Berharap dulang suara perempuan
Minggu, 17 Maret 2013 22:54 WIB
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang Sarimuda-Nelly Rosdiana dengan nomor urut tiga (3) (Foto Antarasumsel.com/13/Nila Fuadi/Aw)
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Calon Wakil Wali Kota Palembang Ny Hj Nelly Rosdiana berharap pada pemilihan kepala daerah setempat yang dijadwalkan pada 7 April 2013 bisa meraih kemenangan dengan dukungan suara perempuan.
"Saya berharap, suara pemilih perempuan beralih ke calon wakil wali kota yang perempuan pula," kata Nelly ketika ditemui di sela-sela kesibukannya menjelang pilkada Palembang mendatang.
Ia berharap, kaum perempuan di kota "pempek" ini memilih dirinya sehingga bisa meraih suara yang lebih banyak.
Selain itu, ia juga mengajak kaum perempuan di Palembang untuk lebih maju, berkualitas, relegius dan berbudaya.
Ia menilai, kaum perempuan di kota itu mulai maju dilihat dari sisi organisasi, kemudian dari sisi pengusaha seperti IWAPI yang semua anggotanya adalah kaum perempuan dari unsur dosen, swasta, dan juga pengusaha.
Yang jelas, katanya, banyak pengusaha perempuan di bidang usaha kecil dan menengah, tutur perempuan yang pernah menjadi orang nomor satu di lingkungan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Sumatera Selatan tersebut.
Kini, kesetaraan gander sudah setara, bahkan bisa lebih apalagi kalau dilihat posisinya di bidang politik cukup pintar dan cerdas. Perempuan mempunyai peranan besar baik dalam keluarga maupun organisasi dan perusahaan.
"Para pengamat juga banyak dari kaum perempuan yang kemampuannya bisa dibanggakan," katanya.
Ia mengatakan, maju sebagai Wakil Wali Kota Palembang mendampingi H Ir Sarimuda pada Pilkada karena mempunyai program dalam menata kota yang terkenal dengan Sungai Musi itu lebih baik ke depan.
Misalnya melakukan penataan masalah pasar, infrastruktur, mengendalikan banjir dengan membangun kolam retensi lebih banyak lagi. Kemudian program 3S yakni sekolah, sehat dan sejahtera.
Guna meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat, mereka merencanakan kartu master (masyarakat pintar) dan kartu segera (sehat gratis).
"Kita harapkan dengan menggunakan kartu ini warga mendapat kemudahan dan tidak melalui birokrasi pelayanan yang panjang. Saya yakin pemerintah sudah melakukan dan berusaha bagaimana memberikan pelayanan lebih baik lagi pada masa mendatang, seperti sekolah gratis lebih baik," kata Nelly yang perah menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel tersebut.
Pemberian pakaian seragam dan buku-buku sekolah juga ditingkatkan agar Palembang kian maju dan berkualitas, relegius dan berbudaya.
Berdasarkan blusukan ke pelosok-pelosok masyarakat di Kota Palembang yang telah mereka lakukan ternyata masih banyak yang perlu dibenahi dan ditata dengan lebih baik.
Seperti lingkungan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan. Jadi bagaimana upaya untuk membenahi tentunya tidak mengandalkan APBD saja.
Tetapi juga berusaha mendapatkan dana dari APBN sehingga bisa diberi kemudahan dan dalam hal ini mereka akan berusaha yang terbaik untuk masyarakat Kota Palembang, paparnya.
Tingkatkan Pendapatan
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Palembang, katanya, bagaimana menyentuh pemberdayaan masyarakat di pinggiran dengan memberikan apa yang dibutuhkan sesuai potensi di lingkungan masyarakat itu sendiri.
"Kita berikan pembinaan sehingga masyarakat mampu meningkatkan ketrampilan. Untuk itu tentunya bagaimana membantu permodalan seperti CSR, kemudian program koperasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Semua punya program dari departemen, satuan kerja pemintah daerah yang terkait seperti asah asih asuh itu bagaimana mempertajam program yang telah ada sehingga menyentuh ke masyarakat.
Bagaimana pula memperhatikan masyarakat lebih diutamakan khususnya masyarakat yang menengah ke bawah.
Sebenarnya pemerintah itu membantu biasanya perkelompok supaya bantuan tidak mubajir, jadi yang diberikan betul-betul apa yang dibutuhkan, misalnya industri songket, pengrajin songket dikembangkan berdasarkan potensi daerah.
Lalu kawasan pinggiran Kota Palembang perlu memanfaatkan lahan perkarangan untuk sayur-mayur atau pengembangan kawasan penangkar tanaman hias, jadi banyak hal yang bisa dilakukan, tinggal kembali pada kemauan masyarakat itu sendiri, ujarnya.
Berdasarkan elektabilitas Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang Sarimuda-Nelly Rosdiana merupakan yang tertinggi sesuai hasil survei yang dilakukan pada 16-22 Februari lalu atau menjelang pemilihan kepala daerah setempat.
"Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang Sarimuda-Nelly Rosdiana memiliki elektabilitas tertinggi di mata masyarakat atau sekitar 35,29 persen," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid.
Sedangkan posisi ke dua adalah pasangan Romi Herton-Harnojoyo yang mencapai 31,47 persen, dan juru kunci atau berada di nomor urut terakhir adalah pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin dengan 11,47 persen, katanya.
Sisanya sekitar 21,76 persen suara mengambang atau belum menentukan pilihan. Survei itu dilakukan dengan teknik multistage random sampling dengan 1.070 responden yang tersebar di 16 kecamatan dan 107 kelurahan di Kota Palembang.
Adapun margin error sekitar 2,5 persen dan metode yang dilakukan wawancara tatap muka dengan kuesioner yang dilaksanakan pada 16-22 Februari lalu, ujarnya.
Alasan masyarakat memilih Sarimuda-Nelly Rosdiana yakni inovatif, jujur, berpengalaman, berintegritas, yakin dengan kemampuannya, perhatian dengan rakyat, kinerja baik dan suka dengan kepribadiannya.
Sedangkan alasan memilih Romi Herton-Harnojoyo karena suka dengan figurnya, kinerja baik dan pintar.
Sementara alasan memilih Mularis Djahri-Husni Thamrin yakni mengerti situasi Kota Palembang, berwibawa, peduli dengan rakyat, sudah terbukti kepemimpinannya, tegas, yakin dengan kepemimpinannya, suka dengan figurnya dan berpengalaman, katanya.
"Saya berharap, suara pemilih perempuan beralih ke calon wakil wali kota yang perempuan pula," kata Nelly ketika ditemui di sela-sela kesibukannya menjelang pilkada Palembang mendatang.
Ia berharap, kaum perempuan di kota "pempek" ini memilih dirinya sehingga bisa meraih suara yang lebih banyak.
Selain itu, ia juga mengajak kaum perempuan di Palembang untuk lebih maju, berkualitas, relegius dan berbudaya.
Ia menilai, kaum perempuan di kota itu mulai maju dilihat dari sisi organisasi, kemudian dari sisi pengusaha seperti IWAPI yang semua anggotanya adalah kaum perempuan dari unsur dosen, swasta, dan juga pengusaha.
Yang jelas, katanya, banyak pengusaha perempuan di bidang usaha kecil dan menengah, tutur perempuan yang pernah menjadi orang nomor satu di lingkungan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Sumatera Selatan tersebut.
Kini, kesetaraan gander sudah setara, bahkan bisa lebih apalagi kalau dilihat posisinya di bidang politik cukup pintar dan cerdas. Perempuan mempunyai peranan besar baik dalam keluarga maupun organisasi dan perusahaan.
"Para pengamat juga banyak dari kaum perempuan yang kemampuannya bisa dibanggakan," katanya.
Ia mengatakan, maju sebagai Wakil Wali Kota Palembang mendampingi H Ir Sarimuda pada Pilkada karena mempunyai program dalam menata kota yang terkenal dengan Sungai Musi itu lebih baik ke depan.
Misalnya melakukan penataan masalah pasar, infrastruktur, mengendalikan banjir dengan membangun kolam retensi lebih banyak lagi. Kemudian program 3S yakni sekolah, sehat dan sejahtera.
Guna meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat, mereka merencanakan kartu master (masyarakat pintar) dan kartu segera (sehat gratis).
"Kita harapkan dengan menggunakan kartu ini warga mendapat kemudahan dan tidak melalui birokrasi pelayanan yang panjang. Saya yakin pemerintah sudah melakukan dan berusaha bagaimana memberikan pelayanan lebih baik lagi pada masa mendatang, seperti sekolah gratis lebih baik," kata Nelly yang perah menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel tersebut.
Pemberian pakaian seragam dan buku-buku sekolah juga ditingkatkan agar Palembang kian maju dan berkualitas, relegius dan berbudaya.
Berdasarkan blusukan ke pelosok-pelosok masyarakat di Kota Palembang yang telah mereka lakukan ternyata masih banyak yang perlu dibenahi dan ditata dengan lebih baik.
Seperti lingkungan rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan. Jadi bagaimana upaya untuk membenahi tentunya tidak mengandalkan APBD saja.
Tetapi juga berusaha mendapatkan dana dari APBN sehingga bisa diberi kemudahan dan dalam hal ini mereka akan berusaha yang terbaik untuk masyarakat Kota Palembang, paparnya.
Tingkatkan Pendapatan
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Palembang, katanya, bagaimana menyentuh pemberdayaan masyarakat di pinggiran dengan memberikan apa yang dibutuhkan sesuai potensi di lingkungan masyarakat itu sendiri.
"Kita berikan pembinaan sehingga masyarakat mampu meningkatkan ketrampilan. Untuk itu tentunya bagaimana membantu permodalan seperti CSR, kemudian program koperasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Semua punya program dari departemen, satuan kerja pemintah daerah yang terkait seperti asah asih asuh itu bagaimana mempertajam program yang telah ada sehingga menyentuh ke masyarakat.
Bagaimana pula memperhatikan masyarakat lebih diutamakan khususnya masyarakat yang menengah ke bawah.
Sebenarnya pemerintah itu membantu biasanya perkelompok supaya bantuan tidak mubajir, jadi yang diberikan betul-betul apa yang dibutuhkan, misalnya industri songket, pengrajin songket dikembangkan berdasarkan potensi daerah.
Lalu kawasan pinggiran Kota Palembang perlu memanfaatkan lahan perkarangan untuk sayur-mayur atau pengembangan kawasan penangkar tanaman hias, jadi banyak hal yang bisa dilakukan, tinggal kembali pada kemauan masyarakat itu sendiri, ujarnya.
Berdasarkan elektabilitas Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang Sarimuda-Nelly Rosdiana merupakan yang tertinggi sesuai hasil survei yang dilakukan pada 16-22 Februari lalu atau menjelang pemilihan kepala daerah setempat.
"Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang Sarimuda-Nelly Rosdiana memiliki elektabilitas tertinggi di mata masyarakat atau sekitar 35,29 persen," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid.
Sedangkan posisi ke dua adalah pasangan Romi Herton-Harnojoyo yang mencapai 31,47 persen, dan juru kunci atau berada di nomor urut terakhir adalah pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin dengan 11,47 persen, katanya.
Sisanya sekitar 21,76 persen suara mengambang atau belum menentukan pilihan. Survei itu dilakukan dengan teknik multistage random sampling dengan 1.070 responden yang tersebar di 16 kecamatan dan 107 kelurahan di Kota Palembang.
Adapun margin error sekitar 2,5 persen dan metode yang dilakukan wawancara tatap muka dengan kuesioner yang dilaksanakan pada 16-22 Februari lalu, ujarnya.
Alasan masyarakat memilih Sarimuda-Nelly Rosdiana yakni inovatif, jujur, berpengalaman, berintegritas, yakin dengan kemampuannya, perhatian dengan rakyat, kinerja baik dan suka dengan kepribadiannya.
Sedangkan alasan memilih Romi Herton-Harnojoyo karena suka dengan figurnya, kinerja baik dan pintar.
Sementara alasan memilih Mularis Djahri-Husni Thamrin yakni mengerti situasi Kota Palembang, berwibawa, peduli dengan rakyat, sudah terbukti kepemimpinannya, tegas, yakin dengan kepemimpinannya, suka dengan figurnya dan berpengalaman, katanya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
JPU tuntut Ketua KPU Prabumulih 10 tahun penjara terkait korupsi dana Pilkada
30 March 2026 15:34 WIB
Bupati Lampung Tengah gunakan uang suap untuk lunasi utang bank Pilkada 2024
14 December 2025 8:22 WIB
Wamendagri: Revisi UU Pemilu harus pertimbangkan kepentingan nasional
01 August 2025 15:52 WIB, 2025
KPU: Pasangan Joncik-Arifai raih suara terbanyak pada PSU Empat Lawang
25 April 2025 17:08 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres Banyuasin tangkap dua tersangka pembunuhan berencana dua remaja di Talang Kelapa
07 September 2026 12:41 WIB
Polwan bagikan 1.000 masker untuk antisipasi dampak karhutla ke warga Palembang
03 September 2026 7:41 WIB