Samarinda (Antara Sumsel) - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, tengah menyelidiki tewasnya "crosser" berkebangsaan Australia yang mengikuti Balikpapan Two Days Enduro.
        
"Meskipun tidak ada laporan dari peserta tetapi otomatis tetap dilakukan penyelidikan karena adanya korban jiwa. Kasus ini ditangani Diresktorat Reserse Umum Polda Kaltim," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Komisaris Besar Antonius Wisnu Sutirta, dihubungi dari Samarinda, Senin.
        
Polisi kata Antonius Wisnu Sutirta akan mengumpulkan informasi dengan memeriksa panitia pelaksana dan para peserta.
        
Terkait meninggalnya crosser berkebangsaan Australia itu lanjut dia, pihak keluarga meminta agar visum dilakukan di rumah sakit Kramat Jati di Jakarta.
        
"Direskrim Umum telah memproses surat itu dan kemungkinan besok (Selasa) akan dikirim ke Kramat Jati, untuk dilakukan visum sesuai permintaan keluarga. Jasad korban juga akan terbangkan ke Jakarta besok," kata Anthonius Wisnu Sutirta.
        
Terkait tewasnya crossser itu, polisi kata Antonius Wisnu Sutirta belum bisa menyimpulkan.
        
"Kami belum bisa menyimpulkan arah penyelidikan sebab masih menunggu proses penyelidikan tersebut," ungkap Anthonius Wisnu Sutirta.
    
Begitu pula dengan informasi yang menyebutkan bahwa pihak panitia pelaksana tidak meminta izin ke kelurahan dan kepolisian setempat yang menjadi lintasan trek Balikpapan Two Days Enduro.
        
"Kami juga masih menunggu hasil penyelidikan terkait informasi itu," katanya.
         
"Trail Adventure" itu adalah salah satu acara memeriahkan HUT Ke-116 Kota Balikpapan yang diikuti 700 peserta.
   
Dari Dome, peserta masuk medan tanah mulai dari Balikpapan Regency hingga Waduk Manggar di Km 12 Jalan Soekarno-Hatta.
        
Setelah "onroad" di jalan aspal hingga kilometer 24 poros Samarida-Balikpapan para peserta kemudian masuk ke trek 'offroad' hingga Bukit Bangkirai dengan kondisi medan berlumpur menelusuri lereng dan jalur lintasan juga memasuk ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui jalur tambang dan kawasan hutan.
        
"Crosser" asal Australia Headley Michael Adrian diketahui meninggal pada Sabtu (16/2) sekitar pukul 19.00 Wita, akibat kelelahan dan dehidrasi setelah terjebak di kawasan taman hutan raya (Tahura) Bukit Soeharto.
         
Jenazahnya kemudian dievakuasi pada Minggu pukul 01.00 Wita melalui muara jalan tanah di Km 62 Jalan Soekarno-Hatta, Samboja dan terus dibawa ke RS Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan.     
   
Selain menyebabkan crosser asal Australia itu meninggal dunia, sebanyak 20 crosser juga sempat terjebak dan baru berhasil dievakuasi pada Minggu (17/2) sekitar pukul 17.00 Wita.   (A053)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024