Margiono: Wartaawan harus taat kode etik
Kamis, 11 Mei 2017 11:19 WIB
Margiono (ANTARA)
Koba (Antarasumsel.com) - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengatakan wartawan harus menjunjung tinggi profesionalisme dan taat kode etik.
"Wartawan profesional dan taat kode etik itu akan menghasilkan karya yang benar pula, kalau ada wartawan menyajikan berita tidak jelas sumbernya maka itu bukan produk pers," ujarnya saat melantik dan mengukuhkan pengurus PWI Provinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, PWI sebagai organisasi pers hanya memiliki dua program strategis yaitu mewujudkan pers yang profesional dan taat kode etik.
"Program PWI sederhana saja yaitu mewujudkan pers yang profesional dan taat kode etik, ini penting untuk menjaga martabat pers di mata publik," ujarnya.
Menurut dia, pekerja pers yang profesional akan menghasilkan produk yang benar dan tulisan yang benar itu apabila memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Media yang dianggap besar belum tentu juga memiliki wartawan yang profesional dan taat kode etik, bahkan kerap terjadi wartawan di media besar lebih menunjukkan arogansinya," ujarnya.
Wartawan yang arogan lebih menonjolkan kesombongan dan produk yang dihasilkan tidak jauh beda dengan sikap yang ditunjukkan.
"Jangan sampai terjadi pertanyaan wartawan lebih panjang dibanding dengan jawaban yang diberikan narasumber, ini tidak benar dan ini menunjukkan arogansi," ujarnya.
"Wartawan profesional dan taat kode etik itu akan menghasilkan karya yang benar pula, kalau ada wartawan menyajikan berita tidak jelas sumbernya maka itu bukan produk pers," ujarnya saat melantik dan mengukuhkan pengurus PWI Provinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, PWI sebagai organisasi pers hanya memiliki dua program strategis yaitu mewujudkan pers yang profesional dan taat kode etik.
"Program PWI sederhana saja yaitu mewujudkan pers yang profesional dan taat kode etik, ini penting untuk menjaga martabat pers di mata publik," ujarnya.
Menurut dia, pekerja pers yang profesional akan menghasilkan produk yang benar dan tulisan yang benar itu apabila memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Media yang dianggap besar belum tentu juga memiliki wartawan yang profesional dan taat kode etik, bahkan kerap terjadi wartawan di media besar lebih menunjukkan arogansinya," ujarnya.
Wartawan yang arogan lebih menonjolkan kesombongan dan produk yang dihasilkan tidak jauh beda dengan sikap yang ditunjukkan.
"Jangan sampai terjadi pertanyaan wartawan lebih panjang dibanding dengan jawaban yang diberikan narasumber, ini tidak benar dan ini menunjukkan arogansi," ujarnya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PWI tindaklanjuti pembangunan Institut Jurnalistik Internasional di Palembang
18 April 2014 8:01 WIB, 2014
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polda Sumsel gandeng 85 peserta didik Sespim Polri perkuat penanganan karhutla
10 September 2026 7:33 WIB
Polres Banyuasin tangkap dua tersangka pembunuhan berencana dua remaja di Talang Kelapa
07 September 2026 12:41 WIB