Palembang (ANTARA Sumsel) - DPRD Provinsi Sumatera Selatan mengadakan rapat bersama dengan sejumlah aparat dinas instansi terkait guna membahas angkutan batu bara, menyusul diberlakukan larangan angkutan bahan tambang itu melalui jalan umum per 1 Januari 2013.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel HA Djauhari dan didampingi Ketua Komisi IV DPRD setempat, Edward Jaya, perwakilan Direktorat lalu lintas Polda Sumsel, perwakilan LSM, mahasiswa, pengusaha batu bara dan dinas terkait di Palembang, Rabu.

Akan tetapi, hasilnya rapat ditunda sampai batas waktu yang akan ditentukan dan tidak ada keputusan apa-apa di dalam rapat tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV Zainuddin, membenarkan, kalau rapat itu belum menghasilkan keputusan apa-apa dan akan dilanjutkan pada rapat berikutnya.

Sementara Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Robert Heri mengatakan, kalau jalan Servo sudah di uji coba, kini mengalami banjir di luar kewajaran dan luas.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lahat, Syaifudin mengatakan pihaknya mengacu surat edaran gubernur 1 Januari tidak boleh ada aktivitas angkutan batu bara.

"Jadi, kita berpatokan itu saja dan kita siap melakukan penertiban," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muaraenim Fathur Rahman menuturkan, pihaknya sudah melakukan penyetopan sehubungan dengan kebijakan gubernur, sebenarnya sudah terlalu over, kapasitasnya melewati, kemudian masih berhenti di badan jalan kota dan jalan makin banyak dirusak, tidak ada toleransi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Djoharudin mengatakan, kalau kota itu mendapatkan ekses truk batu bara sehingga jalannya banyak rusak termasuk jalan lingkar.

"Kami siap melaksanakan keputusan rapat ini dan surat edaran gubernur kami laksanakan dan kami buat tenda mengawasi truk batu bara," tuturnya.

Sementara Presiden Mahasiswa Unsri Taufik Akbar mengakui akibat aktivitas truk batu bara membuat mahasiswa Unsri terganggu.

"Kenapa jalan servonya belum selesai sehingga masalahnya belum selesai, kita ingin ketegasan agar angkutan batu bara ini jangan beroperasi di jalan umum," katanya.

Sekretaris Coorporate PT Servo Group Danke Drajat mengatakan, kalau kondisi jalan khusus saat ini sudah banjir sampai titik 30 Km.

"Yang terjadi saat ini, tidak pernah terjadi sebelumnya," katanya.(Susi)