Pemerintah serap dana Rp670 miliar dari lelang SBSN
Selasa, 20 Mei 2014 22:45 WIB
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp670 miliar dari lelang empat seri sukuk negara atau surat berharga syariah negara (SBSN) pada Selasa, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2014.
Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyebutkan penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp3,06 triliun.
Jumlah dimenangkan sebesar Rp670 miliar tersebut lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun.
Rincian jumlah dimenangkan itu terdiri dari seri PBS003 sebesar Rp190 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,63 persen, tingkat imbalan 6,00 persen.
Penawaran masuk untuk PBS003 mencapai Rp201 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,63 persen dan tertinggi 9,13 persen.
Selain itu dari seri PBS005 sebesar Rp480 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,01 persen, tingkat imbalan 6,75 persen. Jumlah penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp518 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 8,88 persen dan tertinggi 9,95 persen.
Sementara itu tidak ada yang dimenangkan untuk seri SPN-S07112014 dan PBS006. Penawaran masuk untuk SPN-S07112014 sebesar Rp2,23 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,19 persen dan tertinggi 7,00 persen.
Sedangkan penawaran yang masuk untuk PBS006 sebesar Rp107 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,17 persen dan tertinggi 8,75 persen.
Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyebutkan penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp3,06 triliun.
Jumlah dimenangkan sebesar Rp670 miliar tersebut lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun.
Rincian jumlah dimenangkan itu terdiri dari seri PBS003 sebesar Rp190 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,63 persen, tingkat imbalan 6,00 persen.
Penawaran masuk untuk PBS003 mencapai Rp201 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,63 persen dan tertinggi 9,13 persen.
Selain itu dari seri PBS005 sebesar Rp480 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,01 persen, tingkat imbalan 6,75 persen. Jumlah penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp518 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 8,88 persen dan tertinggi 9,95 persen.
Sementara itu tidak ada yang dimenangkan untuk seri SPN-S07112014 dan PBS006. Penawaran masuk untuk SPN-S07112014 sebesar Rp2,23 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,19 persen dan tertinggi 7,00 persen.
Sedangkan penawaran yang masuk untuk PBS006 sebesar Rp107 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,17 persen dan tertinggi 8,75 persen.
Pewarta : Oleh: Agus Salim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Sumsel Babel pasarkan Sukuk Ritel SR024 sebagai instrumen investasi syariah aman
16 March 2026 14:00 WIB
BSI optimistis 2021 kinerja perbankan syariah lebih baik dari konvensional
27 May 2021 18:21 WIB, 2021
Pemerintah tetapkan hasil penjualan sukuk ritel ST006 senilai Rp1,45 triliun
27 November 2019 13:48 WIB, 2019
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB