Dua kecamatan di Mukomuko endemik malaria
Minggu, 2 April 2017 15:02 WIB
Ilustrasi. (Antarasumsel.com/Feny Selly/den)
Mukomuko (Antarasumsel.com) - Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan sebanyak dua dari 15 kecamatan di daerah itu yang berada pada zona merah malaria atau endemisitas tinggi.
"Dua kecamatan itu, yakni Kecamatan Air Rami dan Teramang Jaya," kata Petugas Monitoring dan Evaluasi "Global Fund" Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Ruli Herlindo, di Mukomuko, Minggu.
Ia mengatakan, sedangkan kecamatan yang berada pada zona kuning, yakni Kecamatan Ipuh, Kecamatan Kota Mukomuko dan Kecamatan V Koto, sisanya berada pada zona hijau.
Ia menjelaskan, perlakuan petugas kesehatan terhadap wilayah yang berada pada zona merah, kuning dan hijau itu berbeda-beda.
Apabila di wilayah yang berada pada zona hijau, katanya, maka tindakan petugas kesehatan yang menemukan warga positif malaria adalah dengan cara melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
Kemudian, lanjutnya, kegiatan di wilayah yang berada pada zona kuning berupa pembagian kelambu gratis dari pemerintah pusat.
Sedangkan, lanjutnya, tindakan petugas di wilayah yang berada pada zona merah, selain kegiatan PE dan pembagian kelambu di setiap rumah penduduk, juga berfokus kegiatan di wilayah yang berada pada zona merah itu agar berubah menjadi hijau.
Ia mengatakan, instansi itu melakukan kegiatan pendekatan di dua kecamatan yang berada di zona merah tersebut. Selanjutnya diharapkan tidak ada penambahan kasus malaria setelah kegiatan pembagian kelambu.
"Dua kecamatan itu, yakni Kecamatan Air Rami dan Teramang Jaya," kata Petugas Monitoring dan Evaluasi "Global Fund" Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Ruli Herlindo, di Mukomuko, Minggu.
Ia mengatakan, sedangkan kecamatan yang berada pada zona kuning, yakni Kecamatan Ipuh, Kecamatan Kota Mukomuko dan Kecamatan V Koto, sisanya berada pada zona hijau.
Ia menjelaskan, perlakuan petugas kesehatan terhadap wilayah yang berada pada zona merah, kuning dan hijau itu berbeda-beda.
Apabila di wilayah yang berada pada zona hijau, katanya, maka tindakan petugas kesehatan yang menemukan warga positif malaria adalah dengan cara melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
Kemudian, lanjutnya, kegiatan di wilayah yang berada pada zona kuning berupa pembagian kelambu gratis dari pemerintah pusat.
Sedangkan, lanjutnya, tindakan petugas di wilayah yang berada pada zona merah, selain kegiatan PE dan pembagian kelambu di setiap rumah penduduk, juga berfokus kegiatan di wilayah yang berada pada zona merah itu agar berubah menjadi hijau.
Ia mengatakan, instansi itu melakukan kegiatan pendekatan di dua kecamatan yang berada di zona merah tersebut. Selanjutnya diharapkan tidak ada penambahan kasus malaria setelah kegiatan pembagian kelambu.
Pewarta : Ferri Arianto
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kadar kalsium tinggi selama kehamilan kurangi risiko depresi pada anak
07 September 2025 14:33 WIB, 2025
Pusat Penelitian CIFOR ICRAF kenalkan teknologi pemetaan bentang lahan di Sumsel
22 April 2025 16:44 WIB, 2025
Kementerian ATR lakukan penelitian terkait penerbitan HGB pagar laut
24 January 2025 10:01 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB