"Bumiyah dan Terbangan" tradisi adat khas Komering
Senin, 23 Januari 2017 18:13 WIB
Acara resepsi pernikahan adat Komering, Sumatera Selatan (ist)
OKU Timur, Sumsel (Antarasumsel.com) - "Bumiyah dan Terbangan" menjadi tradisi adat khas masyarakat Komering Sumatera Selatan pada saat acara seperti resepsi pernikahan, khajatan, khitanan, dan acara adat lainnya yang hingga kini terus dilestarikan.
Pemangku Adat Desa Rasuan Juhdi (gelar puji mangku negara di Rasuan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur), Minggu, mengatakan, Bumiyah merupakan acara muda-mudi yang biasa dilakukan menjelang suatu acara perkawinan.
"Bumiyah dilakukan diiringi lagu kemudian dua selendang silih berganti berpindah tangan antara pemuda dan pemudi. Jika pada saat lagunya berhenti, maka si pemuda atau pemudi yang memegang selendang akan diberi hukuman," katanya.
Ia mengatakan, untuk hukuman tersebut biasanya ditanyakan dahulu kepada para hadirin yang menyaksikan acara tersebut.
Sedangkan terbangan merupakan salah satu kesenian masyarakat Rasuan yang masih dilestarikan keberadaannya.
"Kegiatan terbangan biasanya dilakukan setelah selesai melakukan hajatan tertentu seperti selesai panen padi, panen buah duku dan selesai pengambilan ikan dilebak lebung," katanya.
Untuk para anak muda, khususnya masyarakat Komering harus terus melestarikan budaya-budaya peninggalan nenek moyang itu, katanya.
Pemangku Adat Desa Rasuan Juhdi (gelar puji mangku negara di Rasuan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur), Minggu, mengatakan, Bumiyah merupakan acara muda-mudi yang biasa dilakukan menjelang suatu acara perkawinan.
"Bumiyah dilakukan diiringi lagu kemudian dua selendang silih berganti berpindah tangan antara pemuda dan pemudi. Jika pada saat lagunya berhenti, maka si pemuda atau pemudi yang memegang selendang akan diberi hukuman," katanya.
Ia mengatakan, untuk hukuman tersebut biasanya ditanyakan dahulu kepada para hadirin yang menyaksikan acara tersebut.
Sedangkan terbangan merupakan salah satu kesenian masyarakat Rasuan yang masih dilestarikan keberadaannya.
"Kegiatan terbangan biasanya dilakukan setelah selesai melakukan hajatan tertentu seperti selesai panen padi, panen buah duku dan selesai pengambilan ikan dilebak lebung," katanya.
Untuk para anak muda, khususnya masyarakat Komering harus terus melestarikan budaya-budaya peninggalan nenek moyang itu, katanya.
Pewarta : Muhamad Syafei
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Exit Tol Keramasan dijaga ketat, Polres Ogan Ilir siap tindak premanisme dan pungli
12 March 2026 19:27 WIB
Simak jadwal one way dan contra flow arus mudik 2026 di ruas Tol Jakarta-Cikampek
11 March 2026 6:41 WIB
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB, 2025