Bulog: Lampung belum perlu op beras
Senin, 22 Juli 2013 21:03 WIB
Beras tersedia di gudang bulog (FOTO ANTARA)
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Perum Bulog Divisi Regional Lampung belum menggelar operasi pasar beras secara tersendiri menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah, mengingat harga beras di pasaran masih relatif stabil.
"Kami juga sudah menyalurkan beras untuk rakyat miskin secara reguler, raskin ke 13 dan ke 14, dengan total keseluruhan masing-masing rumah tangga sasaran menerima sekitar 45 kg," kata Humas Perum Bulog Divre Lampung Susana, di Bandarlampung, Senin.
Menurut dia, beras tersebut diperkirakan mencukupi untuk konsumsi sebulan, kemudian masih bisa pula digunakan untuk membayar zakat fitrah bagi umat Islam.
"Kami masih melihat perkembangan harga beras di pasaran dulu, mengingat harga operasi pasar masih mendekati harga pasaran," ujar dia lagi.
Susana menyatakan, bila harga beras dalam kondisi stabil, maka pihaknya tidak melaksanakan operasi pasar karena kurang efektif.
Namun, dia menegaskan, Bulog juga berperan aktif memasok beras untuk pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Lampung pada Ramadhan dan menjelang Lebaran ini.
Sementara itu, kalangan ibu rumah tangga di Bandarlampung mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok, seperti daging sapi, daging ayam, telur, dan bumbu dapur lainnya.
"Sekarang ke pasar pegang uang Rp100 ribu tidak mendapat belanjaan yang mencukupi," kata salah satu ibu rumah tangga di Bandarlampung, Nuraini.
Menurut dia, saat ini harga bawang putih Rp20 ribu/kg, bawang merah Rp60 ribu/kg, cabai rawit Rp100 ribu/kg, ayam potong berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per ekor tergantung besar dan kecil ukurannya, sedangkan daging sapi Rp85 ribu hingga Rp100 ribu per kg.
"Saya bawa uang ke pasar Rp100 ribu hanya dapat daging setengah kilogram, beserta cabai merah, bawang merah, minyak goreng dan bumbu jadi lainnya," ujar Ani.
Padahal, katanya, untuk mendapatkan uang Rp100 ribu, ia harus menjual paling tidak lima sampai tujuh potong pakaian hasil dagangan online yang dia geluti selama ini.
Ia berharap pemerintah lebih serius berupaya mengatasi kenaikan harga sembako yang terus merangkak naik.
"Pemerintah berjanji akan mengatasi persoalan kenaikan harga sembako itu, tapi sampai saat ini belum ada langkah konkret yang bisa dirasakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah," kata dia lagi.
"Kami juga sudah menyalurkan beras untuk rakyat miskin secara reguler, raskin ke 13 dan ke 14, dengan total keseluruhan masing-masing rumah tangga sasaran menerima sekitar 45 kg," kata Humas Perum Bulog Divre Lampung Susana, di Bandarlampung, Senin.
Menurut dia, beras tersebut diperkirakan mencukupi untuk konsumsi sebulan, kemudian masih bisa pula digunakan untuk membayar zakat fitrah bagi umat Islam.
"Kami masih melihat perkembangan harga beras di pasaran dulu, mengingat harga operasi pasar masih mendekati harga pasaran," ujar dia lagi.
Susana menyatakan, bila harga beras dalam kondisi stabil, maka pihaknya tidak melaksanakan operasi pasar karena kurang efektif.
Namun, dia menegaskan, Bulog juga berperan aktif memasok beras untuk pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Lampung pada Ramadhan dan menjelang Lebaran ini.
Sementara itu, kalangan ibu rumah tangga di Bandarlampung mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok, seperti daging sapi, daging ayam, telur, dan bumbu dapur lainnya.
"Sekarang ke pasar pegang uang Rp100 ribu tidak mendapat belanjaan yang mencukupi," kata salah satu ibu rumah tangga di Bandarlampung, Nuraini.
Menurut dia, saat ini harga bawang putih Rp20 ribu/kg, bawang merah Rp60 ribu/kg, cabai rawit Rp100 ribu/kg, ayam potong berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per ekor tergantung besar dan kecil ukurannya, sedangkan daging sapi Rp85 ribu hingga Rp100 ribu per kg.
"Saya bawa uang ke pasar Rp100 ribu hanya dapat daging setengah kilogram, beserta cabai merah, bawang merah, minyak goreng dan bumbu jadi lainnya," ujar Ani.
Padahal, katanya, untuk mendapatkan uang Rp100 ribu, ia harus menjual paling tidak lima sampai tujuh potong pakaian hasil dagangan online yang dia geluti selama ini.
Ia berharap pemerintah lebih serius berupaya mengatasi kenaikan harga sembako yang terus merangkak naik.
"Pemerintah berjanji akan mengatasi persoalan kenaikan harga sembako itu, tapi sampai saat ini belum ada langkah konkret yang bisa dirasakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah," kata dia lagi.
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog targetkan groundbreaking pabrik padi Banyuasin dimulai September 2026
31 August 2026 18:51 WIB
Bulog Sumsel Babel serap 127 ton gabah hingga Agustus 2026, capai 73 persen target
28 August 2026 19:53 WIB
Penyaluran beras SPHP Bulog Sumsel Babel tembus 26 ribu ton hingga Agustus 2026
28 August 2026 8:07 WIB
Bulog OKU siapkan 1.418 ton beras bantuan pangan untuk 47.288 penerima manfaat
13 August 2026 7:45 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB