Palembang  (ANTARA Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan kondisi cuaca di provinsi setempat berawan hingga berpotensi hujan sedang.

"Hari ini sembilan kota diprakirakan berawan, lima kota hujan ringan, dan satu kota berpeluang hujang sedang," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, di Palembang, Kamis.      

Menurut dia, sembilan kota yang diprakirakan berawan yakni Kota Baturaja, Kayu Agung, Musirawas, Sekayu, Pangkalanbalai, Palembang, Indralaya, Prabumulih, dan Muaradua.

Kemudian lima kota yang diprakirakan hujan ringan yakni Kota Lahat, Lubuklinggau, Muara Enim, Martapura, dan  Tebingtinggi, sedangkan satu kota Sumsel lainnya berpeluang hujan dengan intensitas sedang yakni Kota Pagaralam.    

Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 23 - 32 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 58 - 96 persen, kecepatan angin berkisar 25 - 30 kilometer per jam dengan arah angin seluruh daerah ini menuju tenggara.

Kota yang diprakirakan hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 22 - 32 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 58 - 97 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah ini seluruhnya menuju tenggara.

Sedangkan kota yang diprakirakan hujan sedang memiliki suhu udara berkisar 21 - 30 derajat Celsius, kelembapan udara berkisar 66 - 98 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin daerah ini menuju tenggara, katanya.

Dia menjelaskan, kondisi cuaca pada Oktober 2013 sebagian besar kota di provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota ini mulai memasuki musim hujan, sedangkan sebagian lagi masih mengalami musim peralihan dari kemarau ke penghujan sehingga masih terdapat cukup banyak kota yang berawan.

Kondisi masih ada sebagian kota yang cuacanya sering berawan dan cerah itu sehingga seluruh masyarakat diminta tetap terus mewaspadai kemungkinan terjadi bencana dampak musim kemarau, mengingat pada bulan ini  kembali mulai terdeteksi sejumlah titik api atau "hot spot" di sejumlah daerah Sumsel.

Warga juga diingatkan mulai mewaspadai bencana dampak musim hujan seperti banjir dan tanah longsor, serta angin langkisau (puting beliung) yang dua hari terakhir melanda warga Kota Prabumulih, ujar Indra.