Konsumen minati Pertamax dan Pertalite
Kamis, 8 September 2016 16:18 WIB
Ilustrasi - Petugas SPBU sedang mengisi kendaraan bahan bakar pertamax (FOTO ANTARA)
Jakarta(ANTARA Sumsel) - Kalangan konsumen bahan bakar minyak (BBM) mengungkapkan lebih berminat menggunakan Pertamax dan Pertalite dibandingkan premium.
Oki yang sehari-harinya seorang pengusaha saat ditemui di Jakarta, Kamis menyatakan, sehari-hari menggunakan Pertamax untuk kendaraannya.
Selain karena memang tuntutannya harus menggunakan Pertamax, tambahnya, jenis bahan bakar khusus (BBK) tersebut memang membuat mobilnya semakin nyaman dikendarai.
Menurut dia, dengan semakin tinggi oktan, maka pembakaran memang semakin sempurna, sehingga mesin semakin efisien dan lifetime juga semakin panjang.
Karena keunggulan Pertamax itulah, Oki juga mengaku, saat ini mulai melirik Pertamax Turbo.
"Sekarang lagi seneng-senengnya pakai Pertamax Turbo. Lebih terasa entengnya," katanya.
Selain Pertamax, dia juga mempergunakan Pertalite untuk kendaraan lain miliknya. Alasannya, nilai oktannya lebih tinggi dibandingkan Premium, dan diyakini bahwa BBK ini masih bisa diandalkan untuk merawat kedua kendarannya yang usianya termasuk tua itu.
Senada dengan itu Rosje Bonang, karyawati perusahaan pelayaran mengaku senang menggunakan Pertamax dibandingkan Premium. Ditemui di sebuah SPBU dia mengatakan, Pertamax membuat tarikan mobilnya lebih enteng dan mesin juga lebih halus.
"Nyaman sekali. Ini fakta yang saya rasakan sendiri," kata warga Cibinong tersebut.
Selain membuat mesin lebih awet, lanjut Rosje, Pertamax ternyata juga lebih irit dibandingkan Premium, meskipun harga per liternya lebih tinggi.
Namun, lanjutnya, jika dihitung konsumsi bahan bakar per kilometer, ternyata Premium malah lebih boros ketimbang Pertamax. "Misalnya Premium 1:9, maka Pertamax bisa mencapai 1:11,5. Kan jauh lebih hemat," kata Rosje.
Didi, wiraswasta asal Jemursari Surabaya mengatakan, sebelumnya selalu mempergunakan Premium, namun sejak tiga tahun lalu beralih ke Pertamax.
Dia mengakui keunggulan Pertamax dibandingkan Premium yakni kendaraan lebih enak dikendarai, mesin jauh lebih halus dan tarikannya ringan.
"Dulu waktu pakai Premium, orang bengkel suka bilang kalau ada jelaga, sekarang tidak lagi," kata pemilik Suzuki Sx4 itu.
Oleh karena itu, Didi mengaku lebih aman berkendara, baik ketika berkunjung ke lokasi pertambakan di daerah Ujung Pangkah Gresik maupun saat berada di jalan tol.
"Karena pengaruh Pertamax yang baik kepada mesin, saya pun merasa safe. Apalagi saya nyetir sendiri," katanya.
Karyawati Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Wonosobo, Jawa Tengah, Sedyaningtyas juga mengaku lebih nyaman menggunakan Pertalite dibandingkan Premium.
Dia mengatakan, menggunakan Pertalite sejak setahun terakhir dan lebih enak untuk sepeda motornya. Terlebih di daerah Wonosobo yang berada di kaki Gunung Sindoro dan Sumbing, yang beberapa topografinya terdapat tanjakan dan turunan.
Oki yang sehari-harinya seorang pengusaha saat ditemui di Jakarta, Kamis menyatakan, sehari-hari menggunakan Pertamax untuk kendaraannya.
Selain karena memang tuntutannya harus menggunakan Pertamax, tambahnya, jenis bahan bakar khusus (BBK) tersebut memang membuat mobilnya semakin nyaman dikendarai.
Menurut dia, dengan semakin tinggi oktan, maka pembakaran memang semakin sempurna, sehingga mesin semakin efisien dan lifetime juga semakin panjang.
Karena keunggulan Pertamax itulah, Oki juga mengaku, saat ini mulai melirik Pertamax Turbo.
"Sekarang lagi seneng-senengnya pakai Pertamax Turbo. Lebih terasa entengnya," katanya.
Selain Pertamax, dia juga mempergunakan Pertalite untuk kendaraan lain miliknya. Alasannya, nilai oktannya lebih tinggi dibandingkan Premium, dan diyakini bahwa BBK ini masih bisa diandalkan untuk merawat kedua kendarannya yang usianya termasuk tua itu.
Senada dengan itu Rosje Bonang, karyawati perusahaan pelayaran mengaku senang menggunakan Pertamax dibandingkan Premium. Ditemui di sebuah SPBU dia mengatakan, Pertamax membuat tarikan mobilnya lebih enteng dan mesin juga lebih halus.
"Nyaman sekali. Ini fakta yang saya rasakan sendiri," kata warga Cibinong tersebut.
Selain membuat mesin lebih awet, lanjut Rosje, Pertamax ternyata juga lebih irit dibandingkan Premium, meskipun harga per liternya lebih tinggi.
Namun, lanjutnya, jika dihitung konsumsi bahan bakar per kilometer, ternyata Premium malah lebih boros ketimbang Pertamax. "Misalnya Premium 1:9, maka Pertamax bisa mencapai 1:11,5. Kan jauh lebih hemat," kata Rosje.
Didi, wiraswasta asal Jemursari Surabaya mengatakan, sebelumnya selalu mempergunakan Premium, namun sejak tiga tahun lalu beralih ke Pertamax.
Dia mengakui keunggulan Pertamax dibandingkan Premium yakni kendaraan lebih enak dikendarai, mesin jauh lebih halus dan tarikannya ringan.
"Dulu waktu pakai Premium, orang bengkel suka bilang kalau ada jelaga, sekarang tidak lagi," kata pemilik Suzuki Sx4 itu.
Oleh karena itu, Didi mengaku lebih aman berkendara, baik ketika berkunjung ke lokasi pertambakan di daerah Ujung Pangkah Gresik maupun saat berada di jalan tol.
"Karena pengaruh Pertamax yang baik kepada mesin, saya pun merasa safe. Apalagi saya nyetir sendiri," katanya.
Karyawati Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Wonosobo, Jawa Tengah, Sedyaningtyas juga mengaku lebih nyaman menggunakan Pertalite dibandingkan Premium.
Dia mengatakan, menggunakan Pertalite sejak setahun terakhir dan lebih enak untuk sepeda motornya. Terlebih di daerah Wonosobo yang berada di kaki Gunung Sindoro dan Sumbing, yang beberapa topografinya terdapat tanjakan dan turunan.
Pewarta : Subagyo
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga dukung debut Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika
01 May 2026 20:31 WIB
Pertamina sesuaikan harga Pertamax Turbo dan Dexlite per April 2026, berikut rinciannya
27 April 2026 10:17 WIB
Imbas ketegangan Iran dan AS, pemerintah segera putuskan harga baru Pertamax
17 April 2026 14:56 WIB
Pertamina Patra Niaga: Konsumsi Pertamax melonjak 33,9 persen selama periode Lebaran 2026
28 March 2026 21:08 WIB
Pertamina Patra Niaga tebar promo spesial BBM dan Bright Gas selama Lebaran 2026
26 March 2026 19:43 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB