BEI resmi catatkan dua saham perdana
Kamis, 10 Desember 2015 20:40 WIB
Bursa Efek Indonesia (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan dua saham perdana yakni PT Atmindo Tbk dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk di papan perdagangan saham pasar modal domestik.
"Semoga dengan masuknya saham PT Atmindo Tbk dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk, aktivitas perdagangan saham di BEI akan lebih semarak dan lebih likuid," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis.
Ia mengemukakan bahwa tercatatnya saham PT Atmindo Tbk dengan kode perdagangan AMIN dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk dengan kode IDPR menambah jumlah perusahaan tercatat di BEI menjadi sebanyak 520 emiten.
Ia mengharapkan setelah saham kedua perusahaan itu tercatat di BEI melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) dapat menjadi menjadi salah satu pilihan bagi para investor dan manajemen investasi dalam menentukan protofolionya.
"Aksi korporasi melalui IPO memang telah lama menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menggalang dana. Namun, lebih dari itu, IPO memiliki banyak manfaat lainnya. Di dunia usaha, perusahaan publik dipandang lebih profesional, transparan, dan akuntabel," katanya.
Selain itu, lanjut dia, perusahaan publik juga akan memiliki akses yang lebih kuat terhadap sumber-sumber pendanaan. Bagi perekonomian nasional, perusahaan publik dapat menciptakan stimulus yang positif, khususnya bagi dunia pasar modal Indonesia.
"Untuk memaksimalkan manfaat-manfaat itu, kami berharap agar manajemen Atmindo Tbk dan Indonesia Pondasi Raya Tbk dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (GCG) diantaranya dengan melakukan keterbukaan informasi baik kepada regulator maupun kepada publik serta memastikan terselenggaranya kepatuhan terhadap peraturan pasar modal," katanya.
Ia menambahkan penerapan GCG akan meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan sehingga mendukung tercapainya sasaran perusahaan yang lebih baik, serta mendukung tercapainya perusahaan yang sehat dan berdaya saing global.
Terpantau, saham perdana AMIN dibuka di harga Rp147 per lembar, naik sekitar 14,8 persen dari harga awal yang sebesar Rp128 per lembar. Atmindo Tbk memperoleh dana IPO sebesar Rp30,72 miliar.
Sementara saham perdana IDPR dibuka di harga Rp1.600 per lembar, naik sekitar 25 persen dari harga awal yang sebesar Rp1.280 per lembar. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk meraih dana IPO sebesar Rp387,84 miliar.
"Semoga dengan masuknya saham PT Atmindo Tbk dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk, aktivitas perdagangan saham di BEI akan lebih semarak dan lebih likuid," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis.
Ia mengemukakan bahwa tercatatnya saham PT Atmindo Tbk dengan kode perdagangan AMIN dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk dengan kode IDPR menambah jumlah perusahaan tercatat di BEI menjadi sebanyak 520 emiten.
Ia mengharapkan setelah saham kedua perusahaan itu tercatat di BEI melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) dapat menjadi menjadi salah satu pilihan bagi para investor dan manajemen investasi dalam menentukan protofolionya.
"Aksi korporasi melalui IPO memang telah lama menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menggalang dana. Namun, lebih dari itu, IPO memiliki banyak manfaat lainnya. Di dunia usaha, perusahaan publik dipandang lebih profesional, transparan, dan akuntabel," katanya.
Selain itu, lanjut dia, perusahaan publik juga akan memiliki akses yang lebih kuat terhadap sumber-sumber pendanaan. Bagi perekonomian nasional, perusahaan publik dapat menciptakan stimulus yang positif, khususnya bagi dunia pasar modal Indonesia.
"Untuk memaksimalkan manfaat-manfaat itu, kami berharap agar manajemen Atmindo Tbk dan Indonesia Pondasi Raya Tbk dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (GCG) diantaranya dengan melakukan keterbukaan informasi baik kepada regulator maupun kepada publik serta memastikan terselenggaranya kepatuhan terhadap peraturan pasar modal," katanya.
Ia menambahkan penerapan GCG akan meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan sehingga mendukung tercapainya sasaran perusahaan yang lebih baik, serta mendukung tercapainya perusahaan yang sehat dan berdaya saing global.
Terpantau, saham perdana AMIN dibuka di harga Rp147 per lembar, naik sekitar 14,8 persen dari harga awal yang sebesar Rp128 per lembar. Atmindo Tbk memperoleh dana IPO sebesar Rp30,72 miliar.
Sementara saham perdana IDPR dibuka di harga Rp1.600 per lembar, naik sekitar 25 persen dari harga awal yang sebesar Rp1.280 per lembar. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk meraih dana IPO sebesar Rp387,84 miliar.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IHSG hari ini ditutup menguat ke level 7.307 di tengah kenaikan harga minyak
09 April 2026 17:36 WIB
IHSG menguat seiring optimisme pelaku pasar menyambut "Santa Claus Rally"
29 December 2025 10:06 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025