BI bantah ada palu arit pada rupiah
Sabtu, 12 November 2016 20:24 WIB
Ilustrasi- Gambar Palu arit(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Padang, (ANTARA Sumsel) - Bank Indonesia membantah adanya gambar palu arit pada uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu sebagaimana informasi yang beredar di media sosial dalam 2 hari terakhir ini.
"Tidak benar ada ornamen palu dan arit di uang rupiah," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa pada setiap uang kertas rupiah yang masih berlaku mulai pecahan Rp1.000 sampai Rp100.000 terdapat unsur pengaman yang disebut "rectoverso" atau gambar saling isi.
Menurut dia, rectoverso pada uang kertas rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas di bawah angka nominal dan pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri.
Tirta Segara menegaskan bahwa rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas sehingga posisinya sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus, seperti gambar tidak beraturan.
Meski demikian, lanjut dia, apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya, akan terbentuk suatu gambar yang beraturan.
Pada setiap pecahan uang kertas rupiah, rectoverso membentuk ornamen lambang huruf BI yang merupakan singkatan dari Bank Indonesia.
Menurut dia, rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan dan saat ini selain digunakan pada uang kertas rupiah, juga digunakan oleh banyak negara.
"Uang kertas ringgit Malaysia rectoverso membentuk ornamen bunga, sedangkan uang kertas euro membentuk ornamen nilai nominal," katanya.
Oleh karena itu, dia menegaskan tidak benar rectoverso pada bagian belakang uang kertas rupiah 2014 merupakan gambar palu dan arit.
Sejak 2 hari terakhir ini beredar pesan di jejaring sosial yang menyatakan uang pecahan Rp100 ribu bergambar palu arit.
Pengguna internet asal Padang Nofrizal mengatakan bahwa persoalan itu harus segera dijelaskan oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam.
Sementara itu, warga Padang lainnya, Wahyu, menilai pihak yang beranggapan ada gambar palu arit pada uang kertas Rp100 ribu sebagai kekhawatiran yang terlalu berlebihan sehingga terkesan konyol.
"Saya lihat sendiri tidak benar ada logo palu arit. Silakan diterawang jelas terlihat ada logo BI," katanya.
"Tidak benar ada ornamen palu dan arit di uang rupiah," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa pada setiap uang kertas rupiah yang masih berlaku mulai pecahan Rp1.000 sampai Rp100.000 terdapat unsur pengaman yang disebut "rectoverso" atau gambar saling isi.
Menurut dia, rectoverso pada uang kertas rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas di bawah angka nominal dan pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri.
Tirta Segara menegaskan bahwa rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas sehingga posisinya sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus, seperti gambar tidak beraturan.
Meski demikian, lanjut dia, apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya, akan terbentuk suatu gambar yang beraturan.
Pada setiap pecahan uang kertas rupiah, rectoverso membentuk ornamen lambang huruf BI yang merupakan singkatan dari Bank Indonesia.
Menurut dia, rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan dan saat ini selain digunakan pada uang kertas rupiah, juga digunakan oleh banyak negara.
"Uang kertas ringgit Malaysia rectoverso membentuk ornamen bunga, sedangkan uang kertas euro membentuk ornamen nilai nominal," katanya.
Oleh karena itu, dia menegaskan tidak benar rectoverso pada bagian belakang uang kertas rupiah 2014 merupakan gambar palu dan arit.
Sejak 2 hari terakhir ini beredar pesan di jejaring sosial yang menyatakan uang pecahan Rp100 ribu bergambar palu arit.
Pengguna internet asal Padang Nofrizal mengatakan bahwa persoalan itu harus segera dijelaskan oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam.
Sementara itu, warga Padang lainnya, Wahyu, menilai pihak yang beranggapan ada gambar palu arit pada uang kertas Rp100 ribu sebagai kekhawatiran yang terlalu berlebihan sehingga terkesan konyol.
"Saya lihat sendiri tidak benar ada logo palu arit. Silakan diterawang jelas terlihat ada logo BI," katanya.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komnas HAM dukung langkah Panglima izinkan keturunan PKI jadi prajurit
03 April 2022 14:47 WIB, 2022
Benarkah Megawati minta Jokowi pecat Anggota TNI yang razia buku berbau PKI? Ini penjelasannya
27 June 2020 10:37 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Ketua DPD PDIP Sumsel instruksikan kader gotong royong bantu korban gempa NTT
15 August 2026 21:13 WIB
Kemenhut inisiasi pendekatan hukum 'multidoor' berantas kejahatan satwa liar ilegal
09 August 2026 10:51 WIB
KPK sita dokumen dari penggeledahan tiga lokasi kasus korupsi Pemkot Bengkulu
09 August 2026 10:30 WIB