Pemkot Lubuklinggau programkan bedah rumah 24 unit
Sabtu, 13 September 2014 7:27 WIB
Ilustrasi - Warga dan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergotongroyong melaksanakan program bedah rumah. (Foto Antarasumsel.com/13/Yudi Abdullah)
Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Tahun Anggaran 2015 memprogramkan bedah rumah bagi warga kurang mampu sebanyak 42 unit dengan nilai masing-masing sebesar Rp50 juta.
Jumlah itu meningkat dari sebelumnya hanya 12 unit, sedangkan rumah yang kurang layak huni di wilayah itu mencapai ribuan unit, kata Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe melalui Kabag Humas dan pertokol Hendra Gunawan, Sabtu.
Program bedah Rumah Tidak Layak huni (RTLH) di wilayah itu dimulai 2013 sebanyak delapan unit, namun jumlahnya setiap tahun terus ditingkatkan sesuai anggaran yang tersedia.
"Kami sudah mengajukan untuk membedah rumah warga kurang mampu mencapai 400 unit setiap tahun, namun disetujui masih dibawah 50 unit per tahun mengingat jumlah rumah yang tak layak huni cukup banyak," katanya.
Pada tahun bsrikutnya pemerintah kota Lubuklinggau mencoba mencari anggaran lain di luar dana bantuan APBN dari kementerian Sosial, sehingga jumlah rumah tak layak huni di wilayah itu terus berkurang.
Rumah-rumah warga yang tidak layak huni itu sebagian besar berada di wilayah padat penduduk dan pinggiran kota, sebelumnya merupakan desa tertinggal sedangkan mata pencarian warganya hanya menjadi buruh kebun karet.
"Kita akan berupaya mengangkat derajat warga miskin itu mulai dari tempat tinggalnya hingga mencar mata pencarian yang tetap, misalnya berjualan makanan dan lainnya," kata Wali Kota SN Prana Putra Sohe.
Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau Mustopa Yusup mengatakan komitmen program bedah rumah tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah Lubuklinggau terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Untuk melaksanakan program tersebut petugas melakukan survei dari rumah ke rumah terhadap, sehingga rumah yang akan direhab tersebut betul-betul tepat sasaran khusunya di wilayah tiga kecamatan yang menjadi target 2015.
Program PKH itu dipastikan akan digulirkan selama lima tahun kedepan yakni hingga tahun 2019, hal itu diketahui dari Dirjen perlindungan dan jaminan Kementrian Sosial dengan d RI. dari penganggaran lima tahun tersebut dana yang digelontorkan Kekan digelontorkan berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp24 milyar pertahun.
Sedangkan Kota Lubuklinggau hanya mendapatkan sekitar Rp3,2 juta per tahun hal itu tetap akan dilobi ke pusat bersama Wali Kota agar dana bedah rumah di wilayah itu bisa ditingkatkan, ujarnya.
Jumlah itu meningkat dari sebelumnya hanya 12 unit, sedangkan rumah yang kurang layak huni di wilayah itu mencapai ribuan unit, kata Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe melalui Kabag Humas dan pertokol Hendra Gunawan, Sabtu.
Program bedah Rumah Tidak Layak huni (RTLH) di wilayah itu dimulai 2013 sebanyak delapan unit, namun jumlahnya setiap tahun terus ditingkatkan sesuai anggaran yang tersedia.
"Kami sudah mengajukan untuk membedah rumah warga kurang mampu mencapai 400 unit setiap tahun, namun disetujui masih dibawah 50 unit per tahun mengingat jumlah rumah yang tak layak huni cukup banyak," katanya.
Pada tahun bsrikutnya pemerintah kota Lubuklinggau mencoba mencari anggaran lain di luar dana bantuan APBN dari kementerian Sosial, sehingga jumlah rumah tak layak huni di wilayah itu terus berkurang.
Rumah-rumah warga yang tidak layak huni itu sebagian besar berada di wilayah padat penduduk dan pinggiran kota, sebelumnya merupakan desa tertinggal sedangkan mata pencarian warganya hanya menjadi buruh kebun karet.
"Kita akan berupaya mengangkat derajat warga miskin itu mulai dari tempat tinggalnya hingga mencar mata pencarian yang tetap, misalnya berjualan makanan dan lainnya," kata Wali Kota SN Prana Putra Sohe.
Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau Mustopa Yusup mengatakan komitmen program bedah rumah tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah Lubuklinggau terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Untuk melaksanakan program tersebut petugas melakukan survei dari rumah ke rumah terhadap, sehingga rumah yang akan direhab tersebut betul-betul tepat sasaran khusunya di wilayah tiga kecamatan yang menjadi target 2015.
Program PKH itu dipastikan akan digulirkan selama lima tahun kedepan yakni hingga tahun 2019, hal itu diketahui dari Dirjen perlindungan dan jaminan Kementrian Sosial dengan d RI. dari penganggaran lima tahun tersebut dana yang digelontorkan Kekan digelontorkan berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp24 milyar pertahun.
Sedangkan Kota Lubuklinggau hanya mendapatkan sekitar Rp3,2 juta per tahun hal itu tetap akan dilobi ke pusat bersama Wali Kota agar dana bedah rumah di wilayah itu bisa ditingkatkan, ujarnya.
Pewarta : Oleh: Zulkifli Lubis
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah papan disulap jadi istana mungil, kado akhir tahun Pertamina EP untuk Cecep dan Junia
16 December 2025 7:52 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB