DPRD Sumsel studi banding ke NTB
Senin, 5 Mei 2014 17:21 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan,H Ali A Rasyid (Foto Antarasumsel.com/14/Susilawati/Aw)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Komisi I DPRD Sumatera Selatan melakukan
studi banding mengenai tapal batas ke Nusa Tenggara Barat guna
mengetahui penyelesaian tapal batas di daerah tersebut.
"Kita ingin membandingkan bagaimana di daerah itu dalam menyelesaikan tapal batas," kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan, H Ali A Rasyid di Palembang, Senin.
Menurutnya, mereka ingin mengetahui bagaimana di daerah itu dalam menyelesaikan tapal batas dan lahan pada umumnya.
"Jadi, apakah di daerah itu dalam menyelesaikan tapal batas, mereka melalui jalur pemuka adat atau hukum positif, itu yang akan dipelajari di sana," katanya.
Ia mengatakan, selain itu kunjungan kerja Komisi I DPRD Sumsel ke NTB tersebut juga ingin mengetahui mengenai diklat kepemimpinan (Diklatpim) II, karena berdasarkan data yang ada masih banyak pejabat eselon III dan II di provinsi ini belum pernah mengikuti Diklatpim II.
DPRD Sumsel ingin mendorong supaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memfasilitasi pejabat eselon III dan II untuk mengikuti Diklatpim II tersebut, ujarnya.
Ia menuturkan, Diklatpim II itu dianggarkan di Balai Diklat bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri.
"Kita akan membandingkan dengan Provinsi NTB, apakah di sana ada yang sama di Sumsel," papar wakil rakyat tersebut.
Ia menyatakan, mereka menginginkan sumber daya manusia di Sumsel mutunya tinggi dengan mengikuti jenjang pelatihan tersebut.
Rencananya Komisi I DPRD Sumsel akan bertemu dengan Pemerintah Provinsi NTB, katanya.
"Kita ingin membandingkan bagaimana di daerah itu dalam menyelesaikan tapal batas," kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan, H Ali A Rasyid di Palembang, Senin.
Menurutnya, mereka ingin mengetahui bagaimana di daerah itu dalam menyelesaikan tapal batas dan lahan pada umumnya.
"Jadi, apakah di daerah itu dalam menyelesaikan tapal batas, mereka melalui jalur pemuka adat atau hukum positif, itu yang akan dipelajari di sana," katanya.
Ia mengatakan, selain itu kunjungan kerja Komisi I DPRD Sumsel ke NTB tersebut juga ingin mengetahui mengenai diklat kepemimpinan (Diklatpim) II, karena berdasarkan data yang ada masih banyak pejabat eselon III dan II di provinsi ini belum pernah mengikuti Diklatpim II.
DPRD Sumsel ingin mendorong supaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memfasilitasi pejabat eselon III dan II untuk mengikuti Diklatpim II tersebut, ujarnya.
Ia menuturkan, Diklatpim II itu dianggarkan di Balai Diklat bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri.
"Kita akan membandingkan dengan Provinsi NTB, apakah di sana ada yang sama di Sumsel," papar wakil rakyat tersebut.
Ia menyatakan, mereka menginginkan sumber daya manusia di Sumsel mutunya tinggi dengan mengikuti jenjang pelatihan tersebut.
Rencananya Komisi I DPRD Sumsel akan bertemu dengan Pemerintah Provinsi NTB, katanya.
Pewarta : Oleh: Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK bawa 12 pejabat Pemkab Tulungagung ke Surabaya setelah OTT Bupati Gatut Sunu Wibowo
11 April 2026 8:40 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polda Sumsel edukasi 2.415 warga di sembilan daerah terkait pencegahan karhutla
31 August 2026 18:55 WIB
Polisi Banyuasin tetapkan satu tersangka pembakar lahan di Kecamatan Suak Tapeh
31 August 2026 18:53 WIB
Kejati Sumsel tangani tujuh perkara karhutla dan tujuh tersangka per Agustus 2026
28 August 2026 19:55 WIB