BNPP tingkatkan kapasitas potensi SAR Daerah
Kamis, 27 Oktober 2016 1:43 WIB
Ilustrasi- . Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memberikan materi pendidikan dan pelatihan teknik evakuasi korban di air(Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Tulungagung (ANTARA Sumsel) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memberikan materi pendidikan dan pelatihan teknik evakuasi korban di air kepada puluhan anggota perwakilan potensi SAR dari 12 kabupaten/kota se-eks-Karesidenan Kediri dan Madiun, Jawa Timur.
"Tujuan digelarnya pelatihan ini selain memang program BNPP pusat juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi air dan kapasitas potensi SAR di daerah," kata Kabid Potensi BNPP Kantor SAR Surabaya, Gatot Ibnu Wibisono dikonfirmasi usai pelatihan SAR "water rescue" di Waduk Wonorejo, Tulungagung, Rabu.
Gatot menjelaskan, pemilihan tema "water rescue" disebabkan tingginya potensi dan kasus-kasus evakuasi korban yang berhubungan dengan air, seperti korban tenggelam di sungai, banjir, terseret ombak maupun kasus-kasus lainnya.
Menurut dia, tingginya potensi kejadian yang membutuhkan tindakan evakuasi korban di air di wilayah kerja BNPP Pos SAR Trenggalek, mulai dari Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi dan Magetan menyebabkan petugas SAR yang ada acapkali kewalahan.
Selain faktor luasnya area yang ditangani, Gatot menyebut minimnya tenaga BNPP di Pos SAR Trenggalek menyebabkan kecepatan, efektifitas dan daya jangkau penanganan tidak optimal.
"Solusinya ya hanya dengan memaksimalkan jaringan potensi SAR di masing-masing daerah. Baik itu dari unsur BPBD (badan penanggulangan bencana daerah), Polri, TNI, RAPI, Orari, pramuka, banser maupun lainnya," paparnya.
Ia berharap, melalui pengembangan kapasitas dan kapabilitas dalam melakukan tindakan pencarian dan pertolongan ke depan jaringan potensi SARdi setiap daerah bisa melakukan tindakan awal pertolongan ataupun evakuasi sementara menunggu tim BNPP tiba di lokasi setelah mendapat laporan/informasi dari masyarakat maupun lembaga terkait.
"Potensi SAR juga bisa membantu tim BNPP saat melakukan operasi lapangan, karena prinsipnya saat sudah di lapangan begitu tindakan evakuasi dan pertolongan dilakukan secara bersama-sama dan saling bekerja sama," ujarnya.
Gatot mengatakan, pelatihan SAR dengan tema "water rescue" telah dimulai sejak Selasa (25/10) hingga Kamis (27/10).
Pada hari kedua, setelah sehari sebelumnya resmi di buka di kantor BNPP Pos SAR Trenggalek yang dihadiri Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forpimda, pelatihan difokuskan pada materi pengenalan alat perahu karet, latihan fisik dengan teknik "run-swim-run" (lari-renang-lari), serta pengenalan medan di area Waduk Wonorejo.
Puncak acara pelatihan selanjutnya digelar Kamis (27/10) dengan melakukan simulasi final teknik penyelamatan korban di air yang sesuai skenario akan dilakukan oleh 71 peserta dari perwakilan potensi SAR di 12 kabupaten/kota se-eks-Karesidenan Kediri dan Madiun yang dibagi dalam enam hingga tujuh kelompok kecil.
"Tujuan digelarnya pelatihan ini selain memang program BNPP pusat juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi air dan kapasitas potensi SAR di daerah," kata Kabid Potensi BNPP Kantor SAR Surabaya, Gatot Ibnu Wibisono dikonfirmasi usai pelatihan SAR "water rescue" di Waduk Wonorejo, Tulungagung, Rabu.
Gatot menjelaskan, pemilihan tema "water rescue" disebabkan tingginya potensi dan kasus-kasus evakuasi korban yang berhubungan dengan air, seperti korban tenggelam di sungai, banjir, terseret ombak maupun kasus-kasus lainnya.
Menurut dia, tingginya potensi kejadian yang membutuhkan tindakan evakuasi korban di air di wilayah kerja BNPP Pos SAR Trenggalek, mulai dari Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi dan Magetan menyebabkan petugas SAR yang ada acapkali kewalahan.
Selain faktor luasnya area yang ditangani, Gatot menyebut minimnya tenaga BNPP di Pos SAR Trenggalek menyebabkan kecepatan, efektifitas dan daya jangkau penanganan tidak optimal.
"Solusinya ya hanya dengan memaksimalkan jaringan potensi SAR di masing-masing daerah. Baik itu dari unsur BPBD (badan penanggulangan bencana daerah), Polri, TNI, RAPI, Orari, pramuka, banser maupun lainnya," paparnya.
Ia berharap, melalui pengembangan kapasitas dan kapabilitas dalam melakukan tindakan pencarian dan pertolongan ke depan jaringan potensi SARdi setiap daerah bisa melakukan tindakan awal pertolongan ataupun evakuasi sementara menunggu tim BNPP tiba di lokasi setelah mendapat laporan/informasi dari masyarakat maupun lembaga terkait.
"Potensi SAR juga bisa membantu tim BNPP saat melakukan operasi lapangan, karena prinsipnya saat sudah di lapangan begitu tindakan evakuasi dan pertolongan dilakukan secara bersama-sama dan saling bekerja sama," ujarnya.
Gatot mengatakan, pelatihan SAR dengan tema "water rescue" telah dimulai sejak Selasa (25/10) hingga Kamis (27/10).
Pada hari kedua, setelah sehari sebelumnya resmi di buka di kantor BNPP Pos SAR Trenggalek yang dihadiri Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forpimda, pelatihan difokuskan pada materi pengenalan alat perahu karet, latihan fisik dengan teknik "run-swim-run" (lari-renang-lari), serta pengenalan medan di area Waduk Wonorejo.
Puncak acara pelatihan selanjutnya digelar Kamis (27/10) dengan melakukan simulasi final teknik penyelamatan korban di air yang sesuai skenario akan dilakukan oleh 71 peserta dari perwakilan potensi SAR di 12 kabupaten/kota se-eks-Karesidenan Kediri dan Madiun yang dibagi dalam enam hingga tujuh kelompok kecil.
Pewarta : Destyan Handri Sujarwoko
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menyambut senja tanpa ponsel di tapal batas Indonesia - Timor Leste
17 November 2023 11:19 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tiket mudik gratis Lebaran 2026 Kota Medan ludes, 4.000 peserta siap berangkat
13 March 2026 8:41 WIB
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu 11 Maret 2026, waspadai hujan ringan pada siang hari
11 March 2026 8:41 WIB