BPOM ingatkan masyarakat semakin teliti
Jumat, 30 November 2012 19:24 WIB
Ilustrasi- obat generik berlogo (FOTO ANTARA)
Padang (ANTARA Sumsel) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang mengingatkan masyarakat agar semakin teliti dalam membeli obat guna menghindari mengonsumsi obat palsu karena dampaknya dapat sangat membahayakan kesehatan.
"Obat palsu dan asli memang sangat sulit untuk dibedakan karena bentuk dan kemasannya mirip dengan obat asli," kata Kepala BPOM Padang Indra Ginting di Padang, Jumat.
Untuk itu, menurut dia, jika membeli obat sebaiknya memeriksa kemasan dengan teliti sekaligus memastikan tersegel dengan baik.
"Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah label, nama, produsen dan tanggal kedaluarsa yang tertera di kemasan," kata dia.
Indra menyarankan, untuk menghindari agar tidak membeli obat palsu sebaiknya masyarakat menebus resep hanya di apotek agar keasliannya benar-benar terjamin.
Selain itu, jika setelah mengonsumsi obat tetap tidak ada kemajuan, maka masyarakat harus segera menyampaikan kepada dokter yang telah memberikan resep.
Ia mengatakan, kandungan obat palsu sangat berbeda dengan obat asli dan jika diminum dapat membahayakan kesehatan.
Kendati sejumlah upaya telah dilakukan BPOM untuk memberantas peredaran obat palsu, namun Indra mengakui hingga saat ini keberadaanya masih dijumpai.
Karena itu selain peran aktif masyarakat agar lebih teliti, perlu dilakukan penguatan kerja sama lintas sektor dengan institusi penegak hukum dan pihak berwenang lainnya untuk mencegah peredarannya. (ANT/KR-IWY)
"Obat palsu dan asli memang sangat sulit untuk dibedakan karena bentuk dan kemasannya mirip dengan obat asli," kata Kepala BPOM Padang Indra Ginting di Padang, Jumat.
Untuk itu, menurut dia, jika membeli obat sebaiknya memeriksa kemasan dengan teliti sekaligus memastikan tersegel dengan baik.
"Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah label, nama, produsen dan tanggal kedaluarsa yang tertera di kemasan," kata dia.
Indra menyarankan, untuk menghindari agar tidak membeli obat palsu sebaiknya masyarakat menebus resep hanya di apotek agar keasliannya benar-benar terjamin.
Selain itu, jika setelah mengonsumsi obat tetap tidak ada kemajuan, maka masyarakat harus segera menyampaikan kepada dokter yang telah memberikan resep.
Ia mengatakan, kandungan obat palsu sangat berbeda dengan obat asli dan jika diminum dapat membahayakan kesehatan.
Kendati sejumlah upaya telah dilakukan BPOM untuk memberantas peredaran obat palsu, namun Indra mengakui hingga saat ini keberadaanya masih dijumpai.
Karena itu selain peran aktif masyarakat agar lebih teliti, perlu dilakukan penguatan kerja sama lintas sektor dengan institusi penegak hukum dan pihak berwenang lainnya untuk mencegah peredarannya. (ANT/KR-IWY)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sortir ekstra teliti, KPU OKU Timur temukan ribuan surat suara rusak
16 January 2024 20:31 WIB, 2024
Polisi masih teliti berkas kasus Firli Bahuri yang dikembalikan Kejati
03 January 2024 15:15 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB