Hatta: postur RAPBN 2014 lebih baik
Jumat, 16 Agustus 2013 12:57 WIB
Hatta Rajasa. (ANTARA FOTO)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Hatta Radjasa mengatakan bahwa postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 akan menjadi lebih baik dibanding sebelumnya dengan ruang fiskal (fiscal space) yang lebih luas.
"Postur RAPBN 2014 ini dengan ruang fiskal yang lebih luas tentu akan lebih sehat dibandingkan dengan pada 2013, terutama pada bagian 'spending' (pengeluaran,red)," kata Hatta Radjasa saat ditemui usai Pidato Kenegaraan Presiden 2013 di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp18 triliun untuk ruang fiskal yang lebih luas, dimana sebagian besar dari anggaran tersebut akan diarahkan pada belanja kementerian dan lembaga untuk pembangunan infrastruktur.
Hatta mengungkapkan bahwa adanya ruang fiskal yang dapat digunakan untuk ekspansi ekonomi nasional itu karena pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Jadi, 'fiscal space' itu adalah hikmah dari pengurangan subsidi BBM yang dapat kita gunakan untuk ekspansi yang mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Dia juga mengatakan postur RAPBN 2014 akan semakin baik karena belanja modal untuk infrastruktur yang semakin meningkat dibandingkan pada 2013, yaitu menjadi Rp208 triliun.
"Angka itu untuk pembangunan infrastruktur besar sekali, ditambah lagi dengan belanja infrastruktur daerah yang juga cukup besar," ujarnya.
Dia menjelaskan alokasi anggaran sebesar Rp208 triliun untuk infrastruktur itu rencananya akan digunakan untuk pembagunan infrastruktur dasar, seperti sistem penyediaan air bersih dan sistem irigasi untuk pedesaan.
"Yang kedua adalah pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, alokasi anggaran dalam RAPBN 2014 pun akan diprioritaskan untuk program perlindungan sosial, temasuk untuk program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan mulai dilaksanakan pada Januari 2014.
"Kami menilai alokasi anggaran untuk program-program perlindungan sosial juga paling penting," kata Hatta.
Lebih lanjut Menko menjelaskan bahwa penataan dan penghematan anggaran pada 2014 akan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Jadi lebih baik penataannya. Juga belanja untuk katakanlah yang bisa di 'cut' (potong,red) lebih proporsional. Misalnya, belanja barang yang tidak terlalu mengikat, bepergian perjalanan dinas lebih diproporsionalkan, dan lebih banyak belanja modal," paparnya.
Ia menambahkan, belanja barang yang tidak terkait langsung dengan belanja modal pun akan dihemat.
"Kalau misalkan gedung yang tidak perlu masih ada ya jangan, lebih baik untuk belanja infrastruktur," kata Menko Perekonomian itu.
"Postur RAPBN 2014 ini dengan ruang fiskal yang lebih luas tentu akan lebih sehat dibandingkan dengan pada 2013, terutama pada bagian 'spending' (pengeluaran,red)," kata Hatta Radjasa saat ditemui usai Pidato Kenegaraan Presiden 2013 di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp18 triliun untuk ruang fiskal yang lebih luas, dimana sebagian besar dari anggaran tersebut akan diarahkan pada belanja kementerian dan lembaga untuk pembangunan infrastruktur.
Hatta mengungkapkan bahwa adanya ruang fiskal yang dapat digunakan untuk ekspansi ekonomi nasional itu karena pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Jadi, 'fiscal space' itu adalah hikmah dari pengurangan subsidi BBM yang dapat kita gunakan untuk ekspansi yang mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Dia juga mengatakan postur RAPBN 2014 akan semakin baik karena belanja modal untuk infrastruktur yang semakin meningkat dibandingkan pada 2013, yaitu menjadi Rp208 triliun.
"Angka itu untuk pembangunan infrastruktur besar sekali, ditambah lagi dengan belanja infrastruktur daerah yang juga cukup besar," ujarnya.
Dia menjelaskan alokasi anggaran sebesar Rp208 triliun untuk infrastruktur itu rencananya akan digunakan untuk pembagunan infrastruktur dasar, seperti sistem penyediaan air bersih dan sistem irigasi untuk pedesaan.
"Yang kedua adalah pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, alokasi anggaran dalam RAPBN 2014 pun akan diprioritaskan untuk program perlindungan sosial, temasuk untuk program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan mulai dilaksanakan pada Januari 2014.
"Kami menilai alokasi anggaran untuk program-program perlindungan sosial juga paling penting," kata Hatta.
Lebih lanjut Menko menjelaskan bahwa penataan dan penghematan anggaran pada 2014 akan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Jadi lebih baik penataannya. Juga belanja untuk katakanlah yang bisa di 'cut' (potong,red) lebih proporsional. Misalnya, belanja barang yang tidak terlalu mengikat, bepergian perjalanan dinas lebih diproporsionalkan, dan lebih banyak belanja modal," paparnya.
Ia menambahkan, belanja barang yang tidak terkait langsung dengan belanja modal pun akan dihemat.
"Kalau misalkan gedung yang tidak perlu masih ada ya jangan, lebih baik untuk belanja infrastruktur," kata Menko Perekonomian itu.
Pewarta : Oleh: Yuni Arisandy
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasional Lanud Halim dan Bandara Soekarno-Hatta dibuka kembali pascaabu vulkanik
08 September 2026 11:16 WIB
Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang
06 September 2026 8:59 WIB
Jenazah tiga prajurit TNI gugur tiba di Indonesia, Prabowo sampaikan belasungkawa
04 April 2026 19:57 WIB
Nekat, pasutri asal Pakistan rela telan kapsul berisi narkoba kelabui pemeriksaan bandara
09 January 2026 18:07 WIB
Penerbangan Batik Air pindah dari Bandar Halim ke Soekarno-Hatta mulai 1 Agustus 2025
17 July 2025 6:42 WIB, 2025
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025