Program 35.000mw di NTB terkendala lahan
Kamis, 27 Oktober 2016 15:03 WIB
Ilustrasi (FOTO ANTARA)
Mataram (ANTARA Sumsel) - Perseroan Terbatas PLN Wilayah Nusa Tenggara masih dihadapkan pada kendala pembebasan lahan dalam melaksanakan program kelistrikan nasional sebesar 35.000 mega watt hingga tahun 2019.
General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Karyawan Aji, di Mataram, Kamis, mengatakan pihaknya akan membangun sebanyak 1.070 tapak tower untuk mendukung pemasangan jaringan transmisi listrik Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Ribuan tapak tower tersebut tersebar di Pulau Lombok sebanyak 350 unit dan 765 unit di Pulau Sumbawa.
"Sebanyak 50 tower di Pulau Lombok dan 185 tower di Pulau Sumbawa belum bisa dibangun karena masih ada permasalahan pembebasan lahan," katanya pada acara silaturahmi karyawan PLN di NTB dengan Wakil Gubernut NTB H Muhammad Amin, dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-71 di kantor Gubernur NTB.
PLN juga akan melakukan interkoneksi jaringan transmisi di Bima dan Sumbawa. Interkoneksi jaringan ini tentunya akan memperkuat sistem kelistrikan yang ada.
Menurut Karyawan, jika proses pembebasan lahan tidak rampung hingga 2019, dikhawatirkan sejumlah daerah di Pulau Lombok, seperti di kawasan wisata Senggigi, akan gelap gulita karena jaringan listriknya belum terbangun sesuai rencana.
Di sisi lain, PLN Wilayah NTB dituntut untuk menyediakan energi listrik dalam jumlah mencukupi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, seiring perekonomian dan perkembangan, khususnya pariwisata NTB.
PLN Wilayah NTB sudah membuat proyeksi guna memenuhi kebutuhan energi listrik hingga tahun 2019 dengan membangun beberapa pembangkit baru dan mengembangkan jaringan transmisi. Pembangunan ini masuk ke dalam program 35.000 MW yang menjadi program Presiden Joko Widodo.
Di Pulau Lombok, akan membangun beberapa pembangkit, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) IPP di Lombok Timur berkapasitas 2x25 MW yang akan selesai pada awal tahun 2017. Selain itu, PLTU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2019.
Di Pulau Sumbawa, PLN juga akan membangun beberapa pembangkit, di antaranya PLTU berkapasitas 2x7 MW di Sumbawa Barat yang akan beroperasi pada tahun 2017, PLTMG berkapasitas 50 MW di Badas yang akan selesai pada tahun 2018. Di Bima PLN juga sedang membangun PLTU berkapasitas 2x10 MW dan PLTMG berkapasitas 50 MW yang akan beroperasi pada tahun 2018.
"Niat dan rencana kami untuk membangun kelistrikan NTB, untuk mewujudkan Nusa Terang Benderang tentunya tidak akan selesai hanya dengan kerja kami di PLN saja, perlu dukungan semua pihak," kata Karyawan.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, akan membahas masalah pembebasan lahan tersebut dengan para kepala daerah. Sebab, listrik menjadi salah satu faktor penentu bergeraknya perekonomian daerah.
General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Karyawan Aji, di Mataram, Kamis, mengatakan pihaknya akan membangun sebanyak 1.070 tapak tower untuk mendukung pemasangan jaringan transmisi listrik Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Ribuan tapak tower tersebut tersebar di Pulau Lombok sebanyak 350 unit dan 765 unit di Pulau Sumbawa.
"Sebanyak 50 tower di Pulau Lombok dan 185 tower di Pulau Sumbawa belum bisa dibangun karena masih ada permasalahan pembebasan lahan," katanya pada acara silaturahmi karyawan PLN di NTB dengan Wakil Gubernut NTB H Muhammad Amin, dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-71 di kantor Gubernur NTB.
PLN juga akan melakukan interkoneksi jaringan transmisi di Bima dan Sumbawa. Interkoneksi jaringan ini tentunya akan memperkuat sistem kelistrikan yang ada.
Menurut Karyawan, jika proses pembebasan lahan tidak rampung hingga 2019, dikhawatirkan sejumlah daerah di Pulau Lombok, seperti di kawasan wisata Senggigi, akan gelap gulita karena jaringan listriknya belum terbangun sesuai rencana.
Di sisi lain, PLN Wilayah NTB dituntut untuk menyediakan energi listrik dalam jumlah mencukupi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, seiring perekonomian dan perkembangan, khususnya pariwisata NTB.
PLN Wilayah NTB sudah membuat proyeksi guna memenuhi kebutuhan energi listrik hingga tahun 2019 dengan membangun beberapa pembangkit baru dan mengembangkan jaringan transmisi. Pembangunan ini masuk ke dalam program 35.000 MW yang menjadi program Presiden Joko Widodo.
Di Pulau Lombok, akan membangun beberapa pembangkit, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) IPP di Lombok Timur berkapasitas 2x25 MW yang akan selesai pada awal tahun 2017. Selain itu, PLTU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2019.
Di Pulau Sumbawa, PLN juga akan membangun beberapa pembangkit, di antaranya PLTU berkapasitas 2x7 MW di Sumbawa Barat yang akan beroperasi pada tahun 2017, PLTMG berkapasitas 50 MW di Badas yang akan selesai pada tahun 2018. Di Bima PLN juga sedang membangun PLTU berkapasitas 2x10 MW dan PLTMG berkapasitas 50 MW yang akan beroperasi pada tahun 2018.
"Niat dan rencana kami untuk membangun kelistrikan NTB, untuk mewujudkan Nusa Terang Benderang tentunya tidak akan selesai hanya dengan kerja kami di PLN saja, perlu dukungan semua pihak," kata Karyawan.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, akan membahas masalah pembebasan lahan tersebut dengan para kepala daerah. Sebab, listrik menjadi salah satu faktor penentu bergeraknya perekonomian daerah.
Pewarta : Awaludin
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca ekstrem padamkan listrik di Lahat, PLN ULP Lembayung terjunkan 31 personel
20 August 2026 13:41 WIB
Presiden Prabowo perintahkan BUMN pangkas anak-cucu perusahaan demi efisiensi
10 August 2026 8:09 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB