Palembang kembali diguyur hujan
Rabu, 11 November 2015 9:27 WIB
Suasana Jalan Raya di Kota Palembang, saat turun hujan. (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa sore, kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan, setelah sebelumnya pada Oktober 2015 tidak terdapat hujan dalam waktu cukup panjang 21-60 hari.
Berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan berturut-turut per Oktober 2015, Kota Palembang yang tergolong tanpa hujan yang panjang hingga sangat panjang, pada November ini segera berakhir karena hingga kini sudah empat kali diguyur hujan meskipun durasi dan intensitasnya masih rendah, kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, hari tanpa hujan berturut-turut dalam waktu yang cukup panjang 21-60 hari di Kota Palembang dan beberapa daerah Sumsel lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir, karena pada November 2015 ini mulai banyak turun hujan.
Melihat kondisi cuaca yang akhir-akhir ini mulai banyak turun hujan, diharapkan musim hujan yang diprakirakan pada bulan ini benar-benar terjadi, sehingga kabut asap yang mulai menipis akhir-akhir ini bisa segera menghilang dan tidak lagi mengganggu transportasi udara, aktivitas dan kesehatan masyarakat, katanya.
Menurut dia, hari tanpa hujan berturut-turut tersebut diprakirakan pada bulan ini bisa lebih pendek dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, karena sekarang ini memasuki musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke musim hujan.
Dalam kondisi musim pancaroba sekarang ini, hujan mulai banyak turun di wilayah Sumsel meskipun belum secara merata.
Dalam kondisi cuaca pada musim pancaroba ini, selain tetap perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, lahan pertanian, dan perkebunan, masyarakat juga diimbau mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor, kata Indra.
Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Yulizar Dinoto menjelaskan menghadapi kondisi musim pancaroba sekarang ini pihaknya tetap berupaya meningkatkan tindakan tanggap darurat seperti melakukan operasi pemadaman melalui darat dan udara di daerah yang masih terdeteksi cukup banyak titik panas.
Akhir-akhir ini jumlah titik panas atau "hotspot" berfluktuasi dan cenderung menurun, meskipun demikian tetap perlu dilakukan upaya meminimalkan titik panas serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang kini mulai dapat dikendalikan, ujar Yulizar.
Berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan berturut-turut per Oktober 2015, Kota Palembang yang tergolong tanpa hujan yang panjang hingga sangat panjang, pada November ini segera berakhir karena hingga kini sudah empat kali diguyur hujan meskipun durasi dan intensitasnya masih rendah, kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, hari tanpa hujan berturut-turut dalam waktu yang cukup panjang 21-60 hari di Kota Palembang dan beberapa daerah Sumsel lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir, karena pada November 2015 ini mulai banyak turun hujan.
Melihat kondisi cuaca yang akhir-akhir ini mulai banyak turun hujan, diharapkan musim hujan yang diprakirakan pada bulan ini benar-benar terjadi, sehingga kabut asap yang mulai menipis akhir-akhir ini bisa segera menghilang dan tidak lagi mengganggu transportasi udara, aktivitas dan kesehatan masyarakat, katanya.
Menurut dia, hari tanpa hujan berturut-turut tersebut diprakirakan pada bulan ini bisa lebih pendek dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, karena sekarang ini memasuki musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke musim hujan.
Dalam kondisi musim pancaroba sekarang ini, hujan mulai banyak turun di wilayah Sumsel meskipun belum secara merata.
Dalam kondisi cuaca pada musim pancaroba ini, selain tetap perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, lahan pertanian, dan perkebunan, masyarakat juga diimbau mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor, kata Indra.
Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Yulizar Dinoto menjelaskan menghadapi kondisi musim pancaroba sekarang ini pihaknya tetap berupaya meningkatkan tindakan tanggap darurat seperti melakukan operasi pemadaman melalui darat dan udara di daerah yang masih terdeteksi cukup banyak titik panas.
Akhir-akhir ini jumlah titik panas atau "hotspot" berfluktuasi dan cenderung menurun, meskipun demikian tetap perlu dilakukan upaya meminimalkan titik panas serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang kini mulai dapat dikendalikan, ujar Yulizar.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB