Dinkes alokasikan dana program kesehatan gratis
Jumat, 17 Januari 2014 12:08 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Anton Suwindro (Foto Antarasumsel.com/13/Nila Fuadi/Aw)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Kesehatan Kota Palembang tetap
mengalokasikan dana patungan sekitar Rp9 miliar untuk program kesehatan
gratis atau Jamsoskes Sumsel Semesta bagi masyarakat di daerah tersebut.
"Kami tetap mengalokasikanan dana patungan meskipun kini telah diselenggarakan sistem asuransi terpadu ke badan penyelenggaran jaminan sosial (BPJS)," kata Kepala Dinas Kesehatan Palembang Anton Suwindro, Jumat.
Menurut dia, pihaknya belum memastikan apakah sistem kesehatan gratis daerah dilebur dalam program BPJS.
Karena itu, meskipun telah dilaksanakan program jaminan kesehatan nasional (JKN) belum bisa memastikan apakah jaminan kesehatan masyarakat kota akan berdiri sendiri.
Ia mengatakan, apalagi pemerintah pusat masih memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah sampai tahun 2019 mengimplementasikan secara penuh BPJS.
Dengan demikian kini, pihaknya memastikan program kartu sehat pemkot setempat masih tetap dinikmati warga kota pempek.
Dia menjelaskan, sebanyak 39 puskesmas dan 70 puskesmas pembantu masih melayani berobat gratis warga berpenghasilan rendah.
Pasien yang dirujuk ke rumah sakit juga tetap dilayani dengan program kesehatan gratis tersebut.
Anton menambahkan, prinsipnya pelayanan berobat gratis warga tidak mampu tetap berjalan seperti semula.
Meskipun kini mulai diterapkan BPJS, berobat gratis tersebut dilayani sampai memang adanya ketentuan baru program itu.
"Kami tetap mengalokasikanan dana patungan meskipun kini telah diselenggarakan sistem asuransi terpadu ke badan penyelenggaran jaminan sosial (BPJS)," kata Kepala Dinas Kesehatan Palembang Anton Suwindro, Jumat.
Menurut dia, pihaknya belum memastikan apakah sistem kesehatan gratis daerah dilebur dalam program BPJS.
Karena itu, meskipun telah dilaksanakan program jaminan kesehatan nasional (JKN) belum bisa memastikan apakah jaminan kesehatan masyarakat kota akan berdiri sendiri.
Ia mengatakan, apalagi pemerintah pusat masih memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah sampai tahun 2019 mengimplementasikan secara penuh BPJS.
Dengan demikian kini, pihaknya memastikan program kartu sehat pemkot setempat masih tetap dinikmati warga kota pempek.
Dia menjelaskan, sebanyak 39 puskesmas dan 70 puskesmas pembantu masih melayani berobat gratis warga berpenghasilan rendah.
Pasien yang dirujuk ke rumah sakit juga tetap dilayani dengan program kesehatan gratis tersebut.
Anton menambahkan, prinsipnya pelayanan berobat gratis warga tidak mampu tetap berjalan seperti semula.
Meskipun kini mulai diterapkan BPJS, berobat gratis tersebut dilayani sampai memang adanya ketentuan baru program itu.
Pewarta : Oleh: Nila Ertina
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi asap karhutla, Dinkes Sumsel siagakan faskes hadapi lonjakan ISPA
10 August 2026 6:34 WIB
Dinkes sumsel waspadai lonjakan kasus ISPA saat puncak kemarau dan karhutla
04 August 2026 18:18 WIB