PT Wika Realty akan IPO kuartal IV 2015
Kamis, 29 Januari 2015 19:32 WIB
Jakarta(ANTARA Sumsel) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana menawarkan saham perdana kepada publik (IPO) anak usahanya PT Wika Realty pada kuartal IV 2015 dengan target perolehan dana Rp1 triliun.
"Persiapan rencana IPO sedang dilakukan meliputi penetapan penasehat keuangan, konsultan hukum dan penjamin pelaksana emisi (underwriter) dan akuntan publik," kata Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro, saat paparan Proyeksi Bisnis 2015, di Jakarta, Kamis.
Menurut Adji, jumlah saham Wika Realty yang akan dilepas kepada publik berkisar 40 persen, sehingga WIKA sebagai induk perusahaan tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sebesar 60 persen.
Dana hasil IPO akan digunakan antara lain mendanai pengembangan bisnis di sektor properti, dan untuk akuisisi lahan.
"Wika Realty harus meningkatkan "land bank' (persediaan lahan) dalam jumlah besar untuk keperluan pengembangan properti seperti perkantoran dan gedung bertingkat. Lahan yang diakuisisi harus lebih luas dan pada posisi strategis," ujar Adji.
Untuk mendorong percepatan akusisi lahan tersebut, Wika Realty akan mendapat suntikan modal dari induk usaha WIKA sebesar Rp150 miliar pada akhir kuartal I 2015.
Ia menambahkan, saat ini kontribusi Wika Realty terhadap total pendapatan induk usaha masih relatif kecil sekitar 6,5 persen.
"Dengan IPO diharapkan bisnis properti secara konsolidasi bisa meningkat menjadi 12 persen per tahun," katanya.
"Persiapan rencana IPO sedang dilakukan meliputi penetapan penasehat keuangan, konsultan hukum dan penjamin pelaksana emisi (underwriter) dan akuntan publik," kata Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro, saat paparan Proyeksi Bisnis 2015, di Jakarta, Kamis.
Menurut Adji, jumlah saham Wika Realty yang akan dilepas kepada publik berkisar 40 persen, sehingga WIKA sebagai induk perusahaan tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sebesar 60 persen.
Dana hasil IPO akan digunakan antara lain mendanai pengembangan bisnis di sektor properti, dan untuk akuisisi lahan.
"Wika Realty harus meningkatkan "land bank' (persediaan lahan) dalam jumlah besar untuk keperluan pengembangan properti seperti perkantoran dan gedung bertingkat. Lahan yang diakuisisi harus lebih luas dan pada posisi strategis," ujar Adji.
Untuk mendorong percepatan akusisi lahan tersebut, Wika Realty akan mendapat suntikan modal dari induk usaha WIKA sebesar Rp150 miliar pada akhir kuartal I 2015.
Ia menambahkan, saat ini kontribusi Wika Realty terhadap total pendapatan induk usaha masih relatif kecil sekitar 6,5 persen.
"Dengan IPO diharapkan bisnis properti secara konsolidasi bisa meningkat menjadi 12 persen per tahun," katanya.
Pewarta : Oleh : Royke Sinaga
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025