Wapres: PMI jangan terkooptasi
Senin, 24 Juni 2013 13:44 WIB
PMI (FOTO ANTARA)
Malang (ANTARA Sumsel) - Wakil Presiden Boediono mengatakan Palang Merah Indonesia tidak boleh sampai dikooptasi oleh kepentingan apapun termasuk pemerintah.
"Pertahankan kemandirian PMI," kata Wakil Presiden Boediono saat dialog dengan para peserta Temu Karya Nasional V Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) 2013 di Lapangan Utama Wisata Waduk Selorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin.
Sebelumnya dalam sambutan pembukaan Temu Karya Nasional tersebut, Wapres mengatakan kemandirian merupakan prinsip dasar Palang Merah sedunia. Hal inilah yang membuat PMI tetap bertahan dan relevan meskipun berbagai perubahan dan pergeseran yang terjadi di Tanah Air.
"Mengapa Palang Merah Indonesia tetap relevan perannya di tengah-tengah pergeseran jaman yang terjadi di tanah air? Jawabannya, karena PMI beserta seluruh relawannya selama 2/3 abad eksistensinya tidak pernah terkooptasi oleh kepentingan-kepentingan sempit," kata Boediono.
Selain itu, menurut Boediono, hal ini karena PMI tetap teguh memegang prinsip dasar palang merah, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandiriaan, kesatuan, kenetralan dan kesemestaan.
Ia menambahkan, PMI sebagai lembaga berbasis kesukarelaan, mendasarkan dirinya pada kemampuan, ketrampilan dan semangat juang para relawannya. Untuk itu, terus memupuk pengetahuan, ketrampilan dan karakters juga sangat dibutuhkan.
"Kita mengharapkan Palang Merah Indonesia dapat menjadi tempat penggodokan generasi muda kita yang trampil, generasi yang peduli akan kepentingan bangsa, generasi yang berkarakter," kata Wapres
Wapres menambahkan, lembaga-lembaga sukarela merupakan esensi dari demokrasi. Untuk itu, Indonesia yang demokratis seyogyanya memberi ruang gerak seluas-luasnya bagi berkembangnya organisasi yang berbasis voluntarism.
Sementara itu, Wapres dalam kesempatan itu juga melakukan peninjauan perkemahan para peserta Temu Karya Nasional V Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) 2013.
Temu Karya kali ini diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah dan juga sejumlah relawan palang merah dari manca negara, diantaranya Australia, Saudi Arabia, Singapura, dan Thailand.
"Pertahankan kemandirian PMI," kata Wakil Presiden Boediono saat dialog dengan para peserta Temu Karya Nasional V Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) 2013 di Lapangan Utama Wisata Waduk Selorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin.
Sebelumnya dalam sambutan pembukaan Temu Karya Nasional tersebut, Wapres mengatakan kemandirian merupakan prinsip dasar Palang Merah sedunia. Hal inilah yang membuat PMI tetap bertahan dan relevan meskipun berbagai perubahan dan pergeseran yang terjadi di Tanah Air.
"Mengapa Palang Merah Indonesia tetap relevan perannya di tengah-tengah pergeseran jaman yang terjadi di tanah air? Jawabannya, karena PMI beserta seluruh relawannya selama 2/3 abad eksistensinya tidak pernah terkooptasi oleh kepentingan-kepentingan sempit," kata Boediono.
Selain itu, menurut Boediono, hal ini karena PMI tetap teguh memegang prinsip dasar palang merah, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandiriaan, kesatuan, kenetralan dan kesemestaan.
Ia menambahkan, PMI sebagai lembaga berbasis kesukarelaan, mendasarkan dirinya pada kemampuan, ketrampilan dan semangat juang para relawannya. Untuk itu, terus memupuk pengetahuan, ketrampilan dan karakters juga sangat dibutuhkan.
"Kita mengharapkan Palang Merah Indonesia dapat menjadi tempat penggodokan generasi muda kita yang trampil, generasi yang peduli akan kepentingan bangsa, generasi yang berkarakter," kata Wapres
Wapres menambahkan, lembaga-lembaga sukarela merupakan esensi dari demokrasi. Untuk itu, Indonesia yang demokratis seyogyanya memberi ruang gerak seluas-luasnya bagi berkembangnya organisasi yang berbasis voluntarism.
Sementara itu, Wapres dalam kesempatan itu juga melakukan peninjauan perkemahan para peserta Temu Karya Nasional V Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) 2013.
Temu Karya kali ini diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah dan juga sejumlah relawan palang merah dari manca negara, diantaranya Australia, Saudi Arabia, Singapura, dan Thailand.
Pewarta : Pewarta: Muhammad Arief Iskandar
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB