Sumsel optimalkan hutan margasatwa
Rabu, 20 Februari 2013 18:00 WIB
Hutan Lindung (Foto Antarasumsel.com/Nila Fuadi)
Palembang (Antara Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat memprogramkan untuk mengoptimalkan enam hutan suaka margasatwa yang tersebar di daerah itu.
Koordinator Patroli dan Pengamanan Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Sumatera Selatan Zaenal B Irwanda, ketika dihubungi di Palembang, Rabu, mengatakan, enam kawasan hutan suaka margasatwa itu menjadi area pelepas liar binatang yang dilindungi.
Setiap ditemukan kasus penangkapan satwa dilindungi pihaknya mengutamakan pelepas liaran binatang itu, katanya.
Menurut dia, pelepasan binatang kembali ke habitatnya menjadi solusi untuk mempertahankan populasi hewan itu.
Karena itu, pihaknya secara berkelanjutan mengoptimalkan peran suaka margasatwa untuk menjaga kelestarian hewan langka maupun dilindungi.
Ia mengatakan, selama ini pihaknya telah melepas liarkan, seperti harimau dan trenggiling.
Optimalisasi margasatwa dilakukan dengan patroli rutin agar tidak ada yang memburu binatang di kawasan itu.
Dia menjelaskan, enam suaka margasatwa itu adalah Padang Sugihan di Kabupaten Banyuasin, Dangku dan Bentayan di Musibanyuasin.
Selain itu, Gunung Raya di Muaraenim dan Isau Isau Pasmah serta Gumay Pasmah di Lahat.
Zaenal menambahkan, patroli hutan margasatwa mereka lakukan bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga nonpemerintah yang konsen terhadap pelestarian hewan.(NE)
Koordinator Patroli dan Pengamanan Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Sumatera Selatan Zaenal B Irwanda, ketika dihubungi di Palembang, Rabu, mengatakan, enam kawasan hutan suaka margasatwa itu menjadi area pelepas liar binatang yang dilindungi.
Setiap ditemukan kasus penangkapan satwa dilindungi pihaknya mengutamakan pelepas liaran binatang itu, katanya.
Menurut dia, pelepasan binatang kembali ke habitatnya menjadi solusi untuk mempertahankan populasi hewan itu.
Karena itu, pihaknya secara berkelanjutan mengoptimalkan peran suaka margasatwa untuk menjaga kelestarian hewan langka maupun dilindungi.
Ia mengatakan, selama ini pihaknya telah melepas liarkan, seperti harimau dan trenggiling.
Optimalisasi margasatwa dilakukan dengan patroli rutin agar tidak ada yang memburu binatang di kawasan itu.
Dia menjelaskan, enam suaka margasatwa itu adalah Padang Sugihan di Kabupaten Banyuasin, Dangku dan Bentayan di Musibanyuasin.
Selain itu, Gunung Raya di Muaraenim dan Isau Isau Pasmah serta Gumay Pasmah di Lahat.
Zaenal menambahkan, patroli hutan margasatwa mereka lakukan bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga nonpemerintah yang konsen terhadap pelestarian hewan.(NE)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas Karhutla Sumsel kendalikan kebakaran 90 hektare di SM Padang Sugihan
11 September 2026 11:09 WIB
Harimau kesasar ke area pembangkit listrik, BKSDA pastikan sudah kembali ke hutan lindung
24 March 2024 15:00 WIB, 2024
Hari Lingkungan Hidup: BKSDA Sumbar lepasliarkan trenggiling ke hutan cagar alam
06 June 2022 12:34 WIB, 2022
BKSDA Sumsel lepasliarkan dua ekor elang bondol ke habitat di hutan Belitung
26 November 2021 4:56 WIB, 2021
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB