Forki Sumatera Selatan fokus bina atlet muda
Rabu, 9 November 2016 15:15 WIB
Ilustrasi- Pertandingan Final cabang karate nomor komite putri kelas-51 kg. Pom Asean, Palembang .(Foto Antarasumsel.com/M Deden Baihaqi/14/I016)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Sumatera Selatan fokus membina atlet muda setelah gagal meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 di Jawa Barat.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Forki Sumsel Aliyudin Asral di Palembang, Rabu, mengatakan, atlet muda ini akan dibina secara serius untuk persiapan Sumsel mengikuti PON di Papua pada 2020.
"Saat ini sedang dilakukan konsolidasi ke dalam, pada prinsipnya Forki ke depan akan benar-benar fokus membina atlet muda," kata Aliyudin.
Ia mengatakan organisasi sudah menggagendakan kejuaraan daerah secara rutin dalam satu tahun hingga empat kali. Jika pun kekurangan dana, maka akan menggandeng sponsor dan donatur.
Selain itu, Forki juga berencana menggelar pemusatan daerah jangka panjang dengan memberikan kesempatan kepada atlet melakukan uji coba dan pertandingan ke dalam dan luar negeri.
Tak kalah penting, Forki juga akan memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pelatih karena sementara ini masih banyak pelatih yang bersertifikat standar nasional.
"Jika mau berprestasi tidak bisa tidak, harus benar-benar serius," kata dia.
Prestasi karate Sumsel cukup gemilang pada pada PON 2008 dengan meraih satu perak atas nama Meilina, dan satu perunggu melalui Ira Maya Sofa.
Namun pada PON XVIII di Riau 2012 mengalami kemerosotan menjadi hanya satu perunggu melalui Ira, dan puncaknya pada PON XIX di Jawa Barat dengan gagal meraih medali dari tiga atlet yang dikirimkan.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Forki Sumsel Aliyudin Asral di Palembang, Rabu, mengatakan, atlet muda ini akan dibina secara serius untuk persiapan Sumsel mengikuti PON di Papua pada 2020.
"Saat ini sedang dilakukan konsolidasi ke dalam, pada prinsipnya Forki ke depan akan benar-benar fokus membina atlet muda," kata Aliyudin.
Ia mengatakan organisasi sudah menggagendakan kejuaraan daerah secara rutin dalam satu tahun hingga empat kali. Jika pun kekurangan dana, maka akan menggandeng sponsor dan donatur.
Selain itu, Forki juga berencana menggelar pemusatan daerah jangka panjang dengan memberikan kesempatan kepada atlet melakukan uji coba dan pertandingan ke dalam dan luar negeri.
Tak kalah penting, Forki juga akan memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pelatih karena sementara ini masih banyak pelatih yang bersertifikat standar nasional.
"Jika mau berprestasi tidak bisa tidak, harus benar-benar serius," kata dia.
Prestasi karate Sumsel cukup gemilang pada pada PON 2008 dengan meraih satu perak atas nama Meilina, dan satu perunggu melalui Ira Maya Sofa.
Namun pada PON XVIII di Riau 2012 mengalami kemerosotan menjadi hanya satu perunggu melalui Ira, dan puncaknya pada PON XIX di Jawa Barat dengan gagal meraih medali dari tiga atlet yang dikirimkan.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Federasi Savate Indonesia resmi gabung KONI Sumsel, bakal dipertandingkan di Porprov 2027
12 December 2025 6:58 WIB
Piala Kakanwil Kemenkumham Sumsel dalam Kejurda Federasi Kempo sukses digelar
18 May 2024 16:43 WIB, 2024
Kejurda Federasi Kempo Indonesia perebutkan Piala Kakanwil Kemenkumham Sumsel
16 May 2024 20:09 WIB, 2024
Federasi sepak bola Meksiko tunjuk Diego Cocca sebagai pelatih timnas
11 February 2023 10:47 WIB, 2023
Putin dicopot sementara dari presiden kehormatan judo internasional
27 February 2022 19:39 WIB, 2022