Logo Header Antaranews Sumsel

Bulog Sumsel Babel serap 118,4 ribu ton beras hingga Juni 2026

Rabu, 22 Juli 2026 08:55 WIB
Image Print
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung (Sumsel Babel) mencatat realisasi penyerapan beras di wilayah itu hingga akhir Juni 2026 mencapai 118.460 ton setara beras atau 68,6 persen dari target pengadaan tahunan sebanyak 172.682 ton.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan di Palembang, Selasa, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses pengadaan berjalan sesuai target, meski masih terdapat sekitar 50 ribu ton yang akan dipenuhi pada semester II 2026.

"Artinya, masih tersisa sekitar 50 ribu ton yang akan diselesaikan pada semester kedua tahun ini," katanya.

Ia menjelaskan realisasi penyerapan didorong oleh produksi padi yang meningkat di sejumlah sentra pangan serta kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang mampu meningkatkan semangat petani untuk menanam.

Kabupaten Banyuasin menjadi daerah dengan kontribusi penyerapan terbesar karena memiliki luas lahan sawah yang besar dan didukung peningkatan indeks pertanaman (IP).

Selain Banyuasin, pasokan gabah yang diserap Bulog juga berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), Lahat, dan Musi Rawas.

"Selain untuk memenuhi kebutuhan internal kawasan Sumatera Selatan, surplus beras hasil penyerapan ini turut didistribusikan ke sejumlah daerah defisit seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, hingga Riau," katanya menjelaskan.

Bulog optimistis target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai, meskipun di semester kedua, musim kemarau diperkirakan justru mendukung kualitas gabah karena kadar air lebih terjaga.

Di sisi lain, pemanfaatan lahan lebak yang mulai mengering di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dinilai menjadi peluang untuk mempertahankan produksi padi sekaligus menjaga penyerapan hasil panen petani.

"Kondisi tersebut membuat petani semakin bergairah mengembangkan usaha pertanian," kata Ihsan.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026