Ekonom: BI rate akan tetap 6,5 persen
Senin, 22 Juli 2013 16:32 WIB
Bank Indonesia (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti memprediksi tingkat suku bunga acuan atau BI rate akan tetap pada angka 6,5 persen hingga akhir 2013.
"Kami masih yakin BI tidak akan hajar lagi di BI rate, tapi BI akan main di Fasbi rate," kata Destry saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Jika BI rate diperkirakan tetap di 6,5 persen hingga akhir tahun, lanjut Destry, Fasbi rate diperkirakan akan meningkat lagi sebesar 50 basis poin (bps) ke angka 5,25 persen dari sebelumnya 4,75 persen.
"Naiknya BI rate itu dampaknya lebih luas, padahal saat ini domestik ekonomi sangat kita butuhkan untuk jadi penopang pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.
Menurut Destry, pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa mengharapkan dari faktor eksternal yakni adanya perbaikan dari perekonomian global.
Oleh karena itu, penahanan BI rate hingga akhir tahun diharapkan mampu tetap mendorong dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Kita harapkan BI rate tetap paling tidak sampai akhir tahun, di mana BI akan menggunakan bauran kebijakan yang lain bisa dengan Fasbi rate, bisa dengan exchange rate (nilai tukar), ada berbagai kombinasi lah," kata Destry.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia sebelumnya pada 11 Juli lalu telah menaikkan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen dari posisi sebelumnya 6 persen. Kebijakan tersebut untuk memastikan inflasi yang meningkat pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dapat segera kembali ke lintasan sasarannya.
RDG BI juga memutuskan suku bunga deposit facility naik 50 basis poin menjadi 4,75 persen dari sebelumnya 4,25 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 6,75 persen.
"Kami masih yakin BI tidak akan hajar lagi di BI rate, tapi BI akan main di Fasbi rate," kata Destry saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Jika BI rate diperkirakan tetap di 6,5 persen hingga akhir tahun, lanjut Destry, Fasbi rate diperkirakan akan meningkat lagi sebesar 50 basis poin (bps) ke angka 5,25 persen dari sebelumnya 4,75 persen.
"Naiknya BI rate itu dampaknya lebih luas, padahal saat ini domestik ekonomi sangat kita butuhkan untuk jadi penopang pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.
Menurut Destry, pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa mengharapkan dari faktor eksternal yakni adanya perbaikan dari perekonomian global.
Oleh karena itu, penahanan BI rate hingga akhir tahun diharapkan mampu tetap mendorong dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
"Kita harapkan BI rate tetap paling tidak sampai akhir tahun, di mana BI akan menggunakan bauran kebijakan yang lain bisa dengan Fasbi rate, bisa dengan exchange rate (nilai tukar), ada berbagai kombinasi lah," kata Destry.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia sebelumnya pada 11 Juli lalu telah menaikkan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen dari posisi sebelumnya 6 persen. Kebijakan tersebut untuk memastikan inflasi yang meningkat pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dapat segera kembali ke lintasan sasarannya.
RDG BI juga memutuskan suku bunga deposit facility naik 50 basis poin menjadi 4,75 persen dari sebelumnya 4,25 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 6,75 persen.
Pewarta : Oleh: Citro Atmoko
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK periksa dua pejabat Bank Indonesia terkait dugaan korupsi dana program sosial
17 April 2026 9:43 WIB
Kuota beasiswa BI 2026 di Unhas, UIN, dan UNM meningkat, cek jadwal seleksinya
03 April 2026 12:16 WIB
Mudahkan transaksi, pembayaran digital Indonesia bisa digunakan di Alipay mulai Mei 2026
11 March 2026 8:39 WIB
BI Sumsel: Realisasi penukaran uang sambut Lebaran 2026 tembus Rp121,4 miliar
05 March 2026 4:32 WIB
Pengguna QRIS di Sumsel meningkat, BI catat nilai transaksi tembus Rp3,4 triliun
29 January 2026 21:01 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB