim pada acara peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Banten H. Wahidin Halim lebih lanjut mengatakan
faktor inilah yang memudahkan menyebarnya ajaran yang meresahkan termasuk paham radikalisme di masyarakat.
Dijelaskannya, setiap calon dai akan menempuh lama pendidikan satu setengah tahun (1,5 tahun). Mereka dididik untuk menghafal Alquran, menguasai Bahasa Arab, ilmu-ilmu keislaman, ilmu manajemen modern dan komunikasi dakwah, serta dasar-dasar entrepreneurship.
"Seluruh santri akan dibebaskan dari biaya pendidikan. Mereka akan mendapatkan seluruh fasilitas penunjang yang mereka butuhkan," lanjut Ust Fatih Karim.
Cinta Quran Center yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan, akan berdiri di atas tanah wakaf seluas 5000m2. Selain pesantren, juga tersedia gedung berlantai tiga yang dilengkapi perpustakaan digital, ruang serba guna, pusat kajian tafsir Quran dan kajian Islam kontemporer.
"Untuk tahap awal kami akan menyiapkan sekitar 400 santri dai dan pendidikan Quran," kata Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ust Fatih Karim pada acara peletakan batu pertama pendirian Cinta Quran Center Tahfidz & Dai Institute di Jakarta, Minggu.
Dikatakannya, salah satu permasalahan serius yang dihadapi umat Islam di Indonesia adalah belum meratanya dakwah Islam ke seluruh penjuru nusantara.
"Masih banyak wilayah di Tanah Air yang belum tersentuh dakwah. Baik di perkotaan, terlebih di pelosok perdesaan. Penyebabnya tidak lain karena belum tercukupinya dai yang siap berdakwah di berbagai medan," katanya.
Ust Fatih Karim pada acara peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Banten H. Wahidin Halim lebih lanjut mengatakan
faktor inilah yang memudahkan menyebarnya ajaran yang meresahkan termasuk paham radikalisme di masyarakat.
Dijelaskannya, setiap calon dai akan menempuh lama pendidikan satu setengah tahun (1,5 tahun). Mereka dididik untuk menghafal Alquran, menguasai Bahasa Arab, ilmu-ilmu keislaman, ilmu manajemen modern dan komunikasi dakwah, serta dasar-dasar entrepreneurship.
"Seluruh santri akan dibebaskan dari biaya pendidikan. Mereka akan mendapatkan seluruh fasilitas penunjang yang mereka butuhkan," lanjut Ust Fatih Karim.
Cinta Quran Center yang berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan, akan berdiri di atas tanah wakaf seluas 5000m2. Selain pesantren, juga tersedia gedung berlantai tiga yang dilengkapi perpustakaan digital, ruang serba guna, pusat kajian tafsir Quran dan kajian Islam kontemporer.
Pewarta :
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seribuan santri dan ustadz di 'Bumi Silampari' deklarasi Ganjar Presiden
02 August 2022 20:28 WIB, 2022
Jamaah sontak kaget, sang ustad tiba-tiba jatuh dan meninggal saat berkhutbah Idul Fitri
13 May 2021 21:25 WIB, 2021
Ustad Abu Ba'asyir menuju kediaman di Sukoharjo dikawal Densus 88 dan BNPT
08 January 2021 9:00 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB