Ski Air - Regina juara dunia slalom putri
Minggu, 25 November 2012 14:11 WIB
Kejuaraan Internasional Ski Air di Jakabaring, Palembang 2012 (FOTO Antarasumsel.com/Feny Selly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Regina Jaquess atlet Amerika Serikat menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Ski Air dan Wakeboard nomor slalom putri setelah pada final membukukan tali 12 meter 2,5 bola.
Pertandingan final itu berlangsung di danau buatan Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan,Minggu.
Regina hanya membutuhkan 0,5 bola untuk mengungguli tiga saingan terdekatnya Anais Amade (Prancis) tali 12 meter 2 bola, Karina Nowlan (Australia) tali 12 meter 1 bola, dan April Coble Eller (Amerika Serikat) 12 bola 0,5 bola.
Pemegang rekor dunia ini memulai pass (lintasan) 1 dan pass 2 dengan tenang sehingga selalu berhasil menjangkau enam bola. Pada pass 3, atlet berusia 28 tahun ini percaya diri mengawali dengan tali 12 meter.
Ia memulai aksi dengan tenang pada lintasan penentu itu dengan target hanya ingin melebihkan 0,5 bola dari rival terdekatnya Amade asal Prancis. Keinginan Regina akhirnya tercapai setelah melewati 2,5 bola.
"Setelah melewati capaian Amade saya memilih tidak meneruskan karena ada saatnya harus memecahkan rekor dan hanya mencapai tujuan juara," kata Regina.
Ia sejak awal tidak mematok target untuk memecahkan rekor yang dicetak sendiri yakni tali 10,25 meter 3 bola karena tidak melakukan persiapan khusus. Kejuaraan Dunia kali ini tidak tepat bagi Regina untuk membuat rekor baru.
"Kejuaraan Dunia ini lebih untuk mengejar hadiah karena saya menjadi atlet profesional, mungkin pada kesempatan lain akan memecahkan rekor sendiri," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengucapkan terimakasih kepada Sumatera Selatan yang menjadi tuan rumah World Cup untuk kali pertama. Baginya tidak mudah untuk mendatangkan para atlet ski air dunia ke Indonesia, begitu juga menghadirkan penonton mencapai ratusan orang.
"Penonton demikian memberikan dukungan dan ini suatu penghargaan bagi atlet ski air yang turun bertanding di sini. Gelar juara dunia ini menjadi yang pertama untuk saya, dan tentunya tidak akan melupakan Palembang sebagai kota yang bersejarah dalam hidup," katanya.
Kejuaraan dunia yang digelar di Palembang itu merupakan ajang paling bergengsi dalam kalender IWWF dengan memperebutkan hadiah 150.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,4 miliar, dengan diikuti 32 atlet wakeboard dan 31 atlet ski air dari 22 negara.
Para atlet profesional itu diantaranya berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, China, Korea, Thailand, Jerman dan Indonesia.
Tuan rumah sendiri mendelegasikan delapan atlet melalui jalur wild card, sementara para peserta merupakan pemeringkat satu hingga 20 dunia itu tidak bisa digantikan jika memutuskan absen. Salah satu peserta Harley Clifford (Australia) yang menjadi juara dunia wakeboard tahun lalu.(Dolly)
Pertandingan final itu berlangsung di danau buatan Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan,Minggu.
Regina hanya membutuhkan 0,5 bola untuk mengungguli tiga saingan terdekatnya Anais Amade (Prancis) tali 12 meter 2 bola, Karina Nowlan (Australia) tali 12 meter 1 bola, dan April Coble Eller (Amerika Serikat) 12 bola 0,5 bola.
Pemegang rekor dunia ini memulai pass (lintasan) 1 dan pass 2 dengan tenang sehingga selalu berhasil menjangkau enam bola. Pada pass 3, atlet berusia 28 tahun ini percaya diri mengawali dengan tali 12 meter.
Ia memulai aksi dengan tenang pada lintasan penentu itu dengan target hanya ingin melebihkan 0,5 bola dari rival terdekatnya Amade asal Prancis. Keinginan Regina akhirnya tercapai setelah melewati 2,5 bola.
"Setelah melewati capaian Amade saya memilih tidak meneruskan karena ada saatnya harus memecahkan rekor dan hanya mencapai tujuan juara," kata Regina.
Ia sejak awal tidak mematok target untuk memecahkan rekor yang dicetak sendiri yakni tali 10,25 meter 3 bola karena tidak melakukan persiapan khusus. Kejuaraan Dunia kali ini tidak tepat bagi Regina untuk membuat rekor baru.
"Kejuaraan Dunia ini lebih untuk mengejar hadiah karena saya menjadi atlet profesional, mungkin pada kesempatan lain akan memecahkan rekor sendiri," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengucapkan terimakasih kepada Sumatera Selatan yang menjadi tuan rumah World Cup untuk kali pertama. Baginya tidak mudah untuk mendatangkan para atlet ski air dunia ke Indonesia, begitu juga menghadirkan penonton mencapai ratusan orang.
"Penonton demikian memberikan dukungan dan ini suatu penghargaan bagi atlet ski air yang turun bertanding di sini. Gelar juara dunia ini menjadi yang pertama untuk saya, dan tentunya tidak akan melupakan Palembang sebagai kota yang bersejarah dalam hidup," katanya.
Kejuaraan dunia yang digelar di Palembang itu merupakan ajang paling bergengsi dalam kalender IWWF dengan memperebutkan hadiah 150.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,4 miliar, dengan diikuti 32 atlet wakeboard dan 31 atlet ski air dari 22 negara.
Para atlet profesional itu diantaranya berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, China, Korea, Thailand, Jerman dan Indonesia.
Tuan rumah sendiri mendelegasikan delapan atlet melalui jalur wild card, sementara para peserta merupakan pemeringkat satu hingga 20 dunia itu tidak bisa digantikan jika memutuskan absen. Salah satu peserta Harley Clifford (Australia) yang menjadi juara dunia wakeboard tahun lalu.(Dolly)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kota Palembang matangkan persiapan jelang kejuaraan Asia Mini Football 2026
25 January 2026 10:30 WIB
Atlet arung jeram OKU Selatan raih medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Malaysia
03 December 2025 21:21 WIB
Atlet arung jeram OKU Selatan wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Malaysia
30 November 2025 9:49 WIB
Pebulu tangkis Richie Duta Richardo raih perunggu Kejuaraan Dunia Junior BWF 2025
19 October 2025 7:47 WIB
Striker Timnas Nasywa Salsabila jadi pemain tersubur di Kejuaraan ASEAN U-16, koleksi empat gol
30 August 2025 6:59 WIB