Hatta panggil gubernur bahas BBM
Senin, 15 April 2013 14:46 WIB
Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa akan memanggil para Gubernur se-Indonesia untuk membahas penanganan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin.
Menurut rencana, dalam rapat yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB ini, turut hadir Wakil Menteri ESDM, Dirjen Migas, Kepala BPH Migas, Direktur Pemasaran Pertamina dan Kepala Hiswana Migas.
Sebelumnya, Hatta mengatakan pemerintah akan memilih opsi terbaik terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dan pilihan yang diambil tidak akan memberatkan masyarakat serta tetap menjaga kondisi fiskal.
"Kita belum memutuskan, pembahasannya mana yang lebih memberikan 'impact' terbaik," ujarnya.
Hatta mengatakan pemerintah masih mengkaji pilihan tersebut, dan arah kebijakan saat ini adalah mengurangi konsumsi BBM bersubsidi serta memberikan subsidi tepat sasaran kepada masyarakat miskin.
Sementara, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemerintah lebih condong untuk memilih opsi kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kapan waktunya masih dibahas dan pada saatnya akan diumumkan Presiden," katanya.
Menurut Jero Wacik, pemerintah tidak akan mengambil opsi kenaikan harga BBM bagi semua kendaraan atau pembuatan premium dengan angka oktan 90.
Sedangkan, PT Pertamina (Persero) siap menjalankan apapun kebijakan BBM yang diputuskan pemerintah sebagai upaya mengurangi subsidi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kami sudah siap dengan opsi yang diambil," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.
Menurut rencana, dalam rapat yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB ini, turut hadir Wakil Menteri ESDM, Dirjen Migas, Kepala BPH Migas, Direktur Pemasaran Pertamina dan Kepala Hiswana Migas.
Sebelumnya, Hatta mengatakan pemerintah akan memilih opsi terbaik terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dan pilihan yang diambil tidak akan memberatkan masyarakat serta tetap menjaga kondisi fiskal.
"Kita belum memutuskan, pembahasannya mana yang lebih memberikan 'impact' terbaik," ujarnya.
Hatta mengatakan pemerintah masih mengkaji pilihan tersebut, dan arah kebijakan saat ini adalah mengurangi konsumsi BBM bersubsidi serta memberikan subsidi tepat sasaran kepada masyarakat miskin.
Sementara, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemerintah lebih condong untuk memilih opsi kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kapan waktunya masih dibahas dan pada saatnya akan diumumkan Presiden," katanya.
Menurut Jero Wacik, pemerintah tidak akan mengambil opsi kenaikan harga BBM bagi semua kendaraan atau pembuatan premium dengan angka oktan 90.
Sedangkan, PT Pertamina (Persero) siap menjalankan apapun kebijakan BBM yang diputuskan pemerintah sebagai upaya mengurangi subsidi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Kami sudah siap dengan opsi yang diambil," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.
Pewarta : Oleh: Satyagraha
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasional Lanud Halim dan Bandara Soekarno-Hatta dibuka kembali pascaabu vulkanik
08 September 2026 11:16 WIB
Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang
06 September 2026 8:59 WIB
Jenazah tiga prajurit TNI gugur tiba di Indonesia, Prabowo sampaikan belasungkawa
04 April 2026 19:57 WIB
Nekat, pasutri asal Pakistan rela telan kapsul berisi narkoba kelabui pemeriksaan bandara
09 January 2026 18:07 WIB
Penerbangan Batik Air pindah dari Bandar Halim ke Soekarno-Hatta mulai 1 Agustus 2025
17 July 2025 6:42 WIB, 2025
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025