Eugene Panji akan produksi film mengenai ibu
Selasa, 2 Oktober 2012 21:49 WIB
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Setelah sukses memproduksi film layar lebar pertama melalui "Cita-Citaku Setinggi Tanah", sineas muda Eugene Panji akan membuat film mengenai peran seorang ibu.
"Kalau punya uang, saya ingin nantinya membuat film buat Hari Ibu, karena dengan kondisi sekarang semakin banyak anak yang kurang peduli dengan orang tuanya," ujar Eugene seusai pemutaran perdana untuk media di Jakarta, Selasa.
Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Eugene harus menabung untuk membuat film tersebut. Sama halnya dengan film "Cita-Citaku Setinggi Tanah" yang memerlukan waktu dua tahun dalam proses produksinya.
"Saya memang belajar banyak dari pembuatan film 'Cita-Citaku Setinggi Tanah'. Saya belajar mengenai kesabaran, tidak takut gagal dan berani menghadapi masalah," katanya.
Eugene juga berpesan kepada anak-anak Indonesia agar memiliki cita-cita meski tinggi ataupun rendah.
Film "Cita-Citaku Setinggi Tanah" bercerita tentang kehidupan empat sekawan yang terdiri dari Agus, Mey, Jono dan Puji. Mereka hidup di sebuah desa yang tepat di bawah kaki Gunung Merapi di Muntilan, Jateng.
Agus berasal dari keluarga sederhana di Muntilan. Ayahnya bekerja di pabrik tahu, ibunya adalah ibu rumah tangga yang mahir membuat tahu bacem.
Masalah muncul ketika ibu guru menugaskan untuk membuat karangan tentang cita-cita. Ketika teman-teman Agus yang lain mempunyai cita-cita setinggi langit, Agus hanya ingin makan di restoran Padang karena bosan setiap hari memakan tahu ibunya.
Semua hasil penjualan tiket tersebut dipersembahkan untuk anak-anak penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).
(ANT-I025/S023)
"Kalau punya uang, saya ingin nantinya membuat film buat Hari Ibu, karena dengan kondisi sekarang semakin banyak anak yang kurang peduli dengan orang tuanya," ujar Eugene seusai pemutaran perdana untuk media di Jakarta, Selasa.
Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Eugene harus menabung untuk membuat film tersebut. Sama halnya dengan film "Cita-Citaku Setinggi Tanah" yang memerlukan waktu dua tahun dalam proses produksinya.
"Saya memang belajar banyak dari pembuatan film 'Cita-Citaku Setinggi Tanah'. Saya belajar mengenai kesabaran, tidak takut gagal dan berani menghadapi masalah," katanya.
Eugene juga berpesan kepada anak-anak Indonesia agar memiliki cita-cita meski tinggi ataupun rendah.
Film "Cita-Citaku Setinggi Tanah" bercerita tentang kehidupan empat sekawan yang terdiri dari Agus, Mey, Jono dan Puji. Mereka hidup di sebuah desa yang tepat di bawah kaki Gunung Merapi di Muntilan, Jateng.
Agus berasal dari keluarga sederhana di Muntilan. Ayahnya bekerja di pabrik tahu, ibunya adalah ibu rumah tangga yang mahir membuat tahu bacem.
Masalah muncul ketika ibu guru menugaskan untuk membuat karangan tentang cita-cita. Ketika teman-teman Agus yang lain mempunyai cita-cita setinggi langit, Agus hanya ingin makan di restoran Padang karena bosan setiap hari memakan tahu ibunya.
Semua hasil penjualan tiket tersebut dipersembahkan untuk anak-anak penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).
(ANT-I025/S023)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Panji "overlap" semua pesaing di lari 5.000 meter putra Porprov Sumsel
22 September 2023 20:34 WIB, 2023
Terpopuler - Sinema & Musik
Lihat Juga
Film "Ghost in the Cell" dapat sambutan penonton di ajang Berlin Festival
17 February 2026 15:49 WIB
Rayakan 37 tahun berkarya, KLa Project buka Konser 'Lux Nova' dengan lagu Tinggal Sehari
08 February 2026 6:28 WIB
Film Penerbangan Terakhir ungkap soal gengsi bisa menjadi "penjara" yang sangat menyiksa
17 January 2026 16:24 WIB