DPRD Sumsel bentuk Pansus bahas BOT
Senin, 18 Januari 2016 16:04 WIB
Anggota DPRD Sumsel Novran Marjani (Foto: antarasumsel.com/Susilawati/16)
Palembang (ANTARA Sumsel) - DPRD Sumatera Selatan akan membentuk dua panitia khusus dalam membahas bangun guna serah atau build operate and transfer/BOT Pasar Cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar.
"Untuk membahas BOT itu nanti kita bentuk dua pansus yakni pansus Pasar Cinde dan pansus eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar," kata Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan Nopran Marjani di Palembang, Senin.
Menurut dia, untuk pembahasan BOT itu diberi waktu sekitar satu bulan sampai 11 Februari mendatang.
Tentunya pansus-pansus itu akan meneliti apa-apa yang menjadi landasan hukumnya, dikaji semuanya, kata wakil rakyat tersebut.
Ia mengatakan, nanti untuk BOT tersebut tentunya ada keputusan DPRD melalui paripurna, setelah itu baru bisa melanjutkan ke pihak ketiga.
Sementara Sekda Pemprov Sumatera Selatan Mukti Sulaiman menjelaskan, ada dua bangunan yang mau BOT yakni Pasar Cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar sudah dimatangkan beberapa hari lalu oleh biro hukum, instansi terkait dan mitra yang akan membangun.
Gubernur sudah melakukan paparan beberapa waktu lalu dan nanti disampaikan pada paripurna untuk BOT ini yang akan dibahas bersama dengan DPRD Sumsel melalui pansus, ujarnya.
Ia menyatakan, tentunya di pansus itu yang akan membahas berapa tahun kontraknya, mengenai bagi hasil dan lainnya.
Sementara mengenai pedagang di pasar Cinde ia menuturkan, selama pembangunan dilaksanakan akan dialihkan ke lokasi eks bioskop Cineplek. Kemudian para pedagang ini nantinya juga tetap menjadi prioritas untuk mendapatkan lapak yang baru setelah pasar modern Pasar Cinde tersebut selesai dibangun.
Setelah pembahasan BOT di DPRD Sumsel ini selesai maka pembangunan akan segera dilaksanakan yang diharapkan selesai pada awal 2018, katanya.
"Untuk membahas BOT itu nanti kita bentuk dua pansus yakni pansus Pasar Cinde dan pansus eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar," kata Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan Nopran Marjani di Palembang, Senin.
Menurut dia, untuk pembahasan BOT itu diberi waktu sekitar satu bulan sampai 11 Februari mendatang.
Tentunya pansus-pansus itu akan meneliti apa-apa yang menjadi landasan hukumnya, dikaji semuanya, kata wakil rakyat tersebut.
Ia mengatakan, nanti untuk BOT tersebut tentunya ada keputusan DPRD melalui paripurna, setelah itu baru bisa melanjutkan ke pihak ketiga.
Sementara Sekda Pemprov Sumatera Selatan Mukti Sulaiman menjelaskan, ada dua bangunan yang mau BOT yakni Pasar Cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar sudah dimatangkan beberapa hari lalu oleh biro hukum, instansi terkait dan mitra yang akan membangun.
Gubernur sudah melakukan paparan beberapa waktu lalu dan nanti disampaikan pada paripurna untuk BOT ini yang akan dibahas bersama dengan DPRD Sumsel melalui pansus, ujarnya.
Ia menyatakan, tentunya di pansus itu yang akan membahas berapa tahun kontraknya, mengenai bagi hasil dan lainnya.
Sementara mengenai pedagang di pasar Cinde ia menuturkan, selama pembangunan dilaksanakan akan dialihkan ke lokasi eks bioskop Cineplek. Kemudian para pedagang ini nantinya juga tetap menjadi prioritas untuk mendapatkan lapak yang baru setelah pasar modern Pasar Cinde tersebut selesai dibangun.
Setelah pembahasan BOT di DPRD Sumsel ini selesai maka pembangunan akan segera dilaksanakan yang diharapkan selesai pada awal 2018, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK bawa 12 pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya setelah OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo
11 April 2026 8:40 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Hadapi ancaman karhutla, PT BPP terapkan sistem injeksi air di lahan gambut
17 September 2026 12:51 WIB
PT BMH dukung Angkatan Muda Muhammadiyah Sumsel perkuat kesiapsiagaan karhutla melalui bantuan logistik
17 September 2026 12:13 WIB
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
PT BMH libatkan masyarakat Desa Riding OKI cegah karhutla melalui program Zero Fire
16 September 2026 11:20 WIB