Riau siaga darurat kabut asap
Kamis, 20 Juni 2013 13:45 WIB
Kabut asap (FOTO ANTARA)
Pekanbaru (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran tentang siaga darurat kabut asap yang merupakan dampak dari kebakaran hutan atau lahan.
"Sejak 17 Juni lalu (2013), kami telah menerbitkan surat edaran ke Dinkes di seluruh kabupaten dan kota se-Riau. Surat edaran tersebut menyatakan Riau telah siaga I untuk kasus kabut asap," kata Kepala Dinkes Riau Zainal Arifin, di Pekanbaru, Kamis.
Zainal mengatakan, dengan dinyatakannya Riau sebagai daerah siaga darurat kabut asap, setiap Dinkesa di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dapat bertindak cepat tanpa harus berkoordinasi dengan Dinkes Riau.
"Kami juga meminta seluruh petugas Dinkes proaktif dalam menanggapi berbagai persoalan kesehatan masyarakat terkait tercemarnya udara oleh kabut asap dalam satu pekan terakhir," katanya.
Upaya penanganan atas gangguan kesehatan masyarakat, menurut dia, sebaiknya juga dilakukan sdengan cepat guna menghindari berbagai risiko yang lebih parah.
Seperti biasanya, kata Zainal, kabut asap yang merupakan dampak dari kebakaran hutan atau lahan di Riau berpotensi mendatangkan berbagai penyakit berbahaya khususnya infeksi saluran pernafasan akut (Ispa).
"Untuk saat ini, kami memang belum menerima data dari berbagai Dinkes di kabupaten dan kota terkait jumlah penderita Ispa tersebut. Namun dapat dipastikan penderita penyakit gangguan pernafasan itu akan meningkat," katanya.
Hal itu menurut dia dapat dilihat dari kualitas mutu udara yang setiap harinya terus menurun akibat tercemar asap.
Untuk itu, kata Zainal, seluruh masyarakat diimbau mengurangi aktivitas atau kegiatan di luar gedung atau rumah.
"Ketika terjadi gejala sesak nafas, sebaiknya segera mendatangi pusat kesehatan atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akut," katanya.
Jumlah penderita Ispa untuk beberapa kabupaten dan kota di Riau terus mengalami peningkatan cukup signifikan.
Seperti di Kota Dumai, untuk beberapa fasilitas pelayan kesehatan, kenaikan penderita Ispa cukup drastis yakni mencapai 15 persen setiap minggu.
"Hingga pekan ini saja, kami mencatat ada sekitar 393 kasus Ispa," kata Kepala Dinkes Dumai Marjoko.
Meningkatnya jumlah penderita Ispa juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, yakni mencapai 20-30 persen atau lebih dari 500 jiwa.
"Sejak 17 Juni lalu (2013), kami telah menerbitkan surat edaran ke Dinkes di seluruh kabupaten dan kota se-Riau. Surat edaran tersebut menyatakan Riau telah siaga I untuk kasus kabut asap," kata Kepala Dinkes Riau Zainal Arifin, di Pekanbaru, Kamis.
Zainal mengatakan, dengan dinyatakannya Riau sebagai daerah siaga darurat kabut asap, setiap Dinkesa di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dapat bertindak cepat tanpa harus berkoordinasi dengan Dinkes Riau.
"Kami juga meminta seluruh petugas Dinkes proaktif dalam menanggapi berbagai persoalan kesehatan masyarakat terkait tercemarnya udara oleh kabut asap dalam satu pekan terakhir," katanya.
Upaya penanganan atas gangguan kesehatan masyarakat, menurut dia, sebaiknya juga dilakukan sdengan cepat guna menghindari berbagai risiko yang lebih parah.
Seperti biasanya, kata Zainal, kabut asap yang merupakan dampak dari kebakaran hutan atau lahan di Riau berpotensi mendatangkan berbagai penyakit berbahaya khususnya infeksi saluran pernafasan akut (Ispa).
"Untuk saat ini, kami memang belum menerima data dari berbagai Dinkes di kabupaten dan kota terkait jumlah penderita Ispa tersebut. Namun dapat dipastikan penderita penyakit gangguan pernafasan itu akan meningkat," katanya.
Hal itu menurut dia dapat dilihat dari kualitas mutu udara yang setiap harinya terus menurun akibat tercemar asap.
Untuk itu, kata Zainal, seluruh masyarakat diimbau mengurangi aktivitas atau kegiatan di luar gedung atau rumah.
"Ketika terjadi gejala sesak nafas, sebaiknya segera mendatangi pusat kesehatan atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akut," katanya.
Jumlah penderita Ispa untuk beberapa kabupaten dan kota di Riau terus mengalami peningkatan cukup signifikan.
Seperti di Kota Dumai, untuk beberapa fasilitas pelayan kesehatan, kenaikan penderita Ispa cukup drastis yakni mencapai 15 persen setiap minggu.
"Hingga pekan ini saja, kami mencatat ada sekitar 393 kasus Ispa," kata Kepala Dinkes Dumai Marjoko.
Meningkatnya jumlah penderita Ispa juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, yakni mencapai 20-30 persen atau lebih dari 500 jiwa.
Pewarta : Pewarta : Fazar Muhardi
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
Tim Gabungan berhasil kendalikan karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani NTB
09 August 2026 10:53 WIB
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB
Pakar IPB imbau pemerintah antisipasi risiko karhutla terkait Super El Nino 2026--2027
28 July 2026 16:46 WIB