Legislator: BOT Pasar Cinde perlu persetujuan DPRD
Selasa, 5 Januari 2016 17:07 WIB
Ketua DPRD Sumatera Selatan HM Giri Ramanda N Kiemas (Foto Antarasumsel.com/Susilawati/15)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua DPRD Sumatera Selatan menyatakan untuk pembangunan pasar Cinde modern dengan sistem bangun guna serah atau build operate and transfer/BOT perlu persetujuan DPRD provinsi setempat.
"Setelah pemaparan Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengenai rencana BOT untuk pasar Cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar maka perlunya persetujuan DPRD," kata Ketua DPRD Sumatera Selatan HM Giri Ramanda N Kiemas di Palembang, Selasa.
Karena itu, lanjutnya, maka pada 15 Januari nanti akan dilakukan rapat badan musyawarah kembali untuk pembahasan BOT tersebut.
Ia mengatakan, tentunya untuk membahas mengenai BOT itu nantinya dilakukan panitia khusus dan akan dihitung mengenai nilai aset, berapa besar keuntungan Pemprov dan masyarakat serta kajian lainnya.
Ia juga berharap, supaya pedagang lama yang sudah ada tetap bisa berdagang di Pasar Cinde nantinya.
"Tentunya menjadi catatan khusus pedagang lama menjadi prioritas untuk tetap bisa berdagang di pasar Cinde itu," ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Mukti Sulaiman menuturkan, untuk BOT pembangunan pasar cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar harus dibahas, karena itu dilakukan rapat badan musyawarah DPRD Sumsel guna menentukan tanggal yang gubernur bisa hadir.
Untuk pembangunan pasar cinde itu akan dilakukan pihak swasta dari Jakarta dan tergantung dengan persetujuan BOT tersebut selesai, katanya.
"Setelah pemaparan Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengenai rencana BOT untuk pasar Cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar maka perlunya persetujuan DPRD," kata Ketua DPRD Sumatera Selatan HM Giri Ramanda N Kiemas di Palembang, Selasa.
Karena itu, lanjutnya, maka pada 15 Januari nanti akan dilakukan rapat badan musyawarah kembali untuk pembahasan BOT tersebut.
Ia mengatakan, tentunya untuk membahas mengenai BOT itu nantinya dilakukan panitia khusus dan akan dihitung mengenai nilai aset, berapa besar keuntungan Pemprov dan masyarakat serta kajian lainnya.
Ia juga berharap, supaya pedagang lama yang sudah ada tetap bisa berdagang di Pasar Cinde nantinya.
"Tentunya menjadi catatan khusus pedagang lama menjadi prioritas untuk tetap bisa berdagang di pasar Cinde itu," ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Mukti Sulaiman menuturkan, untuk BOT pembangunan pasar cinde dan eks Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar harus dibahas, karena itu dilakukan rapat badan musyawarah DPRD Sumsel guna menentukan tanggal yang gubernur bisa hadir.
Untuk pembangunan pasar cinde itu akan dilakukan pihak swasta dari Jakarta dan tergantung dengan persetujuan BOT tersebut selesai, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK bawa 12 pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya setelah OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo
11 April 2026 8:40 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Hadapi ancaman karhutla, PT BPP terapkan sistem injeksi air di lahan gambut
17 September 2026 12:51 WIB
PT BMH dukung Angkatan Muda Muhammadiyah Sumsel perkuat kesiapsiagaan karhutla melalui bantuan logistik
17 September 2026 12:13 WIB
Kolaborasi multipihak bantu tangani kebakaran kebun warga di Desa Kaliberau Muba
16 September 2026 12:10 WIB
PT BMH libatkan masyarakat Desa Riding OKI cegah karhutla melalui program Zero Fire
16 September 2026 11:20 WIB