Andi tes CPNS dalam ambulan
Minggu, 3 November 2013 12:59 WIB
Andi salah seorang peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil yang menderita patah tulang akibat kecelakaan tengah mengerjakan soal tes di dalam ambulans yang diparkir di salah satu lokal ujian di Kota Palembang, Minggu (3/11). (Foto Antarasumsel.com/13
Palembang (ANTARA Sumsel) - Andi (30) honorer kategori II (K2) yang ditempatkan di Pos Pemadam Kebakaran Gandus Palembang terpaksa mengikuti tes CPNS di dalam mobil ambulan karena tulang belakang patah dan tulang paha retak.
"Saya ditabrak mobil 9 Oktober lalu ketika pulang kerja," kata Andi yang telah menjadi tenaga honorer sejak delapan tahun ditemui di SMA 10 Palembang, Minggu.
Menurut dia, akibat kecelakaan tersebut sampai kini masih dirawat inap di Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang.
"Hari ini, saya minta izin dokter agar bisa mengikuti tes CPNS," ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun hanya bisa mengisi soal dengan cara berbaring karena tidak bisa duduk.
Ia berharap, lolos menjadi CPNS karena telah mengabdi delapan tahun sebagai honorer.
Dia menjelaskan, selama ini bersama kawan-kawan honorer lainnya menjadi pasukan terdepan ketika terjadi kebakaran.
Kerja selalu di lapangan dan ketika terjadi kebakaran memadamkan api dengan peralatan standar menjadi pekerjaan yang selama ini dilakukan.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Palembang Kurniawan mengatakan sebanyak 1.574 peserta mengikuti tes CPNS yang dilaksanakan pada sejumlah sekolah, seperti SMP 18, SMA Negeri 10 dan SMA Negeri I.
Peserta merupakan pegawai honorer K2 yang telah bekerja di dinas dan instansi pemkot setempat, katanya.
Kurniawan menambahkan, khusus untuk honorer yang bernama Andi (30) pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri.
Dengan demikian meskipun sakit dan tidak bisa lepas dari infus tetap diikutkan pada tes CPNS.
"Saya ditabrak mobil 9 Oktober lalu ketika pulang kerja," kata Andi yang telah menjadi tenaga honorer sejak delapan tahun ditemui di SMA 10 Palembang, Minggu.
Menurut dia, akibat kecelakaan tersebut sampai kini masih dirawat inap di Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang.
"Hari ini, saya minta izin dokter agar bisa mengikuti tes CPNS," ujarnya.
Ia mengatakan, meskipun hanya bisa mengisi soal dengan cara berbaring karena tidak bisa duduk.
Ia berharap, lolos menjadi CPNS karena telah mengabdi delapan tahun sebagai honorer.
Dia menjelaskan, selama ini bersama kawan-kawan honorer lainnya menjadi pasukan terdepan ketika terjadi kebakaran.
Kerja selalu di lapangan dan ketika terjadi kebakaran memadamkan api dengan peralatan standar menjadi pekerjaan yang selama ini dilakukan.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Palembang Kurniawan mengatakan sebanyak 1.574 peserta mengikuti tes CPNS yang dilaksanakan pada sejumlah sekolah, seperti SMP 18, SMA Negeri 10 dan SMA Negeri I.
Peserta merupakan pegawai honorer K2 yang telah bekerja di dinas dan instansi pemkot setempat, katanya.
Kurniawan menambahkan, khusus untuk honorer yang bernama Andi (30) pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri.
Dengan demikian meskipun sakit dan tidak bisa lepas dari infus tetap diikutkan pada tes CPNS.
Pewarta : Oleh: Nila Ertina
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 14 CPNS Kanwil Kemenkum Sumsel ikuti orientasi secara serentak
02 June 2025 15:30 WIB, 2025
Kakanwil Kemenkum Sumsel panggil 14 CPNS formasi 2024, wajib lapor pada 2 Juni 2025
26 May 2025 16:35 WIB, 2025
Bupati Muba akan serahkan SK Pengangkatan CPNS dan Pelantikan PPPK pada 5 Juni 2025
26 May 2025 12:32 WIB, 2025
Gubernur Sumsel lantik 101 CPNS seleksi tahun 2024, ada dua mengundurkan diri
09 May 2025 17:11 WIB, 2025
Pemprov Sumsel - Komisi II DPR RI evaluasi pelaksanaan seleksi CPNS-PPPK 2024
05 February 2025 22:09 WIB, 2025
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
BKOW Sumsel latih perempuan buat 'chunky bag' untuk dorong ekonomi keluarga
25 September 2026 20:02 WIB
Penantian sejak 2014, Pemkot dan DPRD Palembang sahkan Raperda Pemajuan Kesenian
23 September 2026 20:34 WIB