Babi hutan serang warga labuhan maringgai Lampung
Senin, 24 April 2017 10:17 WIB
Ilustrasi Babi hutan . (wikipedia.org)
Lampung Timur (Antarasumsel.com) - Seekor babi hutan liar menyerang sejumlah warga di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Minggu.
Akibat serangan babi liar ini satu orang warga dikabarkan terluka.
"Kami tidak tahu babi liar datang dari mana karena tiba-tiba sudah ada di permukiman warga dan langsung menyerang warga," kata Baba Yahya, Ketua RT 29 Dusun 8, Desa Margasari.
Dia menuturkan serangan babi hutan itu terjadi pada pukul 17.00 WIB.
Menurut dia, warga setempat bernama Suti terluka pada bagian tangan dan kakinya akibat serangan babi hutan itu.
"Suti diserang pada bagian tangan dan kaki, jempol kakinya hampir putus karena gigitan babi liar itu," kata Baba Yahya lagi.
Selain Suti, kata dia pula, warga lainnya bernama Supu pun diserang babi hutan itu, tapi beruntung Supu tidak terluka akibat serangan babi hutan yang masuk ke permukiwan warga ini.
"Korban Suti sekarang sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati karena lukanya cukup parah, jempol kaki kirinya hampir putus dan dikhawatirkan terkena rabies," ujar dia lagi.
Babi hutan itu kemudian ditangkap berramai-ramai oleh warga dan dibunuh karena dikhawatirkan bisa melukai warga lainnya.
Warga setempat memperkirakan kemunculan babi hutan itu berasal dari hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), mengingat desa ini berbatasan dengan hutan TNWK, hanya dipisahkan aliran Sungai Way Penet.
Akibat serangan babi liar ini satu orang warga dikabarkan terluka.
"Kami tidak tahu babi liar datang dari mana karena tiba-tiba sudah ada di permukiman warga dan langsung menyerang warga," kata Baba Yahya, Ketua RT 29 Dusun 8, Desa Margasari.
Dia menuturkan serangan babi hutan itu terjadi pada pukul 17.00 WIB.
Menurut dia, warga setempat bernama Suti terluka pada bagian tangan dan kakinya akibat serangan babi hutan itu.
"Suti diserang pada bagian tangan dan kaki, jempol kakinya hampir putus karena gigitan babi liar itu," kata Baba Yahya lagi.
Selain Suti, kata dia pula, warga lainnya bernama Supu pun diserang babi hutan itu, tapi beruntung Supu tidak terluka akibat serangan babi hutan yang masuk ke permukiwan warga ini.
"Korban Suti sekarang sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati karena lukanya cukup parah, jempol kaki kirinya hampir putus dan dikhawatirkan terkena rabies," ujar dia lagi.
Babi hutan itu kemudian ditangkap berramai-ramai oleh warga dan dibunuh karena dikhawatirkan bisa melukai warga lainnya.
Warga setempat memperkirakan kemunculan babi hutan itu berasal dari hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), mengingat desa ini berbatasan dengan hutan TNWK, hanya dipisahkan aliran Sungai Way Penet.
Pewarta : Budisantoso B & Muklasin
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang warga OKU alami luka serius, diserang beruang saat bekerja di kebun karet
16 April 2026 18:02 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB