Palembang, 29/1 (Antara) - Dua dari 17 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan menetapkan status daerahnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue.

"Dua daerah itu yakni Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Ogan Komering Ilir menetapkan status KLB Demam Berdarah Dengue karena dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan penderita yang cukup tinggi dan mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini, di Palembang, Jumat.

Dia menjelaskan, status KLB demam berdarah ditetapkan oleh kedua pemerintah daerah tersebut untuk mencegah terus terjadinya peningkatan jumlah penderita dan korban jiwa.

Status tersebut diharapkan tidak membuat masyarakat resah dan justru sebaliknya dapat memotivasi berperan aktif melakukan berbagai langkah pencegahan.

Untuk mencegah penyakit yang biasa mewabah pada setiap musim hujan itu, masyarakat diimbau melakukan kegiatan pembersihan lingkungan tempat tinggal, kerja, dan sekolah dari hal-hal yang bisa menjadi sarang nyamuk penyebar virus penyebab DBD.

Kemudian melakukan kegiatan menutup tempat penampungan air bersih, menguras secara rutin tempat penampungan air dan memberi bubuk pembasmi jentik nyamuk, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan, katanya.

Sementara mengenai jumlah penderita DBD secara keseluruhan di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu hingga kini tercatat 586 orang yang sembilan orang di antaranya meninggal dunia.

Melalui kewaspadaan yang tinggi dan berbagai tindakan pencegahan, jumlah penderita dan korban jiwa akibat serangan DBD yang dikhawatirkan dapat terus meningkat karena hujan masih sangat sering turun hingga Februari nanti dapat dikendalikan, kata Lesty.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Palembang Anton Suwindro mengatakan jumlah penderita DBD pada Januari 2016 ini bergerak naik sehingga perlu ditingkatkan kegiatan penanggulangan dan pencegahannya.

"Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah rumah sakit hingga penghujung bulan ini tercatat 100 kasus demam berdarah dengue (DBD), meskipun pergerakannya tidak terlalu cepat, kondisi tersebut perlu diwaspadai dengan melakukan berbagai tindakan yang bisa mengendalikan peningkatan penderita penyakit yang mewabah pada setiap musim hujan itu," ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan kondisi tempat/lingkungan dan budaya masyarakat (topografi) kota ini serta siklus tahunan diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit demam berdarah pada Januari hingga Maret 2016.

Dalam kurun waktu tiga bulan ke depan diimbau kepada seluruh warga Bumi Sriwijaya ini agar lebih meningkatkan kewaspadaan dari serangan wabah penyakit yang dapat mengakibatkan penderitanya meninggal dunia itu.

Sementara untuk membantu warga kota yang terserang penyakit tersebut, menurut Anton, sekarang ini seluruh rumah sakit dan puskesmas di kota ini telah disiagakan sehingga sewaktu-waktu ada yang datang mengeluhkan penyakit yang cirinya mirip dengan DBD bisa dilakukan tindakan yang cepat dan tepat.

Dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan dan penanganan pasien terindikasi terserang DBD secara cepat dan tepat diharapkan jumlah penderita penyakit tersebut dapat dikendalikan dan tidak seperti yang terjadi pada 2015 yang angkanya mencapai 980 kasus, kata kadinkes. ***4***(Y009)

(T.Y009/B/I007/I007) 29-01-2016 21:05:53