IHSG bergerak pada level "support-resistance"
Jumat, 21 September 2012 11:23 WIB
Grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia.(FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat akan
bergerak dalam kisaran terbatas pada level "support-resistance"
4.203-4.250.
Kondisi ini seiring dengan penguatan indeks Dow Jones pada perdagangan Kamis di tengah cukup banyaknya data ekonomi mengecewakan yang dirilis. Demikian dikatakan periset pasar saham, Edwin Sebayang, melalui pesan singkatnya di Jakarta, Jumat.
"Selain itu, mulai `rebound`-nya harga komoditas seperti minyak mentah dan nikel, juga bakal memberikan sentimen pada indeks," katanya.
Edwin menambahkan kembali normalnya perdagangan ini terjadi di tengah akan ditutupnya Kedubes Amerika Serikat di Jakarta beserta konsulat jenderalnya di beberapa kota besar di Indonesia untuk mengantisipasi aksi demonstrasi besar yang ditujukan kepada mereka sehingga menjadi faktor yang memengaruhi bagi IHSG.
Sementara analis pasar saham lainnya, Jansen Wahjudi, mengatakan secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah.
"Pergerakan indeks berada pada kisaran 4.180-4.250," terangnya.
Jansen menambahkan dirilisnya data klaim tingkat pengangguran AS yang berfungsi sebagai salah satu indikator keadaan ekonomi di AS, akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan indeks.
Untuk saham yang layak dikoleksi antara lain PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). (ANT/KR-IAZ/S004)
Kondisi ini seiring dengan penguatan indeks Dow Jones pada perdagangan Kamis di tengah cukup banyaknya data ekonomi mengecewakan yang dirilis. Demikian dikatakan periset pasar saham, Edwin Sebayang, melalui pesan singkatnya di Jakarta, Jumat.
"Selain itu, mulai `rebound`-nya harga komoditas seperti minyak mentah dan nikel, juga bakal memberikan sentimen pada indeks," katanya.
Edwin menambahkan kembali normalnya perdagangan ini terjadi di tengah akan ditutupnya Kedubes Amerika Serikat di Jakarta beserta konsulat jenderalnya di beberapa kota besar di Indonesia untuk mengantisipasi aksi demonstrasi besar yang ditujukan kepada mereka sehingga menjadi faktor yang memengaruhi bagi IHSG.
Sementara analis pasar saham lainnya, Jansen Wahjudi, mengatakan secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah.
"Pergerakan indeks berada pada kisaran 4.180-4.250," terangnya.
Jansen menambahkan dirilisnya data klaim tingkat pengangguran AS yang berfungsi sebagai salah satu indikator keadaan ekonomi di AS, akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan indeks.
Untuk saham yang layak dikoleksi antara lain PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). (ANT/KR-IAZ/S004)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025