Dinsos: Program jam malam minimalisasi kenakalan remaja
Minggu, 26 Februari 2017 23:58 WIB
Ilustrasi (Foto IST)
Pangkalpinang (Antarasumsel.com) - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mikron Antariksa mengatakan program jam malam bagi anak-anak atau siswa yang diberlakukan pemerintah kota berguna untuk meminimalisasi kenakalan remaja.
"Program jam malam atau Maghrib di masjid sangat bagus dan sebagai bukti kongkrit kepedulian pemkot terhadap masa depan anak-anak. Akan tetapi semua ini akan jadi sia-sia jika tanpa adanya dukungan masyrakat," ujarnya di Pangkalpinang, Minggu.
Menurut dia, untuk meminimalisasi tindak kekerasan, seks bebas maupun tindak pidana yang dilakukan anak-anak, maka seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah harus bekerja dengan ekstra waktu.
"Apabila kita hanya mengandalkan program maka permasalahan tersebut tidak akan pernah terselesaikan seperti yang diharapkan, maka harus ada partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk membantu pemerintah dengan cara mengawasi dan mendidik anak-anak di rumah dengan pendidikan religius serta mengarahkan kepada hal-hal yang positif," ujarnya.
Dikatakannya, langkah pasti dari Dinsos yakni akan sering melakukan sosialisasi baik di sekolah atau menyentuh langsung ke lingkungannya untuk memberikan pengetahuan bahwa anak-anak ini memiliki haknya.
"Kami di sini sifatnya lebih kepada perlindungan anak-anak untuk mendapatkan haknya seperti hak untuk sekolah, hak bermain dan lain sebagainya," katanya.
"Program jam malam atau Maghrib di masjid sangat bagus dan sebagai bukti kongkrit kepedulian pemkot terhadap masa depan anak-anak. Akan tetapi semua ini akan jadi sia-sia jika tanpa adanya dukungan masyrakat," ujarnya di Pangkalpinang, Minggu.
Menurut dia, untuk meminimalisasi tindak kekerasan, seks bebas maupun tindak pidana yang dilakukan anak-anak, maka seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah harus bekerja dengan ekstra waktu.
"Apabila kita hanya mengandalkan program maka permasalahan tersebut tidak akan pernah terselesaikan seperti yang diharapkan, maka harus ada partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk membantu pemerintah dengan cara mengawasi dan mendidik anak-anak di rumah dengan pendidikan religius serta mengarahkan kepada hal-hal yang positif," ujarnya.
Dikatakannya, langkah pasti dari Dinsos yakni akan sering melakukan sosialisasi baik di sekolah atau menyentuh langsung ke lingkungannya untuk memberikan pengetahuan bahwa anak-anak ini memiliki haknya.
"Kami di sini sifatnya lebih kepada perlindungan anak-anak untuk mendapatkan haknya seperti hak untuk sekolah, hak bermain dan lain sebagainya," katanya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Banyuasin tangkap dua tersangka pembunuhan berencana dua remaja di Talang Kelapa
07 September 2026 12:41 WIB
PB PABSI kirim tiga lifter ke Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2026
04 August 2026 19:55 WIB
TikTok komitmen patuhi PP Tunas, siap atur ulang akun remaja di bawah 16 tahun
28 March 2026 10:02 WIB
Seorang pendaki remaja terjatuh di Gunung Rinjani, jasad dievakuasi tim SAR
11 December 2025 8:07 WIB
SAR Palembang cari seorang remaja yang tenggelam di Sungai Kelingi Lubuk Linggau
16 October 2025 17:20 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB