Legislator: APBDes belum dipahami
Minggu, 20 September 2015 20:05 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) belum dipahami perangkat desa.
"Karena itu, kita minta ke depan Kementerian Desa siapkan dulu perangkap lunak dan kerasnya," kata Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan, Elianudin HB saat ditanya mengenai dana desa di Palembang, Minggu.
Menurut dia, kalau digelontorkan tapi tidak dilaksanakan, sedangkan waktunya tinggal, Oktober, November dan Desember, maka aggarannya tidak terserap optimal.
"Tiga bulan lagi, jadi tidak mungkin dilaksanakan secara optimal kalau pemerintah desa sendiri belum siap karena itu ada pertanggungjawaban nanti," katanya.
Ia mengatakan, pada saat legislator kunjungan kerja ke Kementerian Desa mengenai dana masyarakat desa itu sudah tersalur untuk Sumatera Selatan ke seluruh kabupaten dan kota.
Berkaitan dengan dana desa ini untuk Sumsel sekitar Rp755 miliar, sedangkan yang sudah tersalur Rp256 miliar pada tahun 2015 ini, ujarnya.
Ia menyatakan, kendalanya ada di Kementerian Keuangan. Penyaluran dari Kementerian Keuangan sudah beres bertahap, namun persoalannya adalah masalah APBDes setiap desa belum dimengerti oleh perangkat desa.
Ia menuturkan, APBDes itu seperti APBD. Nantinya Badan Pembangunan Masyarakat Desa yang mengawasi.
"Kita minta bagi yang sudah siap dijalankan, kalau yang belum disiapkan perangkat lunaknya," katanya.
Penggunaan dana desa itu untuk program yang menghidupkan perekonomian masyarakat. "Misalnya, Desa Tanjung Batu perajin perak bagaimana memberdayakan itu," katanya.
"Karena itu, kita minta ke depan Kementerian Desa siapkan dulu perangkap lunak dan kerasnya," kata Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan, Elianudin HB saat ditanya mengenai dana desa di Palembang, Minggu.
Menurut dia, kalau digelontorkan tapi tidak dilaksanakan, sedangkan waktunya tinggal, Oktober, November dan Desember, maka aggarannya tidak terserap optimal.
"Tiga bulan lagi, jadi tidak mungkin dilaksanakan secara optimal kalau pemerintah desa sendiri belum siap karena itu ada pertanggungjawaban nanti," katanya.
Ia mengatakan, pada saat legislator kunjungan kerja ke Kementerian Desa mengenai dana masyarakat desa itu sudah tersalur untuk Sumatera Selatan ke seluruh kabupaten dan kota.
Berkaitan dengan dana desa ini untuk Sumsel sekitar Rp755 miliar, sedangkan yang sudah tersalur Rp256 miliar pada tahun 2015 ini, ujarnya.
Ia menyatakan, kendalanya ada di Kementerian Keuangan. Penyaluran dari Kementerian Keuangan sudah beres bertahap, namun persoalannya adalah masalah APBDes setiap desa belum dimengerti oleh perangkat desa.
Ia menuturkan, APBDes itu seperti APBD. Nantinya Badan Pembangunan Masyarakat Desa yang mengawasi.
"Kita minta bagi yang sudah siap dijalankan, kalau yang belum disiapkan perangkat lunaknya," katanya.
Penggunaan dana desa itu untuk program yang menghidupkan perekonomian masyarakat. "Misalnya, Desa Tanjung Batu perajin perak bagaimana memberdayakan itu," katanya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penantian sejak 2014, Pemkot dan DPRD Palembang sahkan Raperda Pemajuan Kesenian
23 September 2026 20:34 WIB
KPK bawa 12 pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya setelah OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo
11 April 2026 8:40 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Kilang Plaju Palembang salurkan bantuan logistik dan sembako bagi korban gempa NTT
27 September 2026 12:44 WIB
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB