Guru Besar: Biomassa belum dimanfaatkan secara optimal
Senin, 24 Oktober 2016 12:31 WIB
Ilustrasi-Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) . (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Guru Besar Fakultas Teknik Unsri Palembang Prof Sri Haryati mengatakan, biomassa atau energi terbarukan di Sumatera Selatan belum dimanfaatkan secara optimal padahal potensi cukup besar.
Potensi biomassa yang dapat digunakan sebagai sumber energi jumlahnya melimpah, kata dia dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu teknik kimia pada Fakultas Teknik Unsri di Palembang, Senin.
Dalam orasinya yang berjudul Peningkatan Nilai Tambah Sumber Daya Alam Hayati dengan Implementasi Proses Agrokimia Teknologi Biorefinery dikatakan, bahkan sumber biomassa dianggap limbah antara lain kulit kayu gelam dan tanaman air apu - apu.
Begitu juga yang berasal dari hewan atau tumbuhan semuanya potensial untuk dikembangkan, ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu pemanfaatan energi terbarukan itu sebagai kapasitor energi listrik.
Penyimpanan energi listrik dapat oleh kapasitor, baterai dan superkapasitor, kata dia.
Dia mengatakan, baterai memiliki kemampuan untuk menyimpan energi tinggi namun dayanya cukup kecil.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai superkapasator bahan baku energi terbarukan antara lain konversi kulit kayu gelam menjadi kapasitor lapis ganda elektrokimia, ujar dia.
Menurut dia, selain itu pemanfaatan limbah biomassa juga dapat digunakan dalam teknologi biorefinery menjadi produk energi seperti kayu jelutung menjadi briket.
Selain itu juga produk teknologi biorefinery atau kegiatan industri dapat dimanfaatkan dalam mengatasi berbagai masalah lingkungan atau memurnikan limbah, ujar dia.
(U005)
Potensi biomassa yang dapat digunakan sebagai sumber energi jumlahnya melimpah, kata dia dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu teknik kimia pada Fakultas Teknik Unsri di Palembang, Senin.
Dalam orasinya yang berjudul Peningkatan Nilai Tambah Sumber Daya Alam Hayati dengan Implementasi Proses Agrokimia Teknologi Biorefinery dikatakan, bahkan sumber biomassa dianggap limbah antara lain kulit kayu gelam dan tanaman air apu - apu.
Begitu juga yang berasal dari hewan atau tumbuhan semuanya potensial untuk dikembangkan, ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu pemanfaatan energi terbarukan itu sebagai kapasitor energi listrik.
Penyimpanan energi listrik dapat oleh kapasitor, baterai dan superkapasitor, kata dia.
Dia mengatakan, baterai memiliki kemampuan untuk menyimpan energi tinggi namun dayanya cukup kecil.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai superkapasator bahan baku energi terbarukan antara lain konversi kulit kayu gelam menjadi kapasitor lapis ganda elektrokimia, ujar dia.
Menurut dia, selain itu pemanfaatan limbah biomassa juga dapat digunakan dalam teknologi biorefinery menjadi produk energi seperti kayu jelutung menjadi briket.
Selain itu juga produk teknologi biorefinery atau kegiatan industri dapat dimanfaatkan dalam mengatasi berbagai masalah lingkungan atau memurnikan limbah, ujar dia.
(U005)
Pewarta :
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kilang Plaju Palembang resmi luncurkan Biosolar B50, dukung kemandirian energi
22 July 2026 15:26 WIB
Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan listrik, sebut Indonesia "Rising Giant"
09 April 2026 17:23 WIB
Potensi geothermal Indonesia melimpah, Wamendiktisaintek Stella Christie dorong riset strategis nasional
07 April 2026 7:02 WIB
Antisipasi krisis Selat Hormuz, pemerintah percepat penghentian PLTD dan PLTU solar
13 March 2026 8:49 WIB
Dorong transisi industri hijau, PT OKI Pulp & Paper Mills paparkan inisiatif energi terbarukan di AIGIS 2025
22 August 2025 20:45 WIB, 2025
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB