Empat mesin cuci darah RSUD Curup rusak
Minggu, 19 Februari 2017 22:05 WIB
Ilustrasi- proses cuci darah di ruang hemodialisa RSPMI.(ANTARA/Jafkhairi/17)
Rejang Lebong (Antarasumsel.com) - Manajemen RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan empat dari 17 unit mesin cuci darah tidak bisa difungsikan karena mengalami kerusakan.
"Jumlah mesin cuci darah yang kita miliki sebanyak 17 unit, tetapi empat unit dalam kondisi rusak dan tidak dapat dipergunakan. Walaupun mesin cuci darah ini tinggal 13 unit, namun tidak mempengaruhi pelayanan pasien cuci darah," kata Kasi Pelayanan Medis RSUD Curup, Yan Darwin di Rejang Lebong, Minggu.
Mesin cuci darah yang mengalami kerusakan itu kata dia, belum dilakukan perbaikan, karena di daerah itu tidak ada teknisi yang bisa memperbaikinya dan harus dikirim ke Jakarta.
Untuk itu dia berharap mesin cuci darah yang rusak ini nantinya bisa dikirim ke Jakarta sehingga bisa membantu pelayanan pasien penderita gagal ginjal cuci darah yang jumlahnya mencapai 85 orang dan setiap minggu melakukan cuci darah.
"Jumlah pasien cuci darah yang berobat ke RSUD Curup jumlahnya sebanyak 85 orang, dengan pemakaian 660 kali. Pelayanan cuci darah ini masih bisa dilayani oleh 13 unit mesin cuci darah yang ada di RSUD Curup," ujarnya.
Sementara itu besaran biaya cuci darah yang dikenakan kepada pasien tambah dia, sejak Juni 2016 lalu sudah mengalami penurunan, jika sebelumnya sebesar Rp905.000 menjadi Rp795.000 untuk setiap kali pelayanan cuci darah.
Penurunan biaya cuci darah itu sendiri kata Yan Darwin berdasarkan kebijakan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan pada 2016 lalu baik untuk pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan maupun pasien umum.
"Jumlah mesin cuci darah yang kita miliki sebanyak 17 unit, tetapi empat unit dalam kondisi rusak dan tidak dapat dipergunakan. Walaupun mesin cuci darah ini tinggal 13 unit, namun tidak mempengaruhi pelayanan pasien cuci darah," kata Kasi Pelayanan Medis RSUD Curup, Yan Darwin di Rejang Lebong, Minggu.
Mesin cuci darah yang mengalami kerusakan itu kata dia, belum dilakukan perbaikan, karena di daerah itu tidak ada teknisi yang bisa memperbaikinya dan harus dikirim ke Jakarta.
Untuk itu dia berharap mesin cuci darah yang rusak ini nantinya bisa dikirim ke Jakarta sehingga bisa membantu pelayanan pasien penderita gagal ginjal cuci darah yang jumlahnya mencapai 85 orang dan setiap minggu melakukan cuci darah.
"Jumlah pasien cuci darah yang berobat ke RSUD Curup jumlahnya sebanyak 85 orang, dengan pemakaian 660 kali. Pelayanan cuci darah ini masih bisa dilayani oleh 13 unit mesin cuci darah yang ada di RSUD Curup," ujarnya.
Sementara itu besaran biaya cuci darah yang dikenakan kepada pasien tambah dia, sejak Juni 2016 lalu sudah mengalami penurunan, jika sebelumnya sebesar Rp905.000 menjadi Rp795.000 untuk setiap kali pelayanan cuci darah.
Penurunan biaya cuci darah itu sendiri kata Yan Darwin berdasarkan kebijakan Menteri Kesehatan yang dikeluarkan pada 2016 lalu baik untuk pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan maupun pasien umum.
Pewarta : Nur Muhamad
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini kiat cuci pakaian di musim hujan agar cepat kering dan tidak bau
24 January 2025 14:47 WIB, 2025
Mengenal RenaCare, alat cuci darah lokal pertama dan kedua se-ASEAN
19 December 2024 12:17 WIB, 2024
Dokter kulit ingatkan pria harus rajin cuci muka dan pakai tabir surya
29 September 2023 17:53 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB