Lahat koleksi ribuan temuan megalit
Kamis, 4 Oktober 2012 21:46 WIB
Temuan megalit di kebun kopi, berupa arca yang diperkirakan seorang prajurit masa Kerajaan Sriwijaya. (FOTO Antarasumsel.com/Asnadi M Aridi)
Lahat, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, hingga 2012 mengoleksi sekitar 3.000 temuan megalit yang tersebar di 12 kecamatan di wilayah tersebut dengan berbagai macam bentuk, seperti batu tulis, arca, tempat persembahan dan peralatan.
"Kalau jumlah keseluruhan megalit ditemukan diperkirakan mencapai 3.000, sedangkan yang terdaftar secara resmi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi dan BP3 Jambi mencapai 1.000 megalit. Inilah yang menjadikan Lahat mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri)," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lahat, Rechnawati, Kamis.
Menurut dia, daerah sebaran penemuan berbagai benda bersejarah meliputi Kecamatan Jarai, Pajarbulan, Kota Agung, Tajungtebad, Gumay dan ada beberapa tempat lainnya.
"Keberadaan megalit di Kabupaten Lahat, sudah terkenal sejak zaman Belanda dan bahkan pernah dilakukan penelitian sejumlah ilmuwan dari berbagai negara seperti Belanda, Jerman dan Amerika Serikat.
Rechnawati mengatakan, peninggalan sejarah di wilayah Lahat cukup banyak dan kaya periasi dan bentuknya.
Dia mencontohkan, ada jenis arca, kubur batu, lesung batu, lumpang batu, dolmen, menhir dan batu datar.
"Benda bersejarah itu, bisa juga dijadikan sebagai simbol dan peralatan bagi nenek moyang zaman dahulu seperti alat mengolah makanan lesung dan lumpang batu, kemudian adanya titralith sebagai tempat persidangan dan bermusyawarah," ungkap dia.
Peninggalan bersejarah yang diperkirakan berumur lebih dari 3.000 hingga 4.000 tahun tersebut jumlahnya mencapai ribuan, tersebar di 12 kecamatan dan bentuknya cukup unik," katanya.
Nantinya penyerahan penghargaan Muri penemuan megalit itu, kata Rechnawati, akan langsung diterima Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai, pada malam pembukaan Festival Sriwijaya XX Sumsel tanggal 15 Oktober 2012.
"Kami sudah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan kepada pihak pemberi penilaian penghargaan Muri di Semarang, Jawa Tengah," ungkapnya.
Tim Muri tinggal memeriksa situs megalit yang sudah didaftarakan dengan mendatangi satu per satu, untuk dilakukan penghitungan ulang.
"Nantinya kami siap mendampingi tim Muri untuk mendatangi berbagai lokasi penemuan megalit, sekaligus mempromosikan wisata sejarah di Kabupaten Lahat," katanya.(As)
"Kalau jumlah keseluruhan megalit ditemukan diperkirakan mencapai 3.000, sedangkan yang terdaftar secara resmi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi dan BP3 Jambi mencapai 1.000 megalit. Inilah yang menjadikan Lahat mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri)," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lahat, Rechnawati, Kamis.
Menurut dia, daerah sebaran penemuan berbagai benda bersejarah meliputi Kecamatan Jarai, Pajarbulan, Kota Agung, Tajungtebad, Gumay dan ada beberapa tempat lainnya.
"Keberadaan megalit di Kabupaten Lahat, sudah terkenal sejak zaman Belanda dan bahkan pernah dilakukan penelitian sejumlah ilmuwan dari berbagai negara seperti Belanda, Jerman dan Amerika Serikat.
Rechnawati mengatakan, peninggalan sejarah di wilayah Lahat cukup banyak dan kaya periasi dan bentuknya.
Dia mencontohkan, ada jenis arca, kubur batu, lesung batu, lumpang batu, dolmen, menhir dan batu datar.
"Benda bersejarah itu, bisa juga dijadikan sebagai simbol dan peralatan bagi nenek moyang zaman dahulu seperti alat mengolah makanan lesung dan lumpang batu, kemudian adanya titralith sebagai tempat persidangan dan bermusyawarah," ungkap dia.
Peninggalan bersejarah yang diperkirakan berumur lebih dari 3.000 hingga 4.000 tahun tersebut jumlahnya mencapai ribuan, tersebar di 12 kecamatan dan bentuknya cukup unik," katanya.
Nantinya penyerahan penghargaan Muri penemuan megalit itu, kata Rechnawati, akan langsung diterima Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai, pada malam pembukaan Festival Sriwijaya XX Sumsel tanggal 15 Oktober 2012.
"Kami sudah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan kepada pihak pemberi penilaian penghargaan Muri di Semarang, Jawa Tengah," ungkapnya.
Tim Muri tinggal memeriksa situs megalit yang sudah didaftarakan dengan mendatangi satu per satu, untuk dilakukan penghitungan ulang.
"Nantinya kami siap mendampingi tim Muri untuk mendatangi berbagai lokasi penemuan megalit, sekaligus mempromosikan wisata sejarah di Kabupaten Lahat," katanya.(As)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pabrik teh Kayu Aro Kerinci Jambi satu abad jaga kualitas, bermodal mesin peninggalan Belanda
02 November 2025 19:23 WIB
Presiden Jokowi ceritakan dibayangi bau kolonial di istana peninggalan Belanda
13 August 2024 11:48 WIB, 2024
Disbudpar Pali gelar festival Candi Bumi Ayu untuk lestarikan warisan budaya
03 October 2023 19:47 WIB, 2023
Warga Lombok Timur digegerkan atas temuan serpihan kapal berusia ratusan tahun
17 July 2022 22:23 WIB, 2022
Terpopuler - Seni & Budaya
Lihat Juga
Dinas Pariwisata Palembang promosikan Ziarah Kubro menjelang 10 hari Ramadhan
17 February 2025 19:57 WIB