Panda raksasa dilepaskan ke alam liar China
Jumat, 8 November 2013 17:49 WIB
Panda Raksasa Dilepaskan ke Alam Liar China (Reuters)
(ANTARA Sumsel) - Setelah sekian lama, akhirnya panda raksasa Zhang Xiang memperoleh kebebasan.
Panda betina tersebut dilepaskan ke alam liar China dan dikelilingi oleh penjaga satwa yang mengenakan kostum panda beraroma khusus agar ia tidak ketakutan.
Zhang Xiang dibesarkan dalam penangkaran dan diajarkan cara bertahan hidup di alam liar.
Ia merupakan panda ketiga dalam kurun waktu tujuh tahun yang dilepaskan ke alam liar di China.
Program pelepasliaran panda di China memperoleh hasil yang mengecewakan, pasalnya dari sepuluh panda yang dilepas ke alam liar sejak 1983, hanya dua yang masih bertahan.
Enam di antaranya dibawa kembali ke pusat penangkaran setelah mengalami penurunan berat badan secara drastis, seekor lainnya ditemukan mati dan panda kesepuluh yang dilepasliarkan juga diyakini sudah mati.
Panda betina tersebut dilepaskan ke alam liar China dan dikelilingi oleh penjaga satwa yang mengenakan kostum panda beraroma khusus agar ia tidak ketakutan.
Zhang Xiang dibesarkan dalam penangkaran dan diajarkan cara bertahan hidup di alam liar.
Ia merupakan panda ketiga dalam kurun waktu tujuh tahun yang dilepaskan ke alam liar di China.
Program pelepasliaran panda di China memperoleh hasil yang mengecewakan, pasalnya dari sepuluh panda yang dilepas ke alam liar sejak 1983, hanya dua yang masih bertahan.
Enam di antaranya dibawa kembali ke pusat penangkaran setelah mengalami penurunan berat badan secara drastis, seekor lainnya ditemukan mati dan panda kesepuluh yang dilepasliarkan juga diyakini sudah mati.
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wajib menang, Indonesia kini bukan "anak bawang" di hadapan raksasa Asia Jepang
10 June 2025 10:22 WIB
Spektakuler, seribuan pendaki bentangkan bendera raksasa di Gunung Kaba Bengkulu
17 August 2024 19:27 WIB, 2024
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Amankan 125 juta hektare kawasan hutan nasional, kuota polisi hutan ditambah 70 ribu personel
20 February 2026 4:39 WIB