Optimalkan kompetensi angkatan kerja hadapi MEA 2015
Senin, 4 Agustus 2014 12:45 WIB
Nusa Dua (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Indonesia mengoptimalkan kompetensi angkatan kerja sebelum memasuki dunia kerja sebagai salah satu bentuk antisipasi persaingan tenaga kerja menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Ketika menjadi angkatan kerja, kami telah memiliki kompetensi yang harus dilakukan yang telah dibangun Kemennakertrans," kata Direktur Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial Kemennakertrans, Haiyani Rumondang disela-sela Pertemuan Dewan Serikat Pekerja ASEAN di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin.
Dia menjelaskan bahwa sebelum menghadapi persaingan di dunia kerja, para angkatan kerja di Tanah Air telah melalui sejumlah kompetensi untuk memberikan nilai tambah keahlian terhadap calon pekerja.
Menurut dia, pekerja Indonesia telah siap memasuki pasar bebas dalam MEA yang efektif diberlakukan mulai 1 Januari 2015.
Haiyani meminta kepada serikat pekerja yang menangi para pekerja Tanah Air dari berbagai sektor untuk membangun keanggotaan melalui pemberian tambahan dan penyegaran.
"Pekerja dalam serikat pekerja juga memiliki tanggung jawab sama-sama bukan hanya pemerintah saja. Mereka harus solid dan memiliki kerja sama yang baik dengan pengusaha dan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas," imbuhnya.
Sementara itu pada pertemuan Dewan Serikat Pekerja ASEAN, meski pemerintah tidak memiliki intervensi langsung, namun pihaknya berharap dapat memberikan masukan untuk jalannya integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal berkaitan dengan tenaga kerja ASEAN menjelang MEA di antaranya implementasi terkait tenaga kerja dalam cetak biru komunitas ASEAN.
Aliran bebas tenaga kerja terampil merupakan bagian dari tiga cetak biru Komunitas ASEAN 2015 yakni ekonomi, sosial budaya dan keamanan politik.
"Ketika menjadi angkatan kerja, kami telah memiliki kompetensi yang harus dilakukan yang telah dibangun Kemennakertrans," kata Direktur Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial Kemennakertrans, Haiyani Rumondang disela-sela Pertemuan Dewan Serikat Pekerja ASEAN di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin.
Dia menjelaskan bahwa sebelum menghadapi persaingan di dunia kerja, para angkatan kerja di Tanah Air telah melalui sejumlah kompetensi untuk memberikan nilai tambah keahlian terhadap calon pekerja.
Menurut dia, pekerja Indonesia telah siap memasuki pasar bebas dalam MEA yang efektif diberlakukan mulai 1 Januari 2015.
Haiyani meminta kepada serikat pekerja yang menangi para pekerja Tanah Air dari berbagai sektor untuk membangun keanggotaan melalui pemberian tambahan dan penyegaran.
"Pekerja dalam serikat pekerja juga memiliki tanggung jawab sama-sama bukan hanya pemerintah saja. Mereka harus solid dan memiliki kerja sama yang baik dengan pengusaha dan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas," imbuhnya.
Sementara itu pada pertemuan Dewan Serikat Pekerja ASEAN, meski pemerintah tidak memiliki intervensi langsung, namun pihaknya berharap dapat memberikan masukan untuk jalannya integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal berkaitan dengan tenaga kerja ASEAN menjelang MEA di antaranya implementasi terkait tenaga kerja dalam cetak biru komunitas ASEAN.
Aliran bebas tenaga kerja terampil merupakan bagian dari tiga cetak biru Komunitas ASEAN 2015 yakni ekonomi, sosial budaya dan keamanan politik.
Pewarta : Oleh: Dewa Wiguna
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pekerja Pertamina Kilang Plaju teguhkan komitmen ketahanan energi pada HUT ke-81 RI
18 August 2026 20:18 WIB
Pelindo Regional 2 Panjang salurkan beasiswa untuk 40 anak pekerja berprestasi
01 August 2026 10:28 WIB
Pemkot Palembang perluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sasar ketua RT/RW
20 July 2026 19:58 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025